
"Aku mencarimu kemana-mana, dan ternyata baru sekarang aku bertemu denganmu." ucap Kak Bryan dengan menggenggam jemari dari Himawari, dengan merasa sangat senang dia bisa menemukan gadis yang amat ia sayangi sampai detik ini.
"Maafkan aku ya kak, lagipula aku hanya bisa menyusahkan kakak saja iya kan...." ujarnya sambil meminum minuman dingin.
"Kau tinggal dimana?, ayo aku antar." ucap Kak Bryan ingin mengantar gadis kecil itu.
"Aku membawa motor kak, kakak tidak kerja?, apa boleh keluar sembarangan saat kerja?" tanya Himawari dengan amat penasaran, dia takut mengganggu kalau Kak Bryan sedang bekerja.
"Tak apa-apa,siapa berani melarangku?" ucap Kak Bryan tertawa sumringah, dia pun mulai berjalan mengambil mobilnya mengajaknya untuk pulang bersama.
"Lalu sepedaku bagaimana kak?" tanya gadis kecil itu dengan melihat ke arah motornya.
"Nanti ada yang mengantarnya, ayo masuk ke dalam mobil, aku akan mengantarmu." ucap Kak Bryan menarik lengan Himawari dan dia memasukkan ke dalam mobilnya.
"Baiklah, ayo kak." ucap Himawari dan masuk kedalam mobil Kak Bryan.
🌻🌻🌻🌻🌻
Di kedai Kak Langit melihat ponselnya kalau tak salah dengan alamat yang dia tuju saat ini
Celingukkan melihat kenapa ia tidak melihat batang hidung Himawari, namun karena dia melihat bucket bunga yang berada di sofa ia pun tersenyum memang benar kalau kedai ini adalah tempat ibunya Himawari berjualan.
Kak Langit memesan beberapa menu makan siang. Dia pun berpura-pura menjadi seorang pelanggan biasa dan duduk manis, menanti kehadiran gadis kecil bernama Himawari.
Sambil menunggu makanan yang dia pesan datang Kak Langit mengirim sebuah pesan ke ponsel Himawari kalau dia berada di kedainya
📱" Aku berada di kedai ibumu ya, dan aku saat ini menunggumu 😁." pesan Kak Langit kepada Himawari.
Sesekali pandangan mata pria tampan yang memakai kaos putih itu, memandangi semua sudut ruangan itu dengan seksama.
Karena kedai tak terlalu besar namun tempat cocok untuk makan siang,bersih,rapi dan juga higienis sekali. Kak Langit nampak sumringah itu terlihat berbeda dengan pelangan lainnya.
__ADS_1
Ibu Himawari menghidangkan makanan yang di pesan olehnya, dan karena wajah seorang pelanggan itu tidak pernah di lihat oleh ibunya Himawari, maka beliau pun bertanya padanya
"Ini makanan anda, dan kalau boleh tahu, apa anda itu mengenal putri saya?" tanyanya Ibu Himawari dengan menaruh beberapa menu makanan pesanan Kak Langit.
"Hem, iya ibu saya adalah temannya sekolah, dulu waktu kami masih SMA." jawabnya dan tersenyum manis menundukkan badannya itu
"Benarkah?,tapi anak itu masih mengantarkan pesanan, mungkin sebentar lagi akan datang." ucap sopan dari ibu Himawari dia pun duduk di sebelah Kak Langit .
"Silahkan di makan, aku yakin kau itu adalah teman sekelasnya ya?" tanya Ibu Himawari .
"Benar sekali, saya adalah teman sekelasnya, saya sudah lama sekali tidak bertemu, tadi pagi kami bertemu di kedai bubur." ucap Kak Langit dengan sopan santun, mulai memakan masakan dari ibu Himawari.
"Waaah,kebetulan sekali." jawab Ibu Himawari
Matanya pun terbelalak saat menyendoknya, karena masakan ibu Himawari sangatlah pas di lidahnya, amat enak dan seperti masakan semua para ibu di dunia ini ,karena masakan paling terenak di dunia adalah masakan dari seorang ibu, terlebih untuk anak kesayangan nya. Maka semua anak di dunia ini pasti akan memfavoritkan masakan ibunya sendiri,walau
masakan restoran mahal yang paling terkenal sekalipun menggodanya.
