Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 87 "Makan Bersama"


__ADS_3

"Kau sudah habis minuman dingin berapa?" Kak Bram mengamati Kak Bryan yang sudah minum, minuman dingin banyak sekali namun dia tetap saja masih kegerahan.


"Aish... lihatlah cuaca disini sangat panas!!" menggerutu sambil mengibaskan beberapa kali bajunya, akhirnya Kakak Bryan melepas beberapa kancingnya karena sudah tak tahan dengan tubuhnya yang semakin kegerahan .


"Sudah lepas saja bajumu itu, nanti kau akan segera mendingin, lihatlah wajahmu sangat merah." Kakak Bram menyuruh Kak Bryan melepaskan kemejanya , agar tidak semakin kegerahan.


"Cckkk, baiklah..." Sambil melepas bajunya .


🌻🌻🌻🌻🌻


Hampir terbenam sudah matahari kali ini dia mulai bersembunyi di balik garis, melihat dari celah beberapa awan yang menggumpal, dan dua gadis ini sudah mendapatkan beberapa ekor kepiting hidup dan segar bisa dijadikan santapan makan malam, sang mentari mulai melambaikan tangannya berpamitan. Turun dari singgahsananya menurun seperti detik jam berputar mengikuti alur waktu .


Sudah lelah dalam sehari sudah sangat setia mau menemani, menghangatkan suasananya walau terik terasa,sinar warna jingga bersemu kemerahan terlihat di pelupuk mata, hangat ia terhampar jauh namun terasa sangat dekat .


Berpendar penuh dengan warna menyibakkan merah ,perlahan menjadi jingga dan memudar berwarna kuning keemasan, langit hanya ikut tersenyum melihat lambaian sang mentari itu.



Sunset matahari tenggelam dan mulai mau meninggalkan tempat peraduannya, namun esok pagi dia pasti akan muncul dari arah yang berlawanan.


"Shakira sudah cukup ayo kita kembali !!, aku sudah lelah." Himawari mengajak sahabatnya untuk segera kembali karena dirasa sudahlah cukup mendapatkan beberapa ekor kepiting.

__ADS_1


"Iya-iya lagipula sudah dapat banyak kita akan makan kepiting asam manis ."Shakira berkata sambil tersenyum dia pun menenteng kaleng berisi beberapa ekor kepiting itu, yang masih hidup. Dia sangat bangga karena baginya ini adalah pertama kalinya dia mendapakan ekor kepiting hasil jerih payah tangannya sendiri, hanya bermodal capit panjang dan kaleng dia mendapatkan beberapa ekor, untuk makanan malam ini bisa berkumpul menikmati mentari yang tenggelam .


Setelah menunggu beberapa kepitingnya di masak Shakira dan Himawari membersihkan badannya, setelah beberapa saat makanan itu pun sudah tersaji di meja makan,mereka yaitu Shakira, Kak Bryan, Kak Bram, Kak Langit dan Himawari duduk melingkar siap untuk makan.



"Kenapa hari ini sangat beruntung sekali kita bisa makan enak dengan hanya modal pergi ke pantai!!!" Shakira sangat bangga akan hal ini bisa menyantap kepiting segar hasil jerih payahnya dan Himawari.


"Kau ini makanlah, jangan banyak bicara." Himawari mengerucutkan bibirnya kepada Shakira.Lalu menggelengkan kepalanya yang kecil beberapa kali.


"Kau pandai sekali Shakira dalam menangkap, lain kali kita mencari kepiting bersama." Kak Bram memberi pujian kepada Shakira sambil tersenyum ,dan matanya yang agak sipit itu semakin menutup membuat pipinya terlihat gembil.Lalu setelah berhenti tersenyum kedua kelopak mata yang indah kembali menyipit .


Himawari sudah kenyang namun dia ingin es yang dingin dia mengajak Kakak Bryan untuk membeli es krim dengannya.


"Kak ayo kita cari es krim." Himawari menarik lengan Kakak Bryan dan mencari orang yang menjual es krim, ternyata ada sebuah warung menjual berbagai macam es krim,mereka pun membeli beberapa, lalu menikmati es krimnya di bibir pantai dengan bermandikan cahaya matahari yang tenggelam .


"Bukankah indah?,aku merasa kau sangatlah senang hari ini dan jangan bersedih lagi ok." Kak Bryan menatap Himawari yang sedang makan es krim.


"Tentu saja, aku sangat kesal dengan Yuri dia selalu saja mengerjaiku." Himawari curhat ke Kak Bryan sambil mengerucutkan bibirnya .


"Tenang saja aku akan mengatasinya lagipula kau seharusnya menyangkal !" Kakak Bryan protes pada Himawari yang pasrah karena ia mau saja dapat hukuman , padahal dia tidak melakukan pelanggaran dan kesalahan yang di tuduhkan kepadanya.

__ADS_1


"Aku menyangkal atau tidak tetap saja Pak Surya tak akan percaya padaku." Himawari menggit es krim nya, lalu dia sangat sebal mengingat kejadian siang tadi .


"Ckk, sudahlah jangan membahasnya jangan lupa antara kita yang tadi rahasia." Kak Bryan mengedipkan matanya yang sebelah kepada Himawari .


Himawari hanya mengangguk dan malu, pipi nya merona lagi karena bertambah memerah terkena pantulan cahaya sinar matahari yang bersembunyi di balik awan.


"Pipimu memerah." ujar Kak Bryan melihat wajah Himawari yang malu ,merona karena efek dari suasana saat ini, dan juga pantulan cahaya matahari.


"Hihihi..." tertawa kecil sambil menikmatibes krim di tangannya.


Di belakang mereka berdua pun yang sedang asyik bersenda gurau, ada seorang pria yang bernama Kak Langit, dia mentap sangat sedih melihat Himawari sangat akrab dengan Kakak Bryan. Dia pun menghela nafasnya beberapa kali ingin rasanya Kakak Langit yang berada di dekatnya saat ini ikut tertawa lepas tanpa beban bersama gadis kecil itu.


"Kenapa aku sangat sedih sekali?,dan kenapa aku harus memandangi mereka berdua dari belakang saja?" Kak Langit membatin, lalu dia pun pergi dengan langkah agak gontai .


Berjalan agak lemas dan sangat sedih sekali, ada perasaan yang tidak rela jika Himawari itu sedang tersenyum bersama pria lainnya.


Kak Langit tak menyadari bahwa ia telah jatuh cinta pada gadis kecil bernama Himawari itu.


Masih belum mengetahui perasaanya yang sesungguhnya saat ini, namun dia itu masih merasakan perasaan sesak, sedih, gundah dan gulana berjalan di atas pasir pantai ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2