
Setelah kegiatan yang menyakitkan itu, Siska memutuskan untuk mengambil cuti beberapa Minggu untuk menangkan hatinya, sekaligus untuk menghindar dari Adi dan Mona di kantor, apalagi seminggu setelah itu mereka berdua langsung menikah, ia tidak akan sanggup untuk bertemu dengan mereka, selain itu ia juga pasti akan menjadi bahan gunjingan semua orang yang berada di kantor.
Sebenarnya Orang tuanya pun sudah meminta Siska untuk berhenti dari pekerjaannya, dan ikut pulang ke Jakarta bersama mereka, tapi Siska tidak bisa, sebab ia masih terikat kontrak dengan perusahaan tersebut, ia harus tetap proposional dengan pekerjaannya.
Setelah masa cuti nya habis, kini Siska sudah bersiap untuk bekerja kembali, dan melakukan aktifitas nya seperti biasa, ia juga sudah menyiapkan hati dan mentalnya untuk bertemu dengan Adi dan Mona di kantor
Dan ia juga sudah siap mendapatkan sindiran ataupun belas kasihan dari rekan-rekan kerjanya atas kejadian waktu itu.
Sebelum masuk ke dalam kantor, Siska menarik nafas panjang terlebih dahulu dan menghembuskan nafasnya dengan tenang, sekedar untuk menguatkan dirinya sendiri.
Hal pertama ketika ia menginjakkan kakinya di kantor, Siska sudah mendapatkan tatapan yang tak biasa dari rekan-rekan kerjanya itu. Mungkin sebagian orang ada yang merasa iba kepada nya, ada pula yang merendahkan Siska dan mencibirnya atas kejadian Malang yang menimpa nya.
Tidak sedikit pula dari mereka yang menyapa Siska secara langsung, dan mengutarakan keprihatinannya atas apa yang di alami Siska, Siska hanya bisa berterima kasih atas simpati mereka dan selalu berusaha untuk tersenyum.
Ketika Siska bersama beberapa rekannya yang lain tengah menunggu Lift, tiba-tiba Adi dan Mona pun datang, Mona merangkul tangan Adi dengan sangat mesra seolah ingin membuktikan bahwa dirinya lah pemenangnya, berbeda dengan Adi yang tampak datar-datar saja, bahkan ia merasa malu ketika berhadapan dengan Siska.
"Wah... pengantin baru ini makin mesra aja ya tiap harinya" ucap Salah seorang karyawan.
"Ia nih... makin lengket aja" jawab salah seorang nya lagi.
"Gimana gak makin lengket coba, kalau istrinya secantik dan se **** Mona, beruntung banget yang dapetin Mona"
"Pokonya Gak salah deh Adi pilih Mona" Ucap Salah seorang sahabat Mona, kata-kata tersebut merupakan sindiran untuk Siska.
"Kasian banget ya Siska, udah mau nikah tapi si cowoknya malah selingkuh"
"Denger-denger cowoknya yang dulu juga gitu, selingkuh sama cewek lain" Bisik salah seorang karyawan lain, namun masih bisa terdengar oleh Siska.
"Mungkin udah nasibnya dia kaya gitu"
"Di capakan terus sama cowok" Lanjut orang tersebut.
Telinga Siska terasa panas mendengar sindiran-sindiran tersebut, Rasanya ia sudah tidak tahan lagi mendengar nya, sehingga Siska memutuskan untuk pergi, namun ketika ia berbalik dan berjalan beberapa langkah, ia menabrak seorang pria yang bertubuh tinggi dan tegap, lengkap dengan stelan jasnya. Pria tersebut adalah Angga.
"Angga" ucap Siska terkejut, ia tidak menyangka akan bertemu Angga di sana, sebab beberapa Minggu ini Angga menghilang, kabarnya ia pindah untuk mengurus perusahaan yang lain.
Tanpa berbicara sepatah katapun, Angga menggenggam tangan Siska, dan membawa nya menghampiri para karyawan yang tengah berkumpul menunggu lift, yang sejak tadi terus menerus menyindir Siska
Para karyawan tersebut langsung memberi salam kepada Angga dengan sopan, sembari menundukkan kepalanya, termasuk Adi dan juga Mona. Seketika Adi pun melepaskan tangan Mona yang sejak tadi menggelayuti nya.