Ke negeri seberang, dahulu ibu Himawari saat berjualan ke luar negeri,untuk menghidupi dan membiayai semua keperluan dari anak gadis nya, dan sekarang dia sudah lulus kuliah, dan Abangnya sekarang meratau untuk mencari uang secara bergantian.
"Melihat cara makanmu,sama seperti Gamma kalau makan sangat lahap sekali."ucap ibunya Himawari mengelus punggung Kakak Langit.
"Tapi ini sangatlah enak, aku setiap hari akan makan disini saja bu ." ucapnya amat senang sambil memasukkan satu suapan makanan ke dalam mulutnya.
"Teruskan dengan pelan, ibu mau melanjutkan memasak karena kebetulan pesanan sangat ramai." ujar ibu Himawari dan berdiri lalu pergi
Kak Langit mengangguk saja dan memakan semua makanan yang ia pesan.Duduk manis menikmati santap siangnya.
🌻🌻🌻🌻🌻
Himawari dan juga Kakak Bryan masih dalam perjalanan, mereka beruda asyik mengobrol .
__ADS_1
"Hei,bagaimana kabarmu itu?, kau tidak rindu denganku?" tanya Kak Bryan dengan menyetir
Dia menatap ke arah depan dengan fokus tapi masih bisa berbincang dengan Himawari saat ini.Himawari hanyalah membalasnya dengan seulas senyuman. Namun karena Himawari sebenarnya amat merindukan masa saat dia masih SMA bersenang-senang dengan bebas.
Karena dengan menjadi dewasa maka gadis itu, sekarang harus merubah sifatnya, karena menjadi dewasa menurutnya adalah beban .
"Kenapa kau itu hanya tersenyum?, kalau aku mencarimu ke rumahmu yang lama, namun karena kau sudah pindah maka..." ucapan Kak Langit berhenti karena dia sudah mencarinya ke semua tempat ternyata Himawari pindah.
Tidak memberi kabar sama sekali pria itu , dia mengkhawatirkannya. Dan dengan kebetulan saat ini dia bertemu dengan gadis yang dia cari.Maka perasaan syukur di dalam hati kecil menyembul tidak beraturan.
"Maafkan aku, karena kami sempat pergi ke luar negeri membantu ibu berjualan, namun karena di sana tak terlalu baik , dan tak terlalu menguntungkan maka kami kembali saja ke Indonesia kak." ucap gadis itu membuat Kak Bryan tersenyum sumringah.
"Beneran kakak, boleh keluar saat bekerja?"
"Bolehlah, lagipula aku kan sudah lama tidak bertemu denganmu." ujar Kak Bryan tersipu malu, dengan pipi yang merona.
"Oh iya ,Abang Gamma sekarang ini ke luar negeri, untuk bekerja mencari uang."ujarnya sambil tersenyum ke arah Kak Bryan.
"Kau sekarang tinggal dengan ibumu saja?"
"Iya, aku hanya berdua saja, dan sudah sekitar delapanan bulan berada di daerah sini kak." ucap Himawari sembari melihat ponselnya yang bergetar sedari tadi.
Dia mengambil dari saku celananya, dan lalu membaca pesan dari seorang pria tampan dia adalah Kak Langit, seorang pria yang sedang menunggunnya di kedai ibunya.Sambil makan siang, ingin sekali mengobrol bersamanya.
"Aduh, kenapa terulang kembali masalahnya, Ya Tuhaaannn, bisa gilaaa aku,kenapa selalu seperti ini?" batin Himawari galau karena hal ini terulang kembali,Kak Langit dan Kak Bryan akan bertemu dan bersiteru lagi jika mereka berkumpul menjadi satu.
🌻🌻🌻🌻🌻
Kak Langit melihat Ibu Himawari kewalahan karena kedainya begitu ramai maka ia mulai membantu, dan dengan mengantar pesanan makanan di meja para pelanggan.Agar ibunya Himawari tidak terlalu kesulitan.
Bersambung...
__ADS_1