
"Kenapa lama sekali ya Kak acaranya?" Tanya dari Himawari sambil mengamati acaranya.
"Bentar lagi acaranya akan di mulai." Ujar dari Kak Bryan .
"Apakah kau bosan?" Tanya Kak Bryan sambil melihat sekeliling .
"Tidak, aku hanya penasaran secantik apakah para modelnya ini Kak?, berlenggak-lenggok." Ucap dari Himawari sambil memanyunkan bibirnya dan mengamati sekeliling .
"Hihihi"
"Oh, tentu saja banyak gadis anggun hari ini, dan tema nya musim semi jadi gaunnya itu sangat indah." Ujar dari Kak Bryan tersenyum setelahnya .
"Kenapa Kakak, sangat tahu sekali apakah kakak itu seorang desaigner ?" Tanya dari Himawari dan dia pun melihat ketampanan Kak Bryan.
Yang sedari tadi di sampingnya . Dia mulai agak bosan juga karena jam bergulir dengan cepatnya, namun acaranya masih belum di mulai .
"Bukan, nanti kau akan tahu." Jawab dari Kak Bryan sambil menggerak-gerakkan kelopak matanya yang indah itu beberapa kali .
__ADS_1
"Ehm, kenapa di beritahu sekarang saja?" Ujar Himawari yang mulai penasaran , dengan Kak Bryan.
Ternyata sudah ada seorang gadis datang di samping Bryan,dia adalah seorang gadis sexy berbody goal, badannya seperti boneka barbie
Tidak itu saja pinggangnya yang kecil, wajah tirus, rambut panjang lurus serta bentuk bibir yang sempurna menjadi daya tarik tersendiri bagi kaum adam, matanya indah dan juga dia mempunyai senyuman seperti sorang Ratu ya Ratu kencantikan, dia adalah seorang model bernama Yuri. Teman sekelas dari Himawari .
Dia pun menyeringai dengan ketus, dia duduk di samping Kak Bryan dengan sewot, karena dia melihat Himawari gadis kecil ini duduk di samping orang yang lama ia sukai .
"Bryan, kenapa kau datang dengan gadis ini kenapa kau tak menjemputku saja?" Tanya Yuri dengan rasa percaya diri amat tinggi sekali, sambil tersenyum sinis, melirik gadis yang duduk di sebelah kanan Kak Bryan.
"Lantas, kau menjemputnya karena dia gadis miskin, dan memberinya tumpangan gratis ." Ucap Yuri dengan sinis dan badas , melirik dengan pandangan meremehkan.
"Mulutmu nenek lampir, mau ku pukul dengan sendalku." Jawab dari Himawari dengan sinis
"Lihatlah penampilanmu, kampungan lihatlah! inilah mode sebenarnya, lihat betapa sexy nya aku!" Ujar Yuri membanggakan tubuhnya yang sexy dan berbody goal itu, jika dibandingkan dengan Himawari yang berbadan kecil dan tak sexy sama sekali, hidung kecil wajah juga kecil, semua serba kecil.
"Biarkan saja, aku tak iri sama sekali dengan dirimu, dasar nenek lampir." Jawab Himawari dengan Ketusnya.Dia pun membuang muka .
__ADS_1
Bryan yang ada di tengah-tengah pertikaian gadis satu dengan gadis lainnya itu, hanya bisa tersenyum dan menggaruk rambutnya.
Dia pun takut jika ikut campur maka suasana akan semakin bertambah runyam, makanya dia pun memilih diam dan mengamati mereka berdua saja yang adu mulut saat ini .
"Dasar gadis pendek, kecil dan tak sexy sama sekali, kenapa kau bisa berada disini?" Ujar dari Yuri mencoba memprofokasi agar gadis kecil itu, marah.
"Aish, terserah kau nenek lampir." Balas dari Himawari dengan sewot.
Akhirnya Bryan pun angkat bicara dan mau melerai mereka berdua .
"Sudah-sudahlah, bukankah kau ikut menjadi salah satu modelnya kenapa tak melakukan persiapan?" Tanya dari Kak Bryan pada Yuri .
"Aku muak, aku pergi dulu." Ujar dari Yuri sewot dan pergi meninggalkan Bryan , dan Himawari dengan amat sebal.
Akhirnya Yuri berjalan dengan cepat dan juga bergumam sendiri, sambil berjalan menuju ruang ganti dan siap di poles menjadi model.
Bersambung...
__ADS_1