__ADS_1
"Saya tegaskan kepada kalian semua, siapapun yang berani berbicara yang macam-macam tentang Siska, saya tidak akan segan-segan untuk memecat kalian, tanpa ada toleransi sedikitpun, Kalian paham !!!" Ucap Angga memberikan peringatan kepada Karyawan-karyawannya.
"Dan asal kalian tau, saya adalah mantan pacar Siska yang kalian sebutkan tadi, tapi kalian semua salah, saya tidak pernah selingkuh dari Siska, karna Siska sangat berarti bagi saya, saya sangat mencintai Siska. Jadi hanya orang bodoh yang meninggalkan Siska demi perempuan lain" Sindir Angga seraya menatap wajah Adi. kemudian ia membawa Siska menuju ke lift yang khusus untuk CEO dan para petinggi-petinggi perusahaan.
Semua orang terkaget-kaget mendengar semua itu, melihat betapa pedulinya Angga kepada Siska, mereka tidak pernah menyangka jika seorang Siska yang hanya karyawan biasa, ternyata merupakan pujaan hati seorang CEO tampan dan kaya raya seperti Angga, yang merupakan impian bagi semua wanita.
"Apaan sih Ga... kenapa kamu ngomong kaya gitu sama orang-orang" ucap Siska ketika mereka sudah berada di dalam Lift.
"Karna memang kenyataan nya kaya gitu kan"
"Aku gak kamu di rendahkan sama orang-orang" jelas Angga
"Tapi Ga..." Protes Siska
"Udah gak usah protes" Angga memotong ucapan Siska.
"Kok kamu bisa ada di sini sih"
"Bukannya kamu udah pindah ke perusahaan lain"tanya Siska penasaran.
"Tadi nya aku emang mau pindah, tapi saat aku tau kejadian yang menimpa kamu, aku memutuskan untuk balik lagi ke sini" jelas Angga.
"Udah gak usah di bahas lagi"
" Semua itu udah gak penting"
"Pokoknya mulai sekarang kamu gak usah malu sama orang-orang"
"Aku pastiin, gak akan ada yang berani lagi buat ngomong macem-macem sama kamu"
"Makasih banyak ya Ga..."
"Mungkin kalo gak ada kamu, aku gak akan berani dateng ke kantor ini lagi" ucap Siska sebelum mereka keluar dari dalam lift.
**
"Sis... kamu dari mana aja sih"
"Aku nungguin kamu dari tadi"
__ADS_1
"Aku udah gak sabar pengen ngomong sama kamu dari tadi" ucap Nita ketika Siska datang ke ruangannya.
"Tadi aku ke toilet dulu Nit"
"Memang ada apaan sih" tanya Siska seraya meletakan tas nya di atas meja.
"Kamu tau gak Sis... sekarang kamu itu lagi trending di kantor ini"
"Semua orang pada ngebahas tentang hubungan kamu sama pak Angga"
"Beritanya sudah tersebar ke semua karyawan kantor ini"
"Kok kamu gak pernah bilang sih sama aku kalau pak Angga itu mantan pacar kamu"
"Kok beritanya cepet banget sih kesebarnya"
"Aku jadi gak enak sama karyawan-karyawan yang lain" ucap Siska bingung.
"Kok kamu malah malu sih"
"Harusnya kamu itu bangga Sis... kamu punya mantan seperti pak Angga, apalagi Sampai saat ini dia masih cinta banget sama kamu"
"Sekarang semua orang itu lagi pada ngiri sama kamu"
"termasuk si Mona itu, aku yakin dia pasti lagi kebakaran jenggot sekarang"
"Soalnya kemarin-kemarin dia itu bangga banget bisa merebut Adi dari kamu"
"Merasa dirinya paling cantik "
"Dan aku juga yakin, sekarang Adi pasti nyesel banget udah ninggalin kamu" ucap Nita puas.
"Jangan ngomong kaya gitu Nit..."
"Biarin aja mereka hidup bahagia, apalagi kan sekarang si Mona lagi hamil"
"Kamu ini gimana sih Sis... emangnya kamu gak sakit hati apa dengan perbuatan mereka" tanya Nita kesal.
"Ya mau gimana lagi Sis... semua nya udah terlanjur terjadi, gak perlu di inget-inget lagi, mungkin udah nasib aku kaya gini"
__ADS_1
"Sekarang lebih baik kita pokus aja dengan kehidupan masing-masing"