
"Bellaaaaa!!!!" Teriak Yuri pada asistennya dan dia terlihat mencari sesuatu di lemari depan namun yang ia cari tidak ada. Ia pun mulai meradang merasa sangat tak puas dengan asistennya itu.
"Ya, ada apa."Jawab Bella sambil berlarian tergopoh-gopoh karena teriakkan dari Yuri .
"Dengar, bajuku yang ada disini mana?" Tanya Yuri dengan marah serta dia pun mendekati Bella, dan menyilangkan kedua tangannya.
Matanya menatap tajam serta raut wajahnya sangat kesal sekali, Yuri yang kesal pun mulai melampiaskan kemarahannya itu menjambak rambut Bella, sampai Bella merintih kesakitan
"Auwww, ma ma af Nona Yuri aku tak tahu karena kemarin sudah aku taruh di situ dan rapi." Jawab Bella membela dirinya, namun Yuri karena dia adalah perempuan pemarah tidak menerima penjelasan dari Bella , yang sudah menjelaskan dengan sejujurnya.
"Kau, kira aku bodoh!!, aku tak mau tahu aku mau bajuku, yang kemarin harus ada dan aku akan memakainya cepat cari!" Seru dari Yuri dengan penuh kemarahan dan juga murka tak itu saja karena dia kesal di mengacak-acak rambut panjang lurusnya itu, terlihat seperti gadis gila.
Dan Bella pun mulai mencari baju Yuri yang dia inginkan. Walaupun Bella ini asisten Yuri sudah sangat lama namun perlakuan Nona nya sangat tak layak, dia selalu dapat makian juga kekerasan setiap hari demi mendapatkan uang, karena Bella hanya anak dari kampung yang merantau mencari pekerjaan, kebetulan ada pekerjaan menjadi asisten model, dia pun mau untuk bisa mengirim uang orang tuanya di kampung setiap bulannya.Agar dia bisa membantu perekonomian keluarganya yang pas-pasan di kampung halamanya.
Walau saat ini dia menahan perasaanya yang sakit dan sedih atas perlakuan Yuri selama ini.
__ADS_1
Bella sibuk mencari baju di tiap sudut lemari yang tertata rapi itu, segera di acak-acaknya.
Yuri duduk sambil menyilangkan tangan dan kakinya, matanya tak lepas mengamati Bella yang sedang mencari baju yang dia inginkan.
Disisi lain Bryan dan Himawari di balik lorong sedang bingung haruskah mereka itu muncul dengan tiba-tiba, atau mereka tetap diam saja
Himawari yang sudah tak tahan di bekap pun melepaskan tangan Kak Bryan, lalu kepalanya mendongak sehingga saat Kakak Bryan agak menunduk ke arah kepalanya,namun hidung mancungnya terkena kepala Himawari dan berdarah.
"Duuug." Suara hidung yang terkena kepala Himawari.
Karena mereka berdua takut ketahuan maka, suaranya pun di lirihkan agar Yuri tak dengar.
"Aduh,bagaimana ini?" Batin Himawari sambil terkejut yang melihat hidung Kak Bryan sudah mengeluarkan darah segar. Jari telunjuk Kak Bryan memberi tanda agar dia tetap diam tak bersuara .Di tempelkan di depan bibirnya agar tetap diam tak bersuara .
Namun dia juga tetap menahan rasa sakit hidungnya yang berdarah saat ini.
__ADS_1
Mereka masih belum ketahuan oleh Yuri, saat ini, Bella pun masih mencari baju Yuri dengan teliti sekali. Tiap lemari ia pilah bajunya, juga semua baju yang ada di situ, ternyata tetap tidak menemukannya.
"Hei, bodoh cari di lorong belakang pasti ada di situ, cepaaat kau ini lamban sekali!!" Teriak dari Yuri sambil melotot ,serta mencibirkan bibirnya yang **** dan bewarna merah delima
Wajah Yuri pun sudah merah padam, tak bisa menahan amarahnya lagi, pada asistennya satu ini, kesabarannya tak ada sama sekali.
Maka Bella pun perlahan melangkahkan kaki dengan pasti, menuju lorong sempit, dimana ada Kak Bryan dan Himawari saat ini.
"Aduh bagaimana ini?" Batin dari Himawari.
Kak Bryan pun memegangi hidungnya yang berdarah saat ini.
"Tap...tap...tap..." Langkah kaki Bella menuju lorong itu.
Himawari dan Kak Bryan saling menatap satu sama lain, dan bingung harus berbuat apa .
__ADS_1
Bersambung...