
"Kenapa Shakira dan Kak Bryan tak muncul?" Gumam dari Himawari pagi ini sambil melihat kanan kiri, dan celigukan sekeliling namun masih sepi .
Jam menunjukkan pukul 06.30 wib, namun Shakira dan Bryan tidak ada yang muncul lalu Himawari pun memutuskan berangkat sendiri, dia pun berjalan menuju jalan raya untuk naik angkutan umum. Saat itu sudah banyak sekali angkutan umum yang sudah penuh sesak .
"Ah... kenapa dari tadi tak ada angkutan yang kosong?, pasti aku akan terlambat lagi kali ini bagaimana ini?" Gumam dari gadis ini dia pun masih tetap saja berusaha mencari angkutan umum, yang masih kosong .
Dan akhirnya dia pun agak putus asa karena waktu terus berputar, dan membuat semakin bimbang karena sekolahanya agak jauh dari rumah Himawari . Namun yang di lihatnya saat ini adalah Kak Langit membawa motor.
Ternyata dia berhenti di depan Himawari, dan mengangkat suaranya .
"Hei, ayo naiklah aku akan mengantarmu, lagi pula kau itu seharusnya berangkat lebih pagi." Suara Kak Langit yang terdengar merdu di telinga Himawari membuatnya diam terpaku.
Baginya ini adalah ilham, baru kali ini pria yang di depannya itu membuka suara dan mau mengajaknya berangkat ke sekolah bersama. Himawari pun tetegun masih tak percaya kalau dia sedang di ajak bicara.
"Hei, kenapa kau melamun?" Hardik dari Kak Langit dan menatap Himawari lalu dia pun tersenyum manis.
__ADS_1
Himawari menelan selivanya dan tetap tak percaya dengan apa yang ia lihat, dia masih mengira kalau ini hanyalah imajinasinya saja.
"Hai , ayolah nanti kita terlambat,"ujar dari Kak Langit sambil memberikan helm nya padanya
"Ehm... iya Kak." Jawab dari Himawari dan menerima helm darinya .
"Kakak, punya motor?" Ujar Himawari dan duduk di belakang Kak Langit .
"Di pinjami Pak Baek agar aku lebih cepat berangkat ke Sekolah , kau berangkat dengan ku saja kalau pagi." Ujar Kak Langit dengan tersenyum sumringah, namun karena dia ada di hadapan Himawari maka tentu tak terlihat oleh gadis itu.
🌻🌻🌻🌻🌻
Disisi lain ternyata mobil Kak Bryan mogok di tengah jalan, dan dia terlihat sebal sekali .
"Aish,kenapa dia?mogok tiba-tiba seharusnya aku menjemput Himawari ." Gumam Kakak Bryan dengan sebal.
__ADS_1
"Aku akan menelepon montir agar mobilku di derek, dan naik taksi sajalah ke sekolahnya." Ujar dari Kak Bryan sendiri sambil menatap mobilnya yang mogok di tengah jalanan .
Beberapa menit pun Kak Bryan sudah ada di sekolah namun gerbang sudah di tutup, lalu tak berselang lama Kak Langit dan Himawari pun sudah tiba dengan mengendarai sepeda motor. Mereka bertiga berada di depan pintu gerbang sekolah dan saling menatap satu sama lainnya.
Kak Langit dan Kak Bryan mereka sedang berkomunikasi dengan bahasa kalbu, beda dengan gadis ini hanya bisa melihat mereka berdua yang saling berbicara bahasa kalbu .
Tak berselang lama Pak Guru olahraga pun tiba dan membuka gerbangnya, dengan cepat dia pun mendekati para siswa yang terlambat itu dengan sedikit sebal, dan menggelengkan kepalanya setelah itu dia pun mulai angkat bicara.
"Haaa, gadis ini sekarang kamu mengajak para pria tercerdas dan terpopuler di sekolah untuk membolos berjamaah." Ujar dari Guru Olahraga saat ini. Dan mencibirkan bibirnya lalu menyeringai dengan sebal sekali .
Baginya Himawarilah anak yang sering sekali terlambat ini sekarang dia membuat ulah, dengan terlambat bersama para pria yang tak pernah sekalipun terlambat dalam hidupnya.
Karena Kak Bryan adalah pria paling populer dan tercerdas di sekolah, dan Kak Langit anak yang pandai dan pendiam walau tak populer sama sekali namun dia itu anak yang pintar hanya saja tak mau banyak berkata. Jadi dia tergolong anak yang pendiam namun bisa saja menghanyutkan. Mereka berdua anak yang disiplin sekali, baru kali ini mereka bisa terlambat bersama dengan Himawari anak yang paling sering terlambat jika berangkat ke sekolah .
Bersambung...
__ADS_1