Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 168 "Keras Kepala"


__ADS_3

"Oh, kau jadi semacam ajudannya??" telisik dari Shakira menatap lekat wajah Rayan.


Dia pun malu merona karena tatapan Shakira membuatnya salah tingkah, degup jantungnya kini tidak beraturan seperti tabuhan gendrang yang di tabuh. Rayan pun melamun tetap saja menatap wajah Shakira tanpa berkedip.


"Pria aneh sekali, ckkk di ajak bicara malahan melamun saja." gerutu dari Shakira, lalu ia pun menepuk beberapa kali pundaknya.


"Bugh..bugh..bugh...Hei... !!, apakah kau ini sakit?" tanya Shakira memandangi wajahnya Rayan yang sedang melamun diam dan tak berkedip.


"Maaa...maa af kan aku..." jawabnya terbata- bata, karena amat terkejut, tepukan Shakira di pundaknya.


"Ha... Sialaaan Himawari meninggalkanku dengan kutu kupret ini!" batin Shakira yang kini menggerutu sebal pada sahabatnya itu.


"Hei, Shakira boleh aku minta nomer ponsel milikmu?" tanya Rayan berusaha memberani kan diri, agar bisa tetap menjalin hubungan.


"Untuk apa?" tanya Shakira dan mencibirkan bibirnya ke arah Rayan.


"Aku ingin mengenalmu, aku rasa kita akan cocok jika bersama." ujar Rayan jujur dan dia merona merah pipinya .


"Hu.. Apa yang kau bicarakan?, cckkk bangun dari tidurmu, aku tidak mau berkenalan lebih jauh denganmu !!" gerutu Shakira, dia meledek Rayan.


"Kau itu pria cupu, berkaca mata tebal bukan seleraku sama sekali cih." ujar Shakira lalu dia pun menggelengkan kepalanya.


Namun anehnya dengan penolakkan Shakira secara gamblang, bukan malah mundur dan sakit hati Rayan semakin semangat mengejar Shakira.Dia tetap saja menatap Shakira dan dengan pandangannya yang teduh tak marah ataupun merasa berkecil hati.


"Kau ini memang pria aneh seharusnya jika kau bicara begitu kau tak melihatku seperti itu aku risih sekali ckkk.." gerutu Shakira .


"Tapi aku tak masalah kau berbicara begitu, aku memang pria cupu, berkaca mata tebal." jawab Rayan dengan pasrah, dan tetap saja memandangi Shakira dengan jantungnya itu yang berdegup kencang.

__ADS_1


"Kau ini benar-benar tidak mempan dengan kata-kata pedasku !!" gerutu Shakira lagi, dia merasa risih dengan Rayan dan tak nyaman.


"Maaf, kalau aku membuatmu tidak nyaman, tetapi baru kali ini aku merasa sangat ingin dekat dengan seorang wanita." ujar Rayan tulus padanya dengan sopan.


"Sudahlah, aku pusing bicara denganmu." Shakira makin sebal dengan Rayan karena tidak mempan dengan semua kata pedas dan juga usirannya.


Sekarang Himawari dan Kak Langit sedang berbicara empat mata, karena perbincangan mereka yang belum usai.


"Kau tahu.., jika kau menikah dengan Bryan maka aku akan mengucapkan selamat, tapi aku akan tetap menunggumu." ujar Kak Langit dengan memelas, dan mengiba dia lemas tapi berusaha kuat.


"Kak, jangan bilang begitu aku harap kakak bisa lepas dari perasaan kakak padaku, cari gadis yang lebih baik ok." bujuk Himawari agar perasaan bersalahnya pada pria ini pun segera lenyap.


"Tapi aku benar-benar tak mau, kau menikah saja, dan aku tetap akan menunggumu tidak peduli bahkan ratusan tahun ." ujar Kak Langit karena dia hanya menyukai gadis di samping nya itu. Tetap tak mau mencari pengganti di dalam hatinya.


"Maafkan aku, aku dan Kak Bryan saling suka dan akan segera menikah aku harap kakak tak seperti ini menyiksa dirimu sendiri." bujuk dari Himawari.


