
"Kau terkejut, aku sangat mengenalnya dia hanya berpura-pura kalau dia anak miskin." ujar Kak Bryan pada Himawari dengan tegas.
"Namun walaupun demikian, aku tetap tak akan memberinnya celah,karena aku sangat menyukaimu." ucap Kak Bryan lagi dia mulai menegaskan pada Himawari.
"Perlu kau ingat, walau dia lebih kaya dariku, aku tak akan pernah mengalah darinya." ucap tegas dari bibir ranum Kak Bryan kepadanya.
Himawari hanya tertegun dia merasa bersalah dan juga sedih sekali,selama ini dia hanyalah tahu kalau Kakak Bryan pria yang periang dan tak pernah terlihat bersedih sama sekali.
Mungkin dia menutupi semua itu agar semua orang tak tahu.Karena baginya kesedihannya akan dia tanggung sendiri tidak untuk di beri tahukan pada semua orang.
Himawari merasa bersalah karena beberapa hari dia sudah mau di bujuk oleh Kak Langit yang mau menjadi cadaangannya saja.
Dan Kakak Langit yang mau membantunya mengerjakan semua tugas,dan akhirnya juga Kakak Langit yang bisa membantu Himawari mengerjakan semua ujiannya akhir semester tahun ini.
Karena minggu lalu Kak Bryan yang tak bisa membantu gadis ini,dan kesibukannya dalam membagi waktu kalau Kak Bram yang sedang tertimpa masalah, belum lagi harus beberapa kali melihat ibunya yang sedang di rawat di rumah sakit. Membuat Kakak Bryan berputar untuk memecahkan semua yang dia hadapi .
Himawari yang akan mengaku bersalah pada Kak Bryan hari ini akan meminta maaf kalau yang di lakukan selama ini salah.
"Dengar, aku tanya apakah kau malu dengan pria yang punya aib seperti aku??" tanya Kak Bryan pada Himwari dengan memegangi ke dua tangan gadis mungil beraroma parfum jeruk sunkist itu.
Himawari tak mengucapkan sepatah kata pun dia hanya menggelengkan kepalanya saja .
"Aku ini serius padamu walaupun aku masih SMA, ingat bagaimana kalau nanti kita bisa berkuliah satu universitas?" tanya Kak Bryan pada Himawari dengan menatapnya tajam.
Himawari pun mengurungkan niatnya untuk bercerita pada Kak Bryan, karena tidak tega jika dia membuatnya bersedih lagi.
__ADS_1
"Tapi aku akan tidak sepintar kakak." sanggah Himawari dengan agak kecewa.
"Ya kau ambil jurusan lainnya, yang penting kita bisa saling berhubungan." ujar dari Kakak Bryan dengan sumringah menatap wajahnya.
"Ini kan kita masih mau naik kelas tiga, nanti kalau udah lulus aku akan memikirkannya ok." ucap Himawari dengan seulas senyumanya yang mampu meluluhkan perasaan Kak Bryan
"Baiklah, aku sangat lega ingat jika ada apa- apa kau bercerita padaku." ucap Kak Bryan memastikan sambil menatap Himawari.
Dia pun mengangguk lalu tersenyum kembali
"Baiklah ayo kita pulang, lagipula sudah sore apa kau ingin kita melanjutkan kencan nya?"
"lagipula hari ini kan libur?" tanya Kak Bryan.
"Mau kemana?, aku agak lelah kak, ehm apa kakak bercerita saja dengan Abang Gamma?" Himawari menganjurkan Kakak Bryan untuk mengobrol dengan Abang Gamma saja .
"Kan tak apa-apa,lagipula aku membuat Kak Bryan dan Kak Langit berteman kenapa kau membiarkan dia sendirian tadi??" tanyanya dia mulai menghawatirkan perasaan Kakak Langit yang di tinggal tanpa di beri kabar .
"Aku akan memberinya pesan kak, nanti kalau Kakak Langit tetap mencari bagaimana hm?" Himawari mulai merogoh saku, mengambil ponselnya ,setelah itu memberikan sebuah pesan kalau dia dan Kakak Bryan sedang ada dia sebuah rumah sakit karena ada yang sakit
Kak Langit pun menjawabnya dengan cepat tidak apa-apa, aku sudah pulang ke rumahku dengan aman dan selamat.
Yang sebenarnya terjadi adalah kalau hari ini Kak Langit, berada tak jauh dari Himawari dan Kak Bryan dia mengikutinya sampai masuk ke dalam rumah sakit ini .Dia berada masih tidak jauh dari tempat duduk mereka namun tidak menyadari kehadiran dari Kak Langit.
Mengamati dari kejauhan sambil berpura-pura menunggu seseorang,Kak Langit menatapnya lekat-lekat dengan perasaan yang sakit .
__ADS_1
Memandangi dari kejauhan Himawari dan Kak Bryan yang sedang bercanda , dan bersenda gurau.Bahwa dari kejauhan sepasang kekasih yang sedang tersenyum ada seorang pria dan menatap tajam tak suka dengan keadaan itu.
"Kenapa kau bersenda gurau dengannya??" batin dari Kak Langit saat ini dan merasakan rasa sakit tepat di hati kecilnya,menatap dan sebal mereka berdua dari kejauhan.
"Kak, apa sekarang kita bisa pulang?" tanya Himawari kepada Kak Bryan dan tersenyum.
"Ayo,oh iya aku mau tanya satu lagi padamu?"
"Apa itu???, katakan..." ucap Himawari dengan amat penasaran.
"Ehm, kau suka aroma jeruk sunkist??" sambil tersenyum menatap wajah Himawari yang polos dan lugu.
"Iya, karena aromanya sangat segar, aku juga suka buahnya kak." jawab Himawari polos.
"Ha...ha...ha, seleramu seperti anak-anak, dan baiklah ayo kita berdua membeli buah untuk di makan rumahmu." ajakkan Kak Bryan pada Himawari seketika membuatnya sumringah .
"Baiklah ayo kita beli buah jeruk, karena aku juga ingin makan yang segar-segar." ujar dari Himawari yang sangat bersemangat sekali .
Mereka berdua masuk kedalam ruangan ibu Kak Bryan saat ini, setelah berpamitan amat sopan sekali, Kakak Bryan mengecup kening ibunya setelah itu, mencium pucuk kepalanya juga memberi hormat,Himawari pun juga ikut pamit mencium kedua telapak dan punggung tangan ibunya Kakak Bryan setelah itu keluar dari ruangan.Mereka berdua sangat berat hati meninggalkan wanita paruh baya yang cantik itu harus di rawat di sebuah ruangan sendiri.
Walaupun dengan berat hati Kak Bryan selalu menyempatkan dirinya untuk merawat beliau, di sela-sela kesibukkan yang sangatlah padat sekali. Dengan demikian kerinduan terhadap ibunya bisa terobati, walaupun penyakitnya tak bisa sembuh dengan muda. Himawari pun merasa kalau Kak Bryan adalah pria yang jujur dan sangat baik hati, dia berbakti pada ibunda nya, walaupun ibu nya saat ini sakit depresi ia tak malu dan memperkenalkan dengan gadis yang ia sukai, Himawari tak malu dengan hal itu malah dia sangat bangga ada seorang pria yang demikian, padahal banyak pria yang tak mau mengakui, dan apalagi akan mengumbar aibnya terutama di depan gadis yang amat ia cintai,takut jikalau nanti akan di jauhi bukan malah menerima apa adanya.
Himawari dan Kak Bryan sudah tepat berada di supermarket.Karena mereka berdua akan berbelanja buah segar .
Himawari ingin makan buah-buahan segar hari ini terlebih dia sangat ingin makan jeruk sunkist, dan aromanya saja cukup membuat kita menelan ludah,karena itu sangatlah segar dan menggugah selera.
__ADS_1
Apalagi di makan dalam keadaan masih fresh dingin dari kulkas, membuat kerongkongan bisa melepas dahaga .
Bersambung...