Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 108 "Cadangan 2"


__ADS_3

Satu minggu kemudian setelah ujian akhir semester berjalan dengan baik, maka semua usaha dari semua siswa akan tertulis dalam raport yang akan di bagikan minggu depan.


Karena hari ini adalah jam kosong maka tidak ada pelajaran hanya ada siswa yang sedang asyik bermain, ada yang berolahraga dan ada juga yang sedang mengobrol dengan santai.


Himawari pun duduk di tepi lapangan dan menikmati semua camilannya, Kak Langit pun seketika duduk tenang di sampingnya membawakan banyak makanan ringan dan minuman kesukaan Himawari.


"Makanlah, aku tahu kau akan suka." ujar Kak Langit yang pendiam berubah menjadi pria yang hangat dan sangat ceria .


"Makasih, kak ternyata semua pelajaran yang kakak ajari sepulang sekolah, dan semua di kertas rangkuman kakak berikan membuatku memahami semua soal ujian tahun ini." ucap Himawari dengan bangga dan sangat senang


Menatap wajah Kak Langit yang berseri-seri, Kak Langit melayangkan senyumannya pada Himawari dan mengacak-acak rambutnya.


"Baguslah, aku ingin kau berubah jika kau naik kelas dengan nilai yang tinggi, aku mau kita pergi jalan-jalan saat liburan." ajak Kak Langit tiba-tiba membuat Himawari terkejut.


"Maksudnya Kak?" tanya Himawari dengan menggigit sedotan di bibirnya, lalu menatap Kak Langit yang akan berbicara.


"Ya kita pergi liburan ke Luar Negeri, ajaklah Shakira kau mau???" tanya Kak Langit pada Himawari dan membuatnya sangat senang sekaligus bingung, bagaimana dengan Kak Bryan jika ia tahu kalau dia berlibur dengan Kakak Langit.


"Ke Luar Negeri ,aku tak pernah piknik sejauh itu." ujar Himawari melotot dan raut wajahnya semakin merah malu .


"Kau kira aku anak miskin." tanya Kak Langit pada Himawari dengan wajah yang serius.

__ADS_1


"Aku tak pernah menganggap kakak miskin, kenapa kakak seperti ini ?" tanya Himawari pada Kakak Langit yang merasa dia itu telah berubah drastis, karena Kak Langit yang dia kenal pria pendiam, dan baik hati serta tidak pernah sombong sama sekali.


"Ha..ha..ha...aku hanya bercanda ." jawab Kak Langit pada Himawari.


"Aduh gimana ini??,kenapa bisa seperti ini Kakak Bryan gimana kalau dia tahu ??" batin Himawari semakin bingung karena dia telah melakukan hal yang salah.


"Dengarkan, kau tak akan pernah tahu kalau esok apa yang akan terjadi??" gumam Kak Langit yang tiba-tiba membuat Himawari itu terkejut, karena perkataanya membuat dada terasa nyeri sekali. Ada perasaan ngilu, sesak dan sakit secara bersamaan.


"Apa maksud kakak, hubungan manusia dan kejadiannya adalah misteri??" tanya Himawari dan sambil memandang wajah Kakak Langit dari samping.


Namun Kak Langit tak menjawabnya malahan diam, dan mengamati banyak siswa bermain bola basket saat ini.


Namun karena kepribadian Kak Langit yang agak misterius dan pendiam, dia hanya lebih memilih tak menonjol dan hidup biasa-biasa saja, malah terlihat sebagai pria miskin,maka banyak para gadis menjauhinya.


Namun saat dahulu kala Kak Langit pernah di kejar-kejar Himawari karena meminta bantuan agar nilai mata pelajarannya bisa naik, Kakak Langit yang terlihat acuh diam-diam memberi bantuan Himawari, masuk dalam kelas gadis ini karena terkadang dia membuat rangkuman hanya di berikan pada Himawari.Di masukkan kedalam tasnya tanpa di ketahui siapapun.


Dan Himawari kira itu adalah rangkuman dari Shakira, karena tulisan yang rapi serta sangat jelas,membuat tulisannya dari seorang gadis.


Saat memilih kelas pada awal semester Kak Langit yang seharusnya masuk dalam kelas unggulan, malah dia memilih sekelas dengan Himawari,karena dia ingin melihat kekonyolan dari Himawari, dan duduk di belakang agar ia bisa saja leluasa melihat Himawari tanpa di ketahui olehnya.


Setelah mereka berdua duduk dengan tenang di tepi lapangan bola, mengobrol santai lalu tidak terasa semua makanan ringan dan juga minuman telah habis tak bersisa.

__ADS_1


"Wah sudah habis, berapa lama kita sudah mengobrol??? hihihi..." Himawari cekikikan .


"Biarkan saja lagipula jam kosong, jangan lupa jika rapotmu itu nilainya naik kita pergi jalan-jalan ok." ajakkan dari Kak Langit pada Himawari membuatnya nyaman karena Kak Langit pria pendiam dan sangat baik, serta saat mengobrol juga terasa seperti sedang mengobrol dengan Abang Gamma.


"Kak, lalu jika Kak Bryan marah bagaimana?" batin Himawari lalu wajahnya pun seketika terlihat muram dan sedih.


"Kau masih berfikir tentang Bryan?" tanya Kak Langit pada Himawari saat ini.


"Kenapa kakak bisa tahu??" tanya Himawari


Mereka pun saling melayangkan pandangan satu sama lain,dan membuat suasana tegang


Himawari bingung karena hal ini tak bisa dia pecahkan,karena dia menganggap Kak Langit yang baik hati itu rela menjadikan cadangan .


Pria yang tampan dingin seolah acuh tidak pernah mau tahu, ternyata pria baik hati dan tak mau terlihat menonjol,tak itu saja nampak wajah Kak Langit yang sumringah saat ini tak tega jika Himawari menolaknya begitu saja .


"Aduh bagaimana ini ??, aku sudah terjebak dengan dua orang pria sekarang." Himawari membatin, dan hatinya semakin berkecamuk.


Siang yang melelahkan juga menyenangkan, ada hati yang terselip di antara perasaan dua orang pria ini yang akan membuat Himawari kebingungan, dengan pilihan sendiri dan dari awal seharusnya tak ada kata pertemuan jika nanti ada kata perpisahan.Dan juga tidak ada kata awal saja jika semua ini akan ada kata akhiran membuat luka pada salah satu pria yang akan di tolak Himawari .


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2