"Ayolah kak, aku makin merasa bersalah." ujar Himawari bersedih akan semua ucapan pria yang berada di sampingnya itu.


"Dengarkan Himawari, aku sudah kehilangan semuanya, jadi aku tak mau kehilangan rasa cintaku padamu jangan membujukku lagi."


"Cukup sudah, aku sangat mencintaimu jadi tak usah kau berusaha membujukku untuk melupakan dirimu." jawab Kak Langit dengan tegas.


Beberapa jam kemudian setelah mereka puas bermain di mall tersebut, mereka berempat semua keluar dengan perasaan yang gembira


Namun tidak dengan Kakak Langit karena dia merasa batinnya sungguh tersiksa dengan semua kata-kata Himawari. Karena dia ingin tetap merasa cintanya tak akan padam walau gadis itu menikah dengan pria lainnya.


Himawari pulang dengan Shakira, dan Kakak Langit pulang dengan Rayan ke rumahnya itu.

__ADS_1


"Tuan muda kenapa kau murung sekali?" tanya Rayan pada Kak Langit dan melihat ekspresi wajahnya yang sangat muram dan bersedih.


"Aku sangat bersedih hari ini semua orang yang amat ku cintai meninggalkanku Rayan"


gerutu dari Kakak Langit pada Rayan.


"Kenapa kan ada aku?" ujar Rayan membujuk.


"Hemm... Haaa..Kenapa aku selalu terlambat? dulu waktu SMA jika saja aku lebih dekat dulu pasti Himawari menerimaku." ujar Kak Langit.


"Sudahlah tuan muda, nona kecil sudah akan menikah dan bahagia dengan pasangannya aku harap kau bisa segera melupakan." ujar Rayan membujuk tuan mudanya itu.


"Kau sama saja, semua orang menyuruhku untuk mundur sedangkan bagaimana hatiku?" curhat Kak Langit pada Rayan, dengan duduk sembari berlinang buliran air mata karena ia tak bisa membendungnya lagi.


Buliran bening yang kini jatuh membasahi ke dua pipi pria tampan itu, menetes tidak bisa terbendung lagi.Karena benar-benar bersedih.


Rayan pun tak berani berkata-kata lagi hanya mengelus pundak tuan mudanya itu, untuk beberapa kali dengan lembut agar perasaan sakitnya mereda. Dia paham karena semua orang satu persatu di dalam kehidupan tuan mudanya itu pergi meninggalkannya.


Bahkan orang yang ia cintai akan menikah dengan orang lain. Sekarang hatinya masih terluka namun timbul luka lagi di bagian lain.


Membuat pria jangkung berparas tampan itu, masih tidak bisa menerima keadaannya agak mengenaskan. Rayan hanya bisa sedikit saja membuat nya tenang dengan menemaninya.


Tak ada cara lain bicarapun tak akan pernah di dengar oleh tuan mudanya itu, jika ia sudah merasa menyukai orang sangat sulit untuk melupakannya begitu saja atau menghapus dalam hatinya itu. Karena orang yang begitu kita sayangi akan tetap berada di dalam hati kita selama-lamanya. Terkunci rapat dan bisa hilang jika kita sendiri yang membukanya dan mau melupakannya.


"Kenapa semua tega meninggalkanku?, apa aku harus sendirian seumur hidupku??" batin Kak Langit sembari menangis pilu karena tak tertahan lagi.


Semua takdir begitu tak memihaknya saat ini mereka semua ingin Kak Langit belajar harus bisa melepaskan sesuatu itu jika tak mungkin bisa di gapai.Namun pria itu begitu mencintai gadis bernama Himawari tak mau melupakan nya walaupun dia akan menikah. Dia mungkin akan sangat terluka dengan semua tindakan keras kepalanya itu, namun perasaannya yang begitu besar kepada seorang yang amat dia cintai apakah bisa membuat waktu dan takdir luluh dengan usahanya itu. Tetap stay semua ya di novel kedua aku makacih...

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2