Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 104 "Sibuk"


__ADS_3

"Hei, bangun kita sudah sampai." suara Abang Gamma membagunkan Himawari saat ini.


Dia membuka kelopak matanya nan indah itu dan melihat di sekelilingnya saat ini, mulutnya mulai terbuka sedikit menguap,dan kemudian tangan kanannya menutupinya.


"Masuklah ke kamarmu pelan-pelan agar tak jatuh ya." suara Abangnya membuatnya agak pusing karena masih belum sadar benar .


"Bang boleh aku mengantarnya?" usul Kakak Bryan pada Abang Gamma dengan wajahnya yang terlihat agak tegang, dia takut Abangnya memarahinya. Karena Kakak Bryan khawatir kamar Himawari ada di atas harus melewati tangga yang agak tinggi.


"Kau mau masuk kedalam kamar gadis kecil ini?" tanya Abang Gamma dengan nada suara yang agak di tinggikan.


"Aku hanya akan mengantar saja." Kak Bryan menatap wajah Abang Gamma saat ini.


"Aish.. pria ini." gerutu Abang Gamma.


"Abang disini aja, habis ini giliran abang ku papah ya."ujar Kak Bryan pada Abang Gamma dia membantu Himawari naik ke atas tangga menuju kamarnya saat ini .


Himawari itu pun masih saja belum tersadar sepenuhnya, dia di bantu Kak Bryan ke atas kamarnya dan merebahkan di atas kasurnya yang berukuran kecil, setelah itu menyelimuti tubuh kecilnya yang sudah meringkuk di atas kasur dengan nyaman. Mendaratkan kecupan di atas kening gadis kecil itu lalu tersenyum .


"Cepat turuun jangan lama-lama !!!" teriakkan dari Abang Gamma terdengar dari bawah .


"Aku pergi dulu." bisik Kaka Bryan lembut dan lirih pada Himawari .Namun karena dia sudah tidur nyenyak maka tidak mendengar bisikan Kak Bryan padanya. Lalu senyuman di bibir Kakak Bryan menghiasi sembari menuruni tangga dari kamar Himawari.

__ADS_1


Himawari sudah bermimpi indah dia memeluk gulingnya dan berselimutkan selimut bulu itu tentu kesayangannya,di buai mimpi nan indah tersenyum manis, dan menteskan air liur di sudut bibinya yang agak terbuka . Pertanda kalau tidurnya benar-benar pulas dan nyaman


Kak Bryan pun turun dan membantu Abang Gamma ,masuk kedalam kamarnya karena dia berjalan dengan pincang saat ini.


Beberapa saat pun Kak Bryan di suruh untuk mengambil es batu di kulkas di dalam ember, untuk kaki Bang Gamma. Malam ini tentu Kak Bryan sangat