
Beberapa hari kemudian di hari yang cerah ini Shakira dan Himawari berjalan-jalan, mereka berada tak jauh dari rumah mereka menuruni tangga, satu persatu tangga di turuni ,sambil lengan Himawari menggandeng lengan kecil sahabatnya sekarang.
Mereka berdua ingin mencuci mata sembari menikmati udara sore hari yang sejuk, namun kebetulan Himawari tidak kerja di tempat Kak Bryan, dia sedang cuti selama sehari karena ia kelelahan.
Saat menuruni tangga terahir Shakira melihat ada kerumunan banyak siswa laki-laki yang sedang merundung seorang pria, ternyata si siswa yang di rundung adalah gerombolannya namun mereka menghajar, dan memalak pria itu, dia sangat ketakutan sekali, banyak luka gores pada wajahnya, Shakira dan Himawari pun mulai mendekat pada si anak tersebut.
"Sat, dua ,tiga ,empat, lima, wauu lima siswa sedang merundung, dan memalakki seorang siswa lainnya!!!"Ujar Shakira dengan kasar dan menyeringai bak seorang ketua geng .
"Hei, Cuih..gadis lemah gak usah ikut campur urusan pria, kau ini hanya seorang gadis yang lemah!!!" Peringatan dari salah satu pria sang perundung melotot, memerah matanya, tidak itu saja dia sangat marah, setelah meludah ia mendekati Shakira , dia mengira kalau Shakira hanya seorang gadis biasa yang bisa di pukul seenaknya.
"Anak kecil, berani denganku ,"ujar Shakira dan menyeringai, dia pun mulai meregangkan tangannya. Menatap mereka para pria yang sedang meremehkan kekuatan Shakira.
"Kreteek,...kretek...kretek..."
"Kau disini saja ok, aku mau pemanasan ,aku lihat para berandal ini sangat berani padaku." Ujar Shakira pada Himawari agar menjauh dan tetap berdiri di belakangnya saja.
"Baiklah,aku rasa kau akan bersenang-senang ingat, jangan kau remukkan, beri dia pelajaran saja ok!!!" Himawari memberi peringatan pada Shakira agar, tidak terlalu serius amat dalam menghajar mereka para preman itu.
__ADS_1
Shakira berada di depan para perundung itu dan menatap intens, dengan pandangan yang fokus, mengernyitkan kedua alisnya, dia pun mengambil ancang-ancang .
"Ayolaaah, mana ketuanya? bagaimana kalau langsung ke inti nya saja, aku penasaran pada ketua kalian?" Shakira pun mulai mengambil ancang-ancang.
"Aku ini ketuanya mau apa kau gadis lemah? Cuih," Sambil meludah dia pun maju di depan Shakira.
Dia melayangkan pukulannya pada Shakira, tepat di depan di wajahnya , dan beberapa kali Shakira hanya mundur menghindar, tidak itu saja Shakira menendang sudut 30° 60° pada kedua kakinya, menendang sudut 90° pada perutnya dengan sekuat tenaga.
"Sreeet.... debuk." Dia pun tumbang dan jatuh tersungkur sambil memegangi perutnya yang kesakitan.
"Kurang ajar, cepaaaat hajar habisi dia jangan sisakan, biar tahu dia kalau sedang berurusan dengan siapa."Memberi perintah pada semua anak buah gengnya untuk segera mengeroyok Shakira.
Mereka pun dengan sigap bergerombol lalu mulai menyerang Shakira. Dan ada yang mau menendang dan memukul secara gantian.
Namun Shakira mencengkram kerah salah satu siswa perundung, dan kaki kanannya di tendangkan ke arah samping, dan salah satu perundung mundur. Siswa yang di cengkram kerahnya agak melayang di udara kemudian di di tarik lengannya di banting di bawah jalan
"Bammmm." Jatuh tersungkur ...
__ADS_1
"Arrrrghhhhh..." Erangannya.
Shakira menghabisi sisa siswa perundung lainnya karena tinggal dua ,dia mudah untuk mengalahkannya dengan memukul wajahnya beberapa kali dengan secepat kilat, menarik baju mereka berdua dengan tangan kiri dan kanannya, lalu dia menatapkan mereka satu sama lainnya. Badan mereka saling menatap terbentur satu sama lainnya, mereka mimisan
"Aduh..." Rintih mereka.
"Dengar para berandal kalian minta maaflah dengan Shakira aku rasa kalian tak akan lolos dengan mudah!!!" Himawari mulai memberi peringatan pada para berandalan itu sambil duduk, di sebuah meja kosong yang sudah tak terpakai lagi.
"Ampun... ampun... baiklah kami menyerah." Ujar dari preman itu mereka semua berlutut pada Shakira, sambil menggosokkan tangan dan ketakutan ternyata hanya seorang gadis bisa mengalahkan lima orang perundung .
"Dengar , kembalikkan uang anak itu, dan juga jangan kalian mengulanginya, atau kuhabisi kalian!!!" Ujar dari Shakira menyeringai pada mereka semua, sambil melayangkan telapak tangannya di tempelkan pada pipi sang ketua perundung itu beberapa kali.
"Baiklah ,kakak kami pastilah berjanji tak akan merundung, dan memalak lagi.." Janji sang ketua para perundung lalu mereka melarikan diri tergopoh-gopoh, setelah mengembalikkan uang siswa tadi yang di palak.
Tinggal satu siswa yang kotor banyak luka di wajahnya, tak itu saja dia sedang menangis sesenggukkan dengan, jongkok di dekat tiang listrik sambil mengusap-usap kedua pipinya.
Bersambung...
__ADS_1