Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 122 "Rumah Kak Langit 2"


__ADS_3

"Kak ponselmu bergetar."ucap lirih Himawari malu dan pipinya memerah seketika.


"Biarkan saja aku tak peduli,dengar aku mau kau menganggapku sebagai cadangan dan aku rela." ucap Kak Langit menyihir suasana itu dengan drastis, Himawari semakin tidak tahu harus berbuat apa karena Kakak Langit menurunkan ego nya, bahkan mau menjadi cadangan Himawari.


"Tapi ,Kakak Bryan kalau tahu bagaimana?" tanya Himwari menatap nanar wajah Kakak Langit yang memerah pipinya saat ini.


"Tidak usah di fikirkan, cup, cup." akhirnya Kak Langit mengecup lembut bibirnya Himawari.


Mereka pun melanjutkan menautkan bibir masing-masing dengan penuh perasaan.


Himawari sangat heran kenapa dia tidak bisa mengambil keputusan saat ini,di antara kedua pria tersebut manakah yang harus ia pilih.


Saat bersama dengan Kak Langit pun jantung merasa berdebar kencang, dan tak kuasa lagi menolak ciuman hangat ini.


Untuk beberapa saat pelukan Kak Langit itu membuatnya terbuai, dan tidak bisa menolak.


Beberapa menit kemudian Himawari tampak malu, dia pun berpura-pura membaca buku di ruang baca,karena ruangan baca itu dikelilingi berbagai tumbuhan, mata pun di manjakan dengan suasananya.


Maka Kakak Langit memasak dengan aroma yang menggugah selera, setiap hari mandiri membuatnya terbiasa melakukan semuanya sendirian saja.Karena sekalian membuat diri dan mentalnya terbentuk dengan sekuat baja.


"Waaah, harum sekali aromanya, dan kenapa aku nyaman di rumah ini?, Kakak Bryan maaf kenapa aku tidak bisa ..." batin Himawari dan karena semalaman tidak tidur, dia pun mulai lelah dan terlelap di atas sofa dengan buku yang menutup wajahnya saat ini.


Himawari tertidur dengan lelapnya dengan mimpi indah. Di atas sofa hawa dingin serta nyaman membuatnya terlelap dengan mudah.


Setelah matang Kak Langit menaruh semua hidangan di atas meja, namun saat melihat wajah Himwari yang tertutup buku sudah di pastikan, kalau dia terbuai mimpi indah saat ini. Kak Langit mendekatinya dan tersenyum.


"Ha...ha... ha..." tawa terbahak-bahak dengan lepas.


Setelahnya dia pun menggendong gadis itu ke atas kamarnya dengan semua lilin aroma terapi yang menyala,maka Himawari itu tidak akan bangun dengan mudahnya. Maka Kakak Langit menutup tubuhnya dengan selimut.


Himawari pun sangat terlelap tidak membuka matanya sedikit saja.Kakak Langit terpesona dengan wajah polos gadis mungil itu.


Tubuhnya pun di rebahkan di dekatnya sambil menatapnya sepuasnya. Dia tak bergerak dan menyandarkan kepalanya miring menatapnya

__ADS_1


Seakan ada perasaan sangat lega bercampur sedih, walaupun dia tahu suatu hari nanti dia akan terluka dengan perasaannya yang terlalu dalam itu. Untuk saat ini Kak Langit memilih hal yang rumit, namun perasaan itu tidak bisa untuk memilih terkadang dia buta dan tidak punya mata.


"Biarkan kau tertidur seperti ini, mimpi yang indah aku akan menjagamu." ucap Kak Langit dengan lirih dia pun mengecup keningnya .


Setelah itu memeluk dengan erat, karena lelah mereka berdua mulai tertidur dengan saling berhadapan satu sama lainnya. Dan dengan lilin aroma terapi terbakar harum di ruangan membuat mereka terlelap sejenak. Bermimpi indah dan mereka berdua berpelukkan.


Waktu terus bergulir tak terasa sudah malam, dan Himwari membuka kedua kelopak mata.


Dan melihat dia tertidur dengan Kakak Langit saat ini, dengan tubuh Kekar Kak Langit yang memeluknya dengan erat.


"Astagaaa...apa yang aku lakukan?" batin dari Himawari dengan pelan melepaskan tangan Kakak Langit dan mendorong tubuhnya agar menggeser. Namun Kak Langit pun membuka matanya juga.


"Kau sudah bangun, aku akan mengajakmu makan, namun kau tadi tertidur amat pulas." ujar Kakak Langit dan mengecup keningnya .


"Cup."


"Iya kak, maaf ya merepotkan kakak."


"Kenapa meminta maaf?, ayo kita makan, dan aku antar kau pulang habis ini." ucap Kakak Langit dengan lirih dan penuh perasaan .


Berjalan ke arah kamar mandi Kak Langit pun mencuci mukanya, dan setelah itu dia pergi ke arah dapur lalu ia menghangatkan semua makanan yang telah mendingin, karena siang tadi saat akan makan mereka berdua tertidur.


Himawari tampak segar karena sudah mandi. Dengan seragam sekolahnya agak kusut Kak Langit menyodorkan sebuah baju miliknya itu.


Namun Himawari saat ini hanya menggaruk kepalanya saja.Merasa tidak enak kalau harus memakai baju Kak Langit.


"Ehm,apakah kau mau memakai dress mama, ada di lemari." ucap lirih Kakak Langit dengan seulas senyum manis di bibirnya yang ranum.


Mereka berdua saat ini pun berada di depan sebuah lemari besar, dan Kakak Langit mulai membukanya.Dan terlihat banyak gaun amat indah berjejer rapi. Kak Langit pun mengambil beberapa agar Himawari mau mencobanya .


"Cobalah, aku akan menilainya dari sini." ucap Kakak Langit dengan tersenyum manis sekali


"Baiklah kak." Himawari pergi ke dalam kamar mandi dan mencoba beberapa gaun milik dari Mama Kak Langit.

__ADS_1


Seketika saat memakai gaun bewarna kuning, dan ada beberapa hiasan bunga-bunga di tepi gaunnya.Membuat Kakak Langit terpana akan penampilan saat ini.


"Kau cantik sekali, pakai itu saja dan ayo kita makan malam bersama." ucap Kakak Langit dengan lembut Himawari mengangguk saja.


Mereka berdua makan malam dengan hangat Himawari merasa agak aneh karena memakai gaun seperti itu, baru pertama kali dia harus mengenakan pakaian rok seperti ini.


"Kalau kau tidak nyaman lepas saja, apakah kau mau memakai kaosku saja?" Kak Langit memberi saran karena jika Himawari itu tidak merasa nyaman buat apa.


"Tapi kau itu cantik, seperti seorang putri jika memakai dress itu." sambil tersenyum lekat.


"Tapi, bisakah aku memakai kaos kakak saja setelah makan malam." Himawari memerah pipinya karena malu dengan tatapan Kakak Langit kepadanya.


"Iya ,nikmati saja makan malamnya dulu."


Beberapa menit kemudian mereka pun sudah menghabiskan makan malam,Himawari itu sudah kekenyangan sekali seperti biasa dia mulai bersendawa jika sudah kenyang.


"Haiiik, maafkan aku ya kak, kurang sopan ya." ucapnya sambil tersenyum kecil, meringis.


"Kau bebas, lakukan saja sesukamu tak usah malu denganku." ucap Kak Langit lalu dia pun membersihkan semua piring dan juga mulai mencucinya sendiri.


"Kakak, perlu bantuan?" tanya Himawari


"Tak usah, kau duduk saja, atau ganti bajumu dengan kaos itu ." ucap Kak Langit matanya tertuju pada kaos di atas sofa .


"Baiklah ."


Setelah semua selesai Kakak Langit hendak mengantar pulang Himawari ke rumahnya.


Dia pun mengeluarkan mobil merahnya saat ini, Himawari terpukau melihat pemandangan di luar rumah Kak Langit yang indah lampu itu menyala dengan berkerlap-kerlipnya.


Serta banyak sekali pepohonan dan berbagai macam bunga, di taman yang sangat luas itu.


"Apakah kau melihat-lihat dulu?" tanya Kak Langit dan menghentikan mobilnya sesaat .

__ADS_1


Himawari mengangguk pelan, mereka berdua sementara duduk di dalam mobil sport yang terbuka atapnya , dan melihat pemandangan.


Bersambung...


__ADS_2