Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
Episode 181


__ADS_3

Seminggu kemudian


Setelah semua orang tau tentang masa lalunya dengan Angga, Siska selalu berusaha menghindar dari Angga, ia tidak ingin menjadi bahan omongan orang-orang kantor yang mengaggap dirinya besar kepala, karna pernah menjadi mantan pacar Angga, apalagi status Angga sebagai CEO di kantor tersebut, ia harus tetap bersikap sopan kepada Angga.


Tapi Angga tidak pernah peduli akan hal itu, ia tidak pernah segan mendekati Siska di depan orang-orang, bahkan Angga sering kali menghampiri Siska di ruang kerjanya untuk mengajak makan siang bersama, tapi Siska selalu menolak, ia lebih memilih makan siang bersama teman-temannya.


**


Siang ini Siska dan teman-temannya tengah menikmati makan siang di sebuah kantin yang berada di kantor tersebut, tapi tiba-tiba saja Angga datang bersama asisten pribadinya yang baru.


Sontak semua orang berdiri dan memberi salam kepada Angga, termasuk Siska.


"Selamat siang pak" Ucap Semua karyawan yang berada di sana.


"Kalian tidak usaha seperti itu, santai saja, sekarang kan di luar jam kerja"


"Silahkan lanjutkan makan siang kalian" jawab Angga. semua orang kembali duduk untuk melanjutkan makan siang mereka, tapi suasana yang tadinya ramai dengan canda tawa mereka mendadak berubah menjadi sunyi dan canggung.


Kemudian Angga duduk di sebuah kursi kosong yang berada di sebelah Siska, kursi tersebut awalnya berpenghuni, namun tampaknya penghuni kursi tersebut sengaja memberikan kesempatan kepada Angga agar bisa duduk di sebelah Siska.


"Saya boleh kan gabung bersama kalian" tanya Angga setelah mendaratkan tubuhnya di kursi tersebut.


"Tentu saja boleh pak"jawab Anita dengan karyawan yang lainnya, berbeda dengan Siska yang tampak risih dengan kedatangan Angga.


"Ga... ngapain sih kamu ke sini" bisik Siska kepada Angga sambil pura-pura memakan makanannya.


"Memangnya gak boleh saya makan di sini, ini kan tempat umum" jawab Angga ikut berbisik.


"Buat kalian semua yang ada di sini, kalian boleh pesan apapun yang kalian mau, nanti saya yang akan bayar semua tagihannya" teriak Angga kepada semua orang.


"Yeeeeeeyyy" semua orang bersorak mendengar ucapan Angga, terkecuali dengan Adi dan Mona yang kebetulan sedang berada di sana juga. Mona tampak iri kepda Siska karna bisa mendapatkan perhatian dari Angga, sedangkan Adi tampak cemburu melihat kedekatan Angga dan Siska.


"Ga... kamu apa-apaan sih" tegur Siska, ia sudah bisa leluasa berbicara sebab semua orang sedang sibuk memesan makanan


"Aku cuman pengen nyenengin karyawan-karyawan aku Sis, gak apa-apa kan sesekali nyenengin mereka" jelas Angga


"Tapi sepertinya ada satu karyawan aku yang gak suka" sindir Angga.


"Boleh-boleh aja Ga... tapi mereka pasti akan berpikir macem-macem sama kita" jawab Siska kesal.


"Biarin aja Sis.... kamu gak udah pikirin omongan orang lain" jawab Angga tampak santai.


"Tetep aja aku gak enak Ga" gerutu Siska lagi.

__ADS_1


"Ikut aku yuk sis sekarang" ajak Angga


"Ikut kemana ? bentar lagi jam makan siang nya selesai, aku masih banyak kerjaan" jawab Siska mengerutkan dahinya.


"Udah gak apa-apa"


"Nit kami bisa kan menghandle kerjaan Siska, nanti saya akan kasih kamu bonus" ucap Angga kepada Siska.


"Siap pak bos"jawab Nita semangat.


"Tapi Ga..." ucap Siska bingung.


"Ayo" Angga menarik tangan siska dan membawa nya pergi dari kantin


**


Angga membawa Siska ke tempat dimana dulu mereka menghabiskan waktu di Bali untuk liburan, dan di tempat itu pula cinta mereka bersemi.


"Ga...ini kan ?" Ucap Siska ketika mereka sudah sampai di sebuah pantai.


"Ia... Pantai ini merupakan saksi bisu bersemi nya cinta kita berdua" jelas Angga.


"Kamu masih ingat Ga..." Siska kira Angga sudah melupakan tempat ini. Selama ini setiap Siska sedang merasa bosan, ia selalu datang ke tempat ini untuk menyejukkan hatinya, berjalan di pinggir pantai sendirian sembari menikmati semilir angin laut


"Tentu saja aku masih ingat, sampai kapanpun aku tidak akan pernah melupakan tempat ini"


"Kamu mau kan sis... Sama-sama seperti dulu"


"Tapi ini terlalu cepat Ga... Aku sedang menata hati ku kembali, setelah apa yang aku alami kemarin" Jawab Siska bingung.


"Tidak ada yang terlalu cepat Sis... Aku sudah menunggu kamu sangat lama, aku juga tau kamu gak pernah benar-benar mencintai Adi, aku yakin di hati kamu masih ada aku"


"Mungkin ini jalan yang di berikan Tuhan untuk mempersatukan kita kembali" jelas Angga


"Tapi Ga..."


"Sis... Aku mohon, jangan bohongi perasaan kamu lagi"


"Jangan pikirkan apapun selain kebahagiaan kamu sendiri"


"Kamu berhak bahagia Sis"


"Percaya sama aku Sis..."

__ADS_1


"Kita mulai lagi semuanya dari awal yah" bujuk Angga.


Siska tampak terdiam beberapa saat untuk berpikir, dan kemudian ia mengangguk. Lalu Angga memeluk Siska dengan perasaan bahagia. "Aku janji Sis... Aku akan bahagiakan kamu"


**


Keesokan harinya, Siska masih tampak canggung dan juga malu memperlihatkan kedekatan nya dengan Angga di hadapan orang lain, awalnya Siska meminta Angga untuk merahasiakan hubungan nya kepada orang lain, tapi Angga tidak setuju, justru ia malah mengundang seluruh karyawannya untuk makana malam bersama di sebuah restoran yang sudah ia booking secara husus, sekaligus membuat pesta kecil-kecilan untuk merayakan hubungannya bersama Siska, tapi bagi Siska semua itu sangat berlebihan.


Semua teman-teman Siska terutama Anita ikut bahagia mendengar kabar tersebut, tapi ada juga yang tidak menyukainya, siapa lagi kalau bukan Mona, ia merasa kalah saing dengan Siska, karena Siska bisa mendapatkan pengganti Adi dengan sangat cepat, apalagi Siska bisa mendapatkan laki-laki yang levelnya jauh di atas Adi. Laki-laki yang bisa di bilang sangat sempurna.


**


Satu bulan kemudian


Saat ini Siska sudah tidak malu-malu lagi memperlihatkan kemesraannya dengan Angga di depan umum, bahkan mereka berdua tak pernah melepaskan genggaman tangan mereka ketika jalan berdua. Tapi meskipun begitu, Siska tetap bekerja dengan baik dan profesional, tidak pernah mencampur adukan urusan pekerjaan dengan urusan asmara nya. Setiap hari Angga selalu menjemput dan mengantar kan Siska ke rumahnya, mereka selalu pulang bersama terkecuali jika Angga ada pertemuan dengan client nya.


Karena tidak ingin membuang-buang waktu lagi, Angga memutuskan untuk melamar Siska, ia mengajak Siska pulang ke Jakarta, tapi ia tidak memberi tau Siska tentang niat nya itu, ia ingin memberikan kejutan kepada Siska.


Siska benar-benar di buat terkejut ketika Angga dan orang tuanya datang ke rumahnya, termasuk dengan Meisya dan Jhonatan, mereka semua menyampaikan maksud dan tujuannya datang ke rumah Siska, yaitu untuk melamar Siska menjadi istri Angga.


Tentu saja Siska pun menerima lamaran Angga, ia benar-benar bahagia karena Angga ternyata benar-benar serius dengan hubungannya.


Kedua belah pihak sudah sepakat jika mereka akan menggelar acara pernikahan putra-putri mereka dalam waktu dekat. Acara tersebut akan di laksanakan di Jakarta, sebab sebagian besar keluarga mereka berada di Jakarta, tapi Jhonatan juga berjanji akan menghadirkan semua teman-teman Siska yang berada di Bali untuk datang ke Jakarta, bila perlu ia akan membawa seluruh karyawan Angga. ia akan menggunakan beberapa private jet nya untuk menjemput mereka Semua ke Jakarta, untuk menyaksikan kebahagiaan Siska dan Angga.


Meisya dan Jhonatan lah yang akan mengatur semuanya, ia akan memberikan pesta pernikahan terbaik untuk Adik kesayangannya itu


**


Pesta pernikahan Angga dan Siska benar-benar di rancang denga sangat mewah dan meriah, Meisya dan Jhonatan memang mempersiapkan semuanya dengan sangat sempurna, bahkan Meisya sendiri yang merancang gaun pernikahan untuk Siska, sehingga Siska tampak cantik dan Anggun bak tuan putri dari negri dongeng. Tak tanggung-tanggung biaya yang di keluarkan Jhonatan mencapai angka yang sangat Fantastis, ia tidak mengijinkan Siska dan keluarganya mengeluarkan uang sepeserpun. Mereka hanya tinggal duduk manis di acara tersebut.


Jhonatan juga memberikan hadiah kepada Siska dan Angga, yaitu tiket bulan madu ke Eropa, tak tanggung-tanggung ia juga akan memboyong seluruh keluarganya termasuk keluarga Siska untuk berlibur ke luar Negri.


Selly Rey Hana dan Jefry juga ikut andil dalam menyukseskan acara tersebut, mereka semua mendapatkan peran penting dengan tugasnya masing-masing, mereka semua sangat semangat dan antusias untuk membantu Meisya dan Jhonatan.


Sebagian besar tamu undangan yang datang merupakan orang-orang yang sangat penting dan berada dari kalangan atas, tapi Jhonatan tidak pernah membeda-bedakan mereka semua, ia ingin semuanya mendapatkan pelayanan yang sama dan bisa menikmati pesta tersebut. Jhonatan juga menghadirkan penyanyi-penyanyi papan atas untuk mengisi acara tersebut.


"Kak.... Aku dan Siska bener- bener berterima kasih kepada kalian, kalian berdua sudah susah payah menyiapkan pesta pernikahan kami, pesta pernikahan yang sangat luar biasa, yang gak akan pernah kami lupakan seumur hidup kami" Siska dan Angga menghampiri Meisya dan Jhonatan yang baru saja menyapa para tamu.


"Kamu gak perlu berterima kasih Dek, kakak senang melakukan hal ini untuk kalian, kakak ikut bahagia melihat kalian bahagia, kakak hanya berharap jika kalian selalu hidup rukun, ia kan mas." jawab Meisya seraya mengusap lengan Angga.


"Ia Ga... Semua ini memang sudah merupakan kewajiban kita berdua sebagai kakak kamu" Jawab Jhonatan.


"Makasih banyak kak, aku beruntung mempunyai kakak ipar seperti kak Jhonatan" Angga memeluk Jhonatan sebagai tanda terimakasih nya.

__ADS_1


Hari itu semua orang ikut bahagia dengan pernikahan Siska dan Angga, mereka semua juga tampak menikmati kemeriahan pesta tersebut.


......TAMAT......


__ADS_2