
Pukul 16.00 wib Hujan pun sudah mereda dan akhirnya semua orang pun bisa melanjutkan kegiatannya, Himawari , Kak Bryan, Shakira dan Abang Gamma, sudah ada di depan pintu gerbang sekolahan.
"Aku pulang dulu ya, dan kau kan mau bekerja sampingan ." Ujar dari Shakira pada Himawari
"Iya aku mau cari uang seperti Abang Gamma agar dapat uang yang banyak, iya kan Bang." Sindir Himawari pada Abangnya menatapnya dengan pandangan curiga. Melotot menatap wajah Bang Gamma yang celingukkan.
"Ha... kau ini abang emang kerja, gadis imut tentu saja kau boleh bekerja sampingan tapi ingat hati-hati ya." Bang Gamma memberikan peringatan agar bisa berhati-hati karena dia telah mengalami waktu yang sangat buruk kala itu.
"Tentu saja Abangku sayang jangan kuwatir, yang aku khawatirkan itu ialah Abangku ini ." Sambil menyeringai pada Abang Gamma .
"Gadis ini."Gumam sebal Abang Gamma yang tak bisa menghindari sindiran Himawari, dan dia pun memberi tanda Kak Bryan agar cepat membawanya pergi.
"He...sudahlah ayo kita berangkat."Kak Bryan melerai dan menyeret Himawari masuk dalam mobil biru Kak Bryan .
"Da...da...adikku yang imut dan nakal." Ujar Abang Gamma melambaikan tangannya ke Himawari di dalam mobil.
"Sialaaan, kenapa Bang Gamma ini sangat menyebalkan." Batin dari Himawari lalu dia menyilangkan kedua tangannya.
__ADS_1
Beberapa menit kemudian mereka sudah masuk ke dalam Gedung tempat bekerja.
"Kau, masuk sendiri aku rasa , aku ini punya banyak pekerjaan jadi, tak bisa menemanimu ok." Kata Kak Bryan berpamitan ke Himawari karena dia banyak tugas yang menumpuk.
"Baiklah Kak, pergilah lagipula aku sudah tahu tempatnya."Jawab dari Himawari dan segera pergi ke ruangannya.
Himawari pun berjalan menyusuri koridor dan ternyata, di bawahnya ada seekor kucing yang sangat manis sekali dia bernama Cute.
Kucing kecil yang bermata kuning miliknya Kak Mentari, dia sangat menyukai Himawari.
Kemana pun Himawari berjalan pergi Cute membuntutinya.
"Ha... cih... Ha...cih.." Bersin-bersin karena ada hewan berbulu dekat Himawari
"Haduh kenapa kau mengikutiku?" Bergumam
"Pergilah sana, aku ini sangatlah sibuk."Usir Himawari dan menggosok bawah hidungnya yang gatal, matanya pun mulai berair .
__ADS_1
Himawari mempercepat langkahnya segera masuk ruangannya itu agar bisa cepat dalam menyelesaikan pekerjaannya hari ini.
Ruangan nampak sepi dan tak berantakkan sama sekali, maka dari itu Himawari hanya akan membersihkan daerah yang kotor dan setelahnya bisa duduk bersantai.
Namun karena Cute membuntuti Himawari maka dia agak tak leluasa. Akhirnya Himawari pun mendekati Cute dengan jongkok tepat di bawah saling berhadapan menahan bersinnya
"Dengar Cute aku ini alergi dan akan bersin terus, jika kau terus membuntutiku." Berbicara dengan Cute.
Cute menatap lekat Himawari yang sedang mengoceh, entah paham atau tidak tetap dia melihat wajah Himawari memerah.
"Ha.. cih... ha..cih..." Bersin-bersin terus dan menggosok bawah hidungnya yang sangat gatal sekali.
"Meow... meow..."
"Aduh... Cute kenapa kau tak pergi ke Kak Mentari saja, apakah kau lapar?" Tanya dari Himawari dia pun memandang Cute .
"Meow... meow..."
__ADS_1
"Baiklah aku akan mencarikan kamu biskuit tunggu disini." Sambil menggosok hidungnya yang merah karena gatal, mata Himawari pun juga berair, namun karena Cute terlihat lapar Himawari berinisitif mencarikan dia makanan
Bersambung...