Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 141 "Sakit"


__ADS_3

Setelah kembali ke dalam ruangannya dia samgat terkejut,dengan kedatangan seorang pria yang berbahu tegap, sedang menunggu gadis itu. Dia adalah pria yang telah dengan seenaknya menyenggol Himawari sehingga kakinya terkilir, dan harus menahan rasa sakit nya di hari pertamanya bekerja.


Himawari memandangnya dengan seksama, dan menatap lekat, siapakah pria yang saat ini berdiri di depannya, kenapa pria ini tetap berdiri mematung dan menunggu Himawari.


"Eh, siapa kau ini ?,tapi sepertinya aku pernah melihat wajamu itu." ucap Himawari sambil memikirkan siapakah, pria yang berkaca mata dengan bahu bidang, tubuhnya yang tinggi, serta terlihat kaku.


"Mohon maaf ,karena tindakkan saya anda sudah terluka." tiba-tiba orang yang berdiri di depannya meminta maaf dan menundukkan badannya ke arah Himawari.


"Oh...jadi kau yang mendorongku tadi.." gerutu Himawari sebal sambil menahan sakit kaki nya yang sudah terkilir karena kejadian tadi pagi.


"Iya saya, maafkan saya ya nona, " sembari menundukkan kepalanya.Terlihat di name tag dia bernama Rayyan.


"Oh, jadi namamu Rayyan, baiklah lain kali kau harus berhati-hati, lihatlah kakiku sakit karena tadi pagi !!" Himawari berjalan pelan, ke arah mejanya ,duduk dengan meringis kesakitan.


"Kalau begitu saya pamit dulu nona.." pamit Rayyan dan menundukkan kepalanya.


"Baiklah, ingatlah jangan menyenggol orang sembarangan !!" ucap Himawari dan terlihat wajahnya masih sebal dengan pria itu.


"Iya Nona," dia pergi dari ruangan Himawari.


"Ha... akhirnya lega sekali." gumamnya sambil meneruskan pekerjaannya hari ini.


Waktu pulang pun akhirnya tiba juga, gadis itu melangkahkan kakinya menuju pintu lift untuk turun ke lantai bawah.Saat memasukki hanya ada dua orang saja di dalamnya tidak seperti saat pagi tadi berdesak-desakkan.


Akhirnya Himawari sampai juga hingga tepat di bawah lantai tempat parkiran mobil, hanya ada satu motor miliknya saja.


Dia pulang seperti biasanya dengan menahan rasa sakit kakinya yang terkilir tadi pagi.


Saat setibanya dirumah, ibu Himawari amat sumringah melihat kepulangan putrinya itu.


Karena takut ibunya akan bersedih jika hari pertama dia sudah terlilir, karena di dorong oleh seseorang maka ia pun berbohong jika tadi ia terjatuh karena lantai di kantor sangat licin,dengan demikian tak ibunya tidak begitu menghawatirkannya.


"Kenapa kakimu pincang?" tanya ibunya.

__ADS_1


"Oh ini ,karena aku tadi sudah terjatuh lantai disana sangat licin bu." jawab Himawari dan dengan senyum di paksakan, agar ibunya tak curiga kepadanya.Padahal ia berbohong saat ini.


"Maafkan aku ya bu, aku berbohong pada ibu." batin Himawari dan dengan merasa bersalah pada ibunya.


"Oew, ini harus di rendam di air dingin karena kalau tidak akan bengkak." ucap Ibu Himawari sambil mengambil es di dalam kulkas.


Setelah Himawari berganti pakaian, dia mulai merendam kakinya itu ke dalam ember yang berisi air es.Benar setelah di rendam memang lebih baikkan, merasa agak baik tidak lebam lagi. Dia pun bisa bersenang-senang melihat televisi kesukaannya.


"Gimana hari pertama kerja nak?,sudah dapat teman,atau di sana sudah merasa nyaman ??" tanya ibu Himawari penasaran, karena baru kali ini putrinya di terima kerja di perusahaan besar. Dan ingin sekali tahu hari pertamanya bekerja.


"Baik, aku sudah punya teman dia seorang gadis yang cantik dia itu bernama Eve." ucap Himawari sambil tersenyum manis, dia tak bercerita kalau di tempat kerjanya itu masih belum terlalu bisa beradaptasi dengan hal yang baru.


"Baguslah kalau begitu, ibu suka kalau kau itu bekerja di kantor, tidak bantu ibu jualan aja..." ucap ibu Himawari dengan sangat senang, dia lega kalau putrinya mendapat pekerjaan yang baik, serta sudah masuk kantor.


"Emang kenapa dengan membantu jualan?" tanya Himawari dengan mengerucutkan bibir nya ke arah ibunya.


"Ya ibuk, menyekolahkan kamu tinggi-tinggi biar gak kayak ibu nak?" ujar ibu Himawari .


🌻🌻🌻🌻🌻


Dengan kesibukkannya ini dia sampai lupa makan dan minum, dia sangat fokus sekali namun lupa memperhatikan kesehatannya sendiri.Waktu terus bergulir dia pun akhirnya melihat arloji di tangannya itu menunjukkan kalau waktunya pulang ke apartemen milik temannya.


"Ahh, lelah sekali aku, kenapa Himawari tak pernah menghubungi aku?" gumam Kakak Bryan mengamati ponselnya.


...****************...


✉ : "Sedang apa?, kenapa kau tak mengirim pesan padaku beberapa hari ini??" pesan Kak Bryan pada Himawari.


✉: "Maaf, aku sibuk sekarang aku bekerja di kantor kak." jawab Himawari.


✉:"Benarkah?, kerja dimana?" tanya Kakak Bryan.


✉:"Tempat biasanya yang sering pesan di kedai ibu kak." jawab dari Himawari.

__ADS_1


✉:" Aku juga sangat sibuk, maka dari itu aku tidak pernah bisa menghubungimu, maaf ya." jawab Kak Bryan.


✉:" Badanku juga kurang fit, besok sepulang kerja maukah kau ke apartemen ku, aku akan mengirimi alamatku." pesan Kak Bryan pada Himawari .


✉:"Baiklah kakak, aku akan kesana sepulang kerja, kau istirahat saja." pesan dari Himawari


Beberapa menit kemudian Kakak Bryan yang kelelahan dengan segala kesibukkan, karena melupakan semua kesehatan,melupakan jam makan siang serta jam istirahatnya.


Sekarang dia pun merebahkan tubuhnya di atas kamarnya yang lebar dan juga nyaman menutup kedua kelopak matanya. Terpejam karena sudah amat lelah dengan kesibukkan seharian bekerja.Ternyata badannya terasa demam karena sakit.


Namun karena dia hidup sendiri maka tak bisa meminta bantuan pada siapapun .


"Aduh, kenapa badanku juga terasa demam?, apa aku sudah kelelahan?" gerutunya sambil menempelkan telapak tangannya itu di depan dahinya.


Terasa hangat, Kak Bryan mengambil obat dan meminum dengan air putih, namun dia lupa tidak makan dulu,maka obatnya kurang efektif, seharusnya sebelum minum obat ia makan sedikit agar obatnya itu bisa bekerja secara maksimal.


Namun karena dia sudah lelah maka dia pun tertidur lelapnya, dengan segala keringat yang menetes di sekujur tubuhnya saat ini.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Ah, lelahnya kakiku juga sakit sekali, bahkan aku seperti orang asing di tempat kerja itu..." gerutu Himawari sambil menatap langit-langit kamarnya.


"Ahhh, aku harus semangat karena Kak Langit itu harus segera berbaikkan dengan Ayahnya." gumam Himawari, dengan berfikir apakah ini bisa membantu mereka berdua agar , saling bisa memaafkan.


"Apakah ini bisa berhasil??" gumamnya.


"Tidak tahulah..." gerutunya dan memasukkan kepalanya di bawah bantal.


Malam ini Himawari tertidur pulas karena ia menjadi seorang karyawan kantor, dan harus bangun pagi untuk berangkat kerja.


Walaupun sebenarnya masih kurang nyaman berada di dalam kantor,setidaknya berusaha membantu Ayahnya Kak Langit, agar bisa di maafkan oleh sang putranya. Karena merasa hidupnya hanya akan tinggal sebentar lagi.


Himawari pun bermimpi indah sampai pagi itu tiba menyapanya.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2