
"Ampun... ampun... baiklah kami menyerah." Ujar dari preman itu mereka semua berlutut pada Shakira, sambil menggosokkan tangan dan ketakutan ternyata hanya seorang gadis bisa mengalahkan lima orang perundung .
"Dengar , kembalikkan uang anak itu, dan juga jangan kalian mengulanginya, atau kuhabisi kalian!!!" Ujar dari Shakira menyeringai pada mereka semua, sambil melayangkan telapak tangannya di tempelkan pada pipi sang ketua perundung itu beberapa kali.
"Baiklah ,kakak kami pastilah berjanji tak akan merundung, dan memalak lagi." Janji sang ketua para perundung lalu mereka melarikan diri tergopoh-gopoh, setelah mengembalikkan uang siswa tadi yang di palak.
Tinggal satu siswa yang kotor banyak luka di wajahnya, tak itu saja dia sedang menangis sesenggukkan dengan, jongkok di dekat tiang listrik sambil mengusap-usap kedua pipinya.
"Hiks...hiks... hu..huh..hu.." Tangis anak itu jongkok di bawah tiang listrik .
Shakira dan Himawari mendekatinya, Shakira mengelus punggung siswa itu, dia merasakan kalau siswa ini sedang merasakan hidupnya amat mengerikan, ada trauma karena sering merasa di rundung oleh teman-temannya di sekolahan.
"Sudahlah jangan menangis, kau kan anak pria mana ada?" Ujar Shakira agar dia mau berhenti menangis, namun pria ini masih tak mau bangkit , dan tetap menangis.
"Dengar, kau tahu Shakira ini hanya seorang gadis tapi dia tak pernah di rundung , karena dia gadis tertangguh yang pernah aku kenal." Himawari mencoba memberikan semangat pada pria yang menangis itu, sembari jongkok di bawah, sambil menatap wajahnya pria ini sembab terkena lelehan air matanya yang mengalir sedari tadi.
__ADS_1
"Berhentilah menjadi pria cengeng, belajarlah mulai sekarang menghadapi kehidupan ok." Ujar dari Himawari yang sangat bijaksana.
Shakira yang menatap wajah Himawari, lalu dia terkejut karena selama ini sahabatnya itu adalah seorang gadis bodoh yang selalu saja berangkat sekolah terlambat, tak itu saja dia sangat heran sekali kenapa gadis ini bisa-bisa nya bicara sebijaksana itu, membuat Shakira terpana, merasa Himawari berubah menjadi gadis yang dewasa. Shakira pun tersenyum.
Himawari pun menarik lengan Shakira pergi dari hadapan pria yang menangis itu, sembari tersenyum sangatlah manis, mendongakkan wajahnya pada langit biru yang masih cerah.
"Wah, aku sangat heran sahabat kecilku kau, berubah menjadi dewasa sekarang." Shakira tersenyum bangga melihat wajah Himawari dari samping, sambil bergandengan tangan.
"Tentu saja Shakira, lagipula ada yang ingin ku ceritakan padamu." Gumam dari Himawari pada Shakira lalu dia menggerakkan kelopak matanya yang indah beberapa kali.
Mereka pun menepi duduk di sebuah taman kota yang indah, karena suasana agak sepi mereka berdua bisa bercerita dengan leluasa.
"Ada apa ceritakan semua padaku?" Tanya dari Shakira dengan pandangan penuh tanda tanya besar .
Menatap Himawari yang akan mengeluarkan semua cerita membuatnya beberapa hari ini tak bisa tidur dengan nyenyak.
__ADS_1
"Dengarkan ya, aku beberapa hari ini bingung dan tak bisa tidur dengan tenang." Curhat dari Himawari sambil mengerucutkan bibirnya itu.
"Hem, memang kenapa?" Tanya dari Shakira penasaran kenapa sahabatnya ini tidak bisa tidur .
"Kau, tahu beberapa hari yang lalu aku ini... ehm... ehm..."Gumam Himawari pelan , ragu dan agak canggung dia bingung harus mulai dari kata apa bercerita pada Shakira.
"Kau ini membuatku penasaran saja, ayolah ceritakan aku akan mendengarnya ok."Shakira sambil menggenggam erat jemari Himawari yang terasa dingin dan keluh.
"Kenapa tanganmu ini dingin sekali? , kau ketakutan?" Tanya dari Shakira dengan serius ternyata tangan Himawari kedinginan saking gugupnya mau bercerita pada Shakira .
"Sebenarnya , beberapa hari yang lalu itu pas waktu aku kerja." Ujar dari Himawari amatlah lirih pada Shakira, membuat Shakira tak bisa mendengar suaranya.
"Apa yang kau katakan sebenarnya?,keraskan sedikit suaramu." Protes dari Shakira kepada Himawari, karena suaranya terlalu lirih,ia pun mendekatkan wajahnya di dekat Himawari agar mendegar curhatan dari sahabatnya itu.
Himawari pun canggung dia menggenggam erat ,dan mengepalkan kedua tangannya lalu menelan selivanya.
__ADS_1
Bersambung...