
Rayan membantunya dengan cepat, karena ia mengajari Himawari menggunakan komputer nya ,dan memberikan trik juga tips agar tugas nya lebih mudah, Himawari menerima semua tips, dan trik Rayan sangat berguna sekali.
"Wah.....hebat sekali ternyata kau ini pintar juga ," ujar Himawari, mengacungkan kedua jempol tangannya ke arah Rayan.
"Ah.. biasa saja kau saja yang terlalu memuji aku." jawab Rayan sambil mengelus dan juga mwnggaruk rambutnya merasa kalau pujian Himawari terlalu berlebihan padanya.
"Lihatlah,masih jam 3 aku sudah menyelesai kan semua salinan Dokumen nya." ujar dari Himawari tersenyum seumringah menatap Rayan.
Himawari menyenggol bahu Rayan dan juga tersenyum manis ke arahnya, membuat dia sedikit salah tingkah di buatnya.
"Hei, Rayan kau berapa lama kerja disini?" tanya Himawari dengan tersenyum manis.
Himawari memandang wajah Rayan melihat dan memperhatikan gerak-geriknya, karena ia ingin melihat ekspresi wajahnya Rayan.
"Ehm, sudah cukup lama memang kenapa?" tanya Rayan kepada Himawari, memasang wajah serius, Rayan balik nanya pada gadis itu membuat Himawari bingung.
"Ehm, aku tanya kau balik tanya?" ujarnya dan kecewa atas pertanyaan balik Rayan.
"Hi..hi..hi...,sudah lama pokoknya,pertanyaan dariku tadi belum kau jawab."telisik Rayan ke Himawari dan mendekatkan badanya dekat gadis kecil itu.
"Hemmm, kau ini kepo amat, sama dengan banyak karyawan di kantor ini Rayan."gerutu Himawari, dan mengerucutkan bibirnya .
"Bukan kepo lah,karena kemarin itu saat aku menyenggol bahumu,banyak body guard dari Pak Bara mendatangiku." ujar Rayan curiga.
"Benarkah?,apa mereka akan menembakmu?, atau mereka akan membunuhmu??" goda dan juga ledek Himawari pada Rayan, melotot ke arah Rayan agar dia takut.
"Aish, bukan mereka bilang aku harus segera ke ruanganmu dan meminta maaf." ujar dari Rayan kepada Himawari, dia melihat wajah Himawari terlihat akan tertawa ,namun dia saat ini menahannya sekuat tenaga, namun tak kuasa menahannya lagi.
"Ha...ha...ha..ha." Himawari terbahak-bahak, hingga suaranya terderdengar hingga di luar ruangan.
__ADS_1
"Kenapa kau malah tertawa?,makanya aku ini curiga apa kau ini kekasihnya anak Pak Bara?" tanya Rayan pada Himawari,dengan menatap wajahnya. Himawari asyik makan potongan buahnya yang ia ambil dari pantry siang tadi.
"Kau ini pria tidak baik kepo,lagipula tak baik ikut campur urusan orang lain iya kan," ucap gadis kecil itu memasukkan buah ke mulut Rayan agar dia tidak banyak tanya.
"Makanlah buah itu ok, aku mau ke ruangan kak Eliz ." pamit Himawari dan segera pergi ke ruangan kak Eliz.
"Thok..thok..thok..., permisi kak Eliz apakah ada di dalam ruangan?" tanya Himawari dan beberapa menit pintu tidak segera di buka maka Himawari pun membukanya, namun Kak Eliz tidak ada di ruangannya.Maka dia kembali ke ruangannya.
"Kenapa kau cemberut?" tanya Rayan sambil mengutak-atik komputer Himawari.
"Ehm, kak Eliz tak ada, dia keluar mungkin." ujar Himawari dan duduk di samping Rayan.
"Sudah jangan cemberut begitu, ini aku sudah membenahi komputermu, lihat jika kau bosan bisa bermain game disini." ujar Rayan karena komputer Himawari habis di otak-atik olehnya
"Waaaah..baik sekali kau ini, terimakasih ya.." ucap Himawari tersenyum sumringah, dia melihat wajah Rayan ini sebenarnya tampan namun karena kaca mata yang tebal, juga penampilannya seperti sangat kuno sekali.
Membuat Rayan seperti seorang anak muda tapi dengan penampilan seperti bapak-bapak.
"Ide apa?" tanya Rayan dan menunggu suara yang akan keluar dari bibir Himawari dengan antusias.
"Coba lepas kacamata mu, lalu kau pakai soft lens ,dan bajumu pakai yang lebih kece biar tampan." ujar Himawari memberinya saran agar dia sedikit berubah.
"Tapi aku malu, aku lebih nyaman seperti ini, apakah kau malu jika berteman denganku??" tanya Rayan dengan menundukkan wajahnya.
"Tentu tidak lah, bahkan aku ingin kau tampil berbeda dan lebih percaya diri." ujar Himawari memberi saran pada Rayan, dan tersenyum kecil le arah Rayan.
"Baiklah besok aku coba, padahal aku sangat nyaman dengan penampilan yang seperti ini." ujar Rayan sambil menggaruk rambutnya itu.
"Janji,kau akan punya banyak teman jika kau berpenampilan lebih kece." saran Himawari lagi kepada Rayan.
__ADS_1
"Baiklah..." jawabnya namun agak terpaksa.
Rayan adalah pria penggemar game, dan dia ahli di bidang IT,walau dengan penampilannya yang agak kuno kacamata tebal, dan bajunya agak tidak modis. Tapi soal dunia komputer dia adalah ahlinya. Himawari melihat Rayan sebagai temanya di kantor.Maka dia memberi saran agar dia nampak lebih stylish, membuat Rayan akan lebih percaya diri jika dia bertemu dengan banyak orang lain.
Himawari saat ini asyik menghabiskan waktu senggangnya dengan main game, bergantian dengan Rayan akhirnya jam pulang pun tiba.
Mereka berdua berjalan menuju ke arah lift, dan turun ke lantai bawah untuk mengambil motor Himawari.Ternyata Rayan membawa motor kecil juga.Dia menaruh di pojok sendiri maka tak terlihat oleh Himawari sebelumnya.
"Owh, kenapa kemarin pas hari pertama aku bekerja aku tak melihat motormu?, yang ada hanya mobil saja berjejer rapi disini."ucapnya, Himawari pun mengernyitkan kedua alisnya.
"Aku, membawa motor tapi aku menaruhnya di pojok sana makanya kau tak lihat."sanggah Rayan pada Himawari.
"Terserah kau ayo kita pulang, makasih ya sudah memperbaikki komputerku ." ucap dari Himawari dan berterimakasih pada Rayan.
"Sama-sama, kau jangan patah semangat walaupun disini tidak menyenangkan, kau harus masuk kerja ok." saran Rayan pada Himawari.
"Bertemanlah denganku, aku ini pria baik-baik dan tak punya banyak teman, aku sudah lama kerja disini, memang begini suasana kerja di gedung sini, selalu tak enak ,apalagi jika ada karyawan baru." ucap Rayan dengan tulus ke Himawari agar tidak patah arang.
"Iya Rayan makasih ya ,aku pulang dulu." ujar Himawari berpamitan, dia pun mengendarai motor kecilnya menuju jalan raya.
Begitu juga Rayan, dia pulang dengan motor matic nya dengan melaju kencang.
Himawari melintasi jalan raya dengan hati- hati dan pelan, karena dia agak lelah takut terjadi hal yang tidak di inginkan.Beberapa menit dia baru sampai di rumahnya.
Dia di sambut dengan senyuman pria tampan yang sedari tadi sudah menunggunya, pria itu adalah Kak Bryan. Dia menyambut Himawari dengan senyuman sumringah.
"Apakah kakak sudah lama menunggu?" tanya Himawari, dan menatap wajah Kakak Bryan.
"Baru saja kok, aku ingin mengajakmu makan malam dengan ibu , sepulang kerja makanya aku langsung kesini." ujar Kak Bryan duduk di samping Himawari yang melepas sepatunya.
__ADS_1
Bersambung...