Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 90 "Kembang Api 2"


__ADS_3

Seketika Kak Bryan memohon agar satu dari permintaannya akan terkabul saat ini, dia pun berharap bisa menajalani hidup dengan baik, serta dia ingin sekali kalau Himawari tak akan pernah meninggalkannya,sampai dia menua bersamanya kelak.


"Semoga Himawari dan aku tak akan pernah terpisah..." Kak Bryan membuat permohonan sambil tersenyum-senyum sendiri menatap beberapa bintang yang bertaburan di langit.


"Ha...ha..ha.." Kak Bryan tertawa lepas dan memandangi langit yang di penuhi bintang- bintang yang indah.


Namun Himawari dan Kak Langit masih asyik bermain kembang api bersama-sama anak- anak di tepi pantai, menyalakannya beberapa kembang api yang tak bisa menyala mungkin karena percikan air, membuatnya agak basah.


"Apa kita harus beli lagi kembang apinya??" Kakak Langit pun menawari untuk membeli kembang api lagi karena beberapa tak bisa menyala, harus beli agar bisa bermain lagi.


"Tentu saja kak, aku masih ingin main." ujar salah satu gadis kecil itu dia masih saja ingin main bermain kembang api.


"Baiklah aku akan membelinya untuk kalian." Kak Langit berjalan ke arah warung dan beli kembang api beberapa untuk di nyalakannya bersama anak-anak kecil tadi di bibir pantai.


Beberapa menit dia pun kembali membawa kembang api yang akan di nyalakan bersama.


"Ayo kita nyalakan bersama!!!" seru dari Kak Langit kepada semua anak-anak itu.


Mereka melanjutkan menyalakan kembang api lagi, lalu bersenang-senang menikmati keindahan malam ini dengan di temani suara deburan ombak yang bergulungan nan indah.


Merdu di telinga ini menentramkan hati yang sedang gundah dan gulana, angin pun bertiup sangat kencang tapi tak menyurutkan sama sekali menikmati malam indah dengan para bintang yang bertaburan di atas langit yang terang.Himawari sangatlah senang sekali dan bahagia berkumpul dengan beberapa anak- anak menyalakan kembang api yang terang di malam yang dingin ini, sinarnya yang kecil ini memang tidak bisa sama sekali memberikan penerangan ke semua sudut,tetapi cukuplah bisa menghibur diri kita,walau hanya sesaat saja. Hiburan yang sementara ini seperti hal nya luka yang tak bisa sembuh namun bisa mengurangi rasa sakitnya .Bukankah sudah cukup bisa membantu .

__ADS_1



Kembang Api


Temaram sinarnya yang kecil terpercik ke semua arah, membuatnya indah hanya untuk sementara, namun karena kembang api tak mampu menerangi malam yang gelap gulita setidaknya dia memberikan senyuman yang indah di kala ini saja, sementara namun akan tetap indah walau dia akan redup.


Senyuman bagaikan bidadari yang turun dari kahyangan, membawa seutas harapan dan menyalakan sebatang kembang api saja di tangan kananya, cukuplah mebuat dia itu tersenyum bahagia, bagaikan anak-anak yang menemukan kesenangannya malam ini.


Percikkan kembang api ini walaupun sesaat namun bukankah dia sangat bermanfaat, dia tak terlalu penting namun cukuplah memberi hiburan pada semua orang agar dapat tetap tersenyum sejenak menyalakan kesenangan melupakan beban fikiran kita yang selama ini terpendam lama, tak itu saja dia juga bisa meredakan sedikit perasaan sakit dan risau


Walaupun tak menyembuhkan namun dia dapat menguranginya, walaupun sedikit tapi setidaknya berkurang bukan....


Kak Langit menumpahkan semua persaannya walaupun dia itu adalah anak yang tak terlalu suka berbicara, namun sangat baik hatinya.


Tidak biasanya kalau dia selalu menutup diri, menjauh dari yang lainnya, kali ini dia sudah mau berbaur dengan anak-anak bermain dan tertawa bersama-sama.


Himawari melihat itu sangat senang karena ada sedikit perubahan,Kak Langit yang mau berbaur dengan anak-anak di bibir pantai ini.


Beberapa menit kemudian beberapa orang tua anak-anak itu memanggili mereka satu persatu ,maka mereka pulang dan menuju rumah mereka masing-masing.


Tinggallah Himawari dengan Kak Langit yang memegang Kembang api berdua saja, karena Kak Bryan itu ketiduran di atas pasir dengan nyenyak tidak menyadari kalau hari semakin larut.

__ADS_1



Kak Langit senang melihat cahaya kembang api ini, dan Himawari juga, mereka berdua itu masih tetap menyalakan sisa dari kembang api nya.


"Hari ini apakah menyenangkan?" tanya Kak Langit pada Himawari dengan tersenyum dia membawa satu kembang api yang masih saja menyala, dengan temaram cahanyanya mulai menyinari wajah Kak Langit di kegelapan ini.


"Tentu saja, seharian tadi aku sangat muak, namun karena kita sudah bermain dan juga berkumpul bersama maka ini membuatku tak lagi sedih." ujar Himawari kepada Kak Langit sambil tersenyum manis, membawa satu saja batang kembang api yang menyala,dan akan padam sebentar lagi.


"Kau tahu kenapa orang suka kembang api ini walaupun dia akan redup tetap di nyalakan??" tanya dari Kak Langit pada Himawari lalu ia menatapnya dengan tajam, sangatlah serius.


"Ehm, apakah karena cahayanya membuat senang?" jawab Himawari dan kembang api nya padam membuat keadaan agak gelap.


"Bisa juga ,tapi menurutku kembang api akan terus di bakar serta di nyalakan untuk selalu menghibur kita setiap waktu." Kak Langit saat ini menunduk karena kembang api nya sudah padam, dan semuanya sudah habis, tak ada sisa sama sekali.


"Iya kak, sudah habis ayo kita pulang lagipula sudah larut, aku rasa besok kita akan sekolah lagi." Himawari mengajak Kak Langit pulang .


Ternyata Kak Bryan yang tertidur di atas pasir itu, sangatlah nyenyak Himawari membangun kanya, sementara itu Kak Langit mengambil lukisan pemberian seorang pelukis yang tadi.


Beberapa saat mereka pun menuju pulang ke rumah, karena sudah larut dan di jalanan itu nampak gelap karena area pantai tidak terlalu ramai seperti di kota saat ini, jalanan sesekali ada lampu jalan, dan ada juga yang tidak ada.


Maka tak heran harus pelan-pelan karena tak sedikit orang pulang dari pantai mobilnya itu bisa saja mogok di tengah jalanan,padahal di tengah jalanan ini rawan tak ada cahaya,dan juga sinyal untuk komunikasi sangatlah sulit.

__ADS_1


Kak Bryan memutuskan untuk di belakang mobil Kak Bram agar saling bisa menuntun.


Bersambung...


__ADS_2