Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 149 "Body Guard"


__ADS_3

Rayan seperti biasa mengikuti Himawari ke dalam ruangannya setelah makan siang, dia mengamati ruangan dan juga komputernya dengan teliti sekali.


"Kenapa kau seperti seorang mata-mata saja, Rayan?" tanya Himawari sambil memegangi pundak Rayan.


"Ha.. kau ini aku terkejut... Ehm, tidak apakah di ruanganmu ini ada orang lain selain kau?" tanya Rayan dan menatap lekat wajahnya .


"Ada lah..., kan ada kau sekarang." ucap polos Himawari pada Rayan dan terkekeh.


"Aku tidak bercanda, maksudku ya selain kita berdua Hima." ujar Rayan dan menggelengkan kepalanya.


"Tidak, hanya kita berdua saja." jawabnya.


"Tapi aku merasa kalau sebelum kita kemari ada orang lain sudah kemari sebelumnya." ujar Rayan dan berjalan mengendap-endap, melihat dari setiap sudut ruangan Himawari.


Melihat kolong meja, lemari dokumen, ke arah korden dan semua sudut ruangan ini ternyata tidak ada orang lain. Namun anehnya ruangan Himawari ada beberapa benda bergeser juga dokumen yang bertumpuk sedikit tidak rapi.


"Kenapa raut wajahmu serius sekali Rayan?" tanya Himawari dan mengernyitkan kedua alisnya.


"Ya, sudah kalau kau keluar dari ruangan ini, sebaiknya kau kunci saja." saran Rayan pada Himawari kemudian dia pun membuka korden jendela di sampingnya, tidak ada sama sekali orang yang mencurigakan seperti dugaannya.


"Hei, sudahlah memang tidak ada orang lain lagi selain kita berdua." ujar Himawari,dia pun duduk sambil menyalakan komputernya.


Namun seingatnya memang komputer milik nya masih menyala saat dia tinggal makan siang tadi. Kenapa komputer ini sudah mati.


Siapa yang mematikannya, Himawari mulai mengernyitkan kedua alisnya itu, lalu dia pun berpura-pura tidak curiga pada siapapun .


"Apa ada yang aneh?" tanya Rayan serius.


"Tidak ada, sudahlah Rayan..." ujar Himawari.


"Oh, iya kau kalau di kantor di panggil siapa?, kenapa Kak Eliz tidak mengenalmu??" tanya Himawari ,mengamati ekspresi dari Rayan.


"Tentu saja dia tidak mengenaliku,aku hanya pegawai biasa, dan Eliz itu kan sekertarisnya Pak Bara." ujar Rayan pada Himawari dan ia duduk di sebelah Himawari saat ini.


"Lalu aku ini bagian apa?" tanya Himawari dan menggerak-gerakkan kelopak matanya.

__ADS_1


"Kenapa kau tanya aku?, kau tak tanya pada Eliz kau kerja bagian apa??" ledek Rayan pada Himawari, memandangi wajahnya semakin lucu jika kebingungan.


"Belum tanya, kenapa aku bodoh ya?"gumam Himawari, merutuki dirinya sendiri.


"Sudah tak apa-apa, sini aku bantu kerjaanmu biar cepat." Rayan menggeser kursi Himawari dan dia menggantikannya.


"Begini caranya biar kau lebih cepat mengerja kan tugas hari ini ok." sambil menatap layar dengan fokus, jari jemari Rayan mengetik keyboard.


Beberapa saat memang sangat cepat, semua data tercopy dan tersimpan sangat rapi sekali Himawari pun melihat hanya agak tertegun, ia heran kenapa pria memakai kaca mata tebal ini hebat sekali,dalam menggunakan sebuah komputer miliknya.


"Hei, Rayan kenapa kau tak bekerja setiap kali hanya membantuku saja?"ujar Himawari, lalu sambil mengamati wajah Rayan dari samping


"Aku sudah selesai, aku akan bagian IT, jadi jika sudah selesai maka bebas." ujarnya dan santai menatap wajahnya Himawari,lalu dia tersenyum manis.


"Oew.... Lalu tadi malam kau ada acara apa?, aku sampai heran kau sangat berbeda sekali, dengan yang sekarang." gumam Himawari sembari melihat penampilan Rayan kini.


"Tadi malam ada acara pribadi, dan sangat penting, bagaimana denganmu?, aku kira kau kenal dengan putra Pak Bara." ujar Rayan, dia mengamati ekspresi wajahnya Himawari .


"Aku juga ada makan malam, bersama ibu dan juga kekasihku, kenapa kau sangatlah kepo dengan putra Direktur??" gerutunya.


"Kau kan di gosipkan banyak karyawan, maka nya aku tahu, aku kira dekat dengan putra Pak Direktur." ujar Rayan sambil membenahi kaca mata tebalnya.


Beberapa jam kemudian Himawari melihat jam sudah menunjukkan waktunya pulang .


Maka ia pun bergegas pergi ke arah lantai bawah seperti biasanya. Kali ini dia melihat ban motornya bocor dan kempes. Maka dia pun harus menumpang Rayan.


"Kenapa bocor segala?, tadi pagi masih tidak apa-apa." gerutu Himawari sebal, ban motor kecil nya bocor.


"Rayan ayo antar aku pulang, lihat ban motor ku bocor, tadi masih tidak apa-apa??" ujarnya dengan terpaksa,karena kebetulan searah .


"Ok siaap....,aku akan mengantarmu nona." jawab Rayan, dan menghentikan motornya di samping Himawari.


Mereka berdua pun mengendarai motor, lalu menuju rumah Himawari. Kebetulan saat ini ada Kakak Langit sedang membantu ibunya Himawari di kedai. Himawari mengajak Rayan untuk makan dulu di kedai ibunya, biar dia itu sekalian mampir juga.


Saat Rayan masuk dia pun melihat Kak Langit memakai celemek di tubuhnya, juga ia terlihat berkeringat sangat kelelahan.Mata Kak Langit langsung tertuju pada Rayan.Menyeringai,dan melototot ke arahnya.

__ADS_1


"Kak, kenalkan ini teman kerjaku namanya Rayan." ujar Himawari memperkenalkan dia.


"Ehm....ehmm.. Ehmm..." berdeham sambil melihat ke arah Rayan.


"Se..selamat sore tu.. maaf , kenalkan nama saya Rayan." mengulurkan tangannya pada Kak Langit.


Dia pun menjabat tangannya dan meremas, namun Himawari tidak tahu. Kalau Kak Langit sudah mengenalnya saat ini.


Himawari pergi ke dalam toilet untuk berganti baju. Saat itu lah mereka berdua mengobrol di luar kedai ibunya Himawari.


"Dasaaar bodoh !!!, siapa yang suruh kau itu mengikutiku ??" gerutu Kakak Langit sambil menginjak kaki Rayan sekuat tenaganya.


"Aduuuuh, sakit tuan mudaaa...!!" pekik Rayan dan langsung di bungkam Kak Langit dengan telapak tangannya.


"Kenapa kau bisa kesini???" tanya Kak Langit.


"Kau tidak tahu?, gadis itu bekerja di gedung perusahaan Pak Direktur." ujar Rayan sambil menundukkan badannya.


"Maksudmu??, Himawari kerja dengan orang tua itu." gumam Kak Langit dengan nada agak sebal, dan juga sangat terkejut sekali.


"Iya tuan muda, " jawab Rayan sambil menun dukkan kepalanya ke arah Kak Langit.


"Siaaalaaannn...Jadi kau kemari hanya untuk membuntutiku, dan Himawari!!" gumamnya Kak Langit, dan menatap tajam Rayan.


"Tidak membuntuti, tapi saya itu di tugaskan oleh Pak Direktur, untuk jadi body guard nona itu saja." ucap Rayan dengan lirih karena takut dimarahi oleh tuan mudanya.


"Sial... Kenapa kau mau saja?,lagipula untuk apa harus memakai body guard?" tanya dari Kak Langit, dan menggelengkan kepalanya.


"Tuan muda kembalilah,nona kecil kasihan di kantor, banyak karyawan membicarakannya." gumam Rayan, dia menatap wajahnya Kakak Langit.


"Aku kan sudah bilang,tidak tertarik bekerja di kantor, aku sudah bekerja dan bisa mendapat uang sendiri." jawab Kak Langit sewot kapada Rayan. Dia membuang muka ke arah lainnya.


" Oh,Jadi kalian berdua di sini,sudah akrab ya, baguslah kalau begitu ayo kita masuk, makan bersama." ajak Himawari tiba-tiba, membuat mereka berdua menghentikan percakapannya


Mereka berdua tidak bisa berkutik dan masuk secara beriringan, dan duduk di meja makan menunggu makanan tiba dan di hidangkan.

__ADS_1


Rayan dan juga Kakak Langit saling menatap agak canggung, Himawari tak menaruh curiga sama sekali pada mereka berdua.


Bersambung...


__ADS_2