Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 84 "Menepikan Mobil"


__ADS_3

"Aku akan ke pantai Kakak ikut?" Himawari mengajak Kak Langit pergi ke pantai.


"Boleh, tapi dengan siapa saja?" jawab dari Kak Langit pada Himawari sambil menatap.


"Mungkin dengan Shakira dan Kak Bryan juga atau bersama-sama ,akan lebih ramai." sambil tersenyum merasa agak baikkan karena akan pergi ke pantai, Himawari berniat akan teriak dan mengumpat di pantai nantinya dengan bebas, karena suaranya tidak akan terdengar hanya deburan ombak yang akan mendengar.


Kakak Langit diam mendengar ucapan dari Himawari ,karena jika ada Kakak Bryan dia tak berani ikut serta takut nanti ada perkelahian.


"Tak usah di ajak!, aku akan mengantarmu." Tiba-tiba suara Kakak Bryan menyeruak dan sudah muncul masuk dari pintu ruangan itu.


Saling bertatapan dengan Kak Langit,mereka berdua bersitegang,tak lama ternyata Shakira pun datang menghampiri Himawari juga saat ini berdiri di depannya.


"Ayoo katanya kau mau pergi ke pantai,aku juga ingin mencium aroma pantai." Shakira yang sudah mulai tak sabar pergi ke pantai.


"Ayolah,Kak Bryan ijinkan Kak Langit ikut ya, aku mohon." Himawari memohon pada Kak Bryan untuk membiarkan Kakak Langit ikut pergi ke pantai saat ini .Sambil menangkup kedua tangannya pada Kak Bryan.


"Tentu saja boleh, biar dia dengan Shakira dan Bram ada di depan bawa mobil kuningnya." Ujar Kak Bryan dengan lembut pada Himawari


"Benarkah baiklah, berarti kita akan ke pantai beramai-ramai." Ujar Himawari sangat senang


"Tentu saja." Bisik lembut Kak Bryan kepada Himawari,tapi menatap wajah Kakak Langit dengan tajam.


Beberapa saat mereka pun sudah berangkat ke pantai bersama-sama.


Himawari naik mobil Kak Bryan, dan Shakira beserta Kak Langit naik mobil Kak Bram saat ini, mereka berangkat bersama-sama.

__ADS_1


Dalam perjalanan Kak Bryan dengan menyetir beberapa kali melihat wajah Himawari,karena tadi dia pingsan setelah mendapat hukuman.


"Wajahmu masih merah kau tahu siapa yang menggendong ke UKS tadi?" Tanya Kak Bryan pada Himawari sembari menatap wajahnya.


"Tidak tahu kak." Sambil menunduk lemas.


Kak Bryan menepikan mobilnya di bibir jalan.


Lalu dia meneruskan percakapannya kepada Himawari, dia merasa kesal kenapa ada gadis bodoh yang tak pekah padanya.


"Aku tahu tadi Langit akan mendekatimu,dan akan menggendongmu, namun aku lebih dulu bertindak." Dengan nada tinggi agak marah dan juga kesal karena Himawari di dekati pria lainnya.Dia menatap wajah Himawari dengan tajam,lalu menyeringai.


"Kakak marah." Himawari menunduk meringis kesakitan karena kakinya terluka akibat siang tadi mengitari lapangan.


"Apa kak?" Tanya Himawari dia mendongak, dan menatap wajah Kak Bryan tepat di depan wajahnya saat ini .


"Ya Tuhan, kenapa jantungku berdebar...??" Batin dari Himawari semakin canggung,dan tangannya pun terasa dingin dan keluh.


Ada hal yang tidak bisa di ungkapan dengan kata-kata oleh gadis kecil ini, baginya adalah hal yang tidak pernah dia lalui, dan membuat


perasaannya semakin tidak karuan.


Tak disangka-sangka Kak Bryan pun langsung mendaratkan bibirnya yang merah, ******* lembut,serta menghis*pnya dengan perlahan namun pasti.Himawari terkejut akan tindakan itu,namun dia tak bisa mendorong tubuh Kak Bryan hanya membiarkannya.Pasrah hanya diam akan perlakuan itu.


Kak Bryan meneruskan cium*n romantis pada gadis kecil itu.Karena sudah lama perasaan itu terpendam dalam hatinya ,tak terbendung lagi, karena hal ini adalah momen yang paling pas buatnya maka dia pun, segera menci*m bibir kecil Himawari dengan penuh perasaan.

__ADS_1


Himawari pun melihat hidung Kak Bryan yang panjang, sesekali merasakan nafasnya yang keluar dari celah hidungnya,jantungnya pun berdesir ,berdegup tidak karuan.Kedua tangan Himawari mengepal, namun jari jemari Kak Bryan menggenggamnya lagi dengan amat lembut ,agar Himawari tidak tegang,setelah itu Kakak Bryan melepaskan tautan bibirnya pada Himawari, melihat wajah gadis kecilnya memerah pipinya,lalu Kak Bryan menatapnya lagi setelah itu dia pun menautkan bibirnya pada Himawari lagi.


Tak terasa Himawari pun sangat menikmati cium*n dari Kak Bryan ,tangannya melingkar di pinggang Kak Bryan, mereka melanjutkan adegan cium*n dan lupa kalau mereka akan pergi ke pantai.Melakukan adegan romantis di dalam mobil saat menepikan mobil Kakak Bryan.Untungnya kaca mobil ini tidak bisa terlihat siapapun juga. Maka mereka berdua pun bebas melakukannya saat mobil menepi.


Beberapa menit kemudian Himawari dan Kak Bryan pun berhenti,dan mereka sangat malu.


Pipi mereka merah merona seperti kelopak bunga mawar yang bertaburan dari atas .


Harum,wangi,indah sepanjang hari,bertaburan di sepanjang jalan yang akan mereka bedua lalui.Terkena angin segar lalu berhamburan


dimana-mana, warna merah yang merona dan seperti kedua pipi pasangan muda belia ini.


"Aduh, apa yang aku lakukan?,gila aku ini." Batin Himawari dengan degup jantung yang tidak aman, membuatnya semakin bimbang.


Dia pun sesekali memukul kepalanya, dan sangat bingung apa yang sudah ia perbuat.


Kak Bryan memegangi Himawari agar tidak memukuli kepalanya lagi .


"Dengar aku tak ingin melukaimu, aku mohon jangan bilang Abang Gamma, aku akan dapat hukuman." Kak Bryan memohon ke Himawari tak bercerita sama Abangnya, kalau sampai tahu aduh pasti di hajar habis-habisan.


Himawari mengangguk pada Kak Bryan dan mereka pun meneruskan perjalanan pergi ke pantai lagi, beberapa saat kemudian nampak dari kejauhan Kak Bram, Shakira dan juga Kak Langit berdiri di samping mobil kuning milik Kak Bram.


Mereka sudah menunggu Himawari dan Kak Bryan dengan tak sabar, kenapa sangat lama sekali tak kunjung datang. Namun Kak Bram hanya bisa tersenyum akan keterlambatan dari Kak Bryan dan Himawari .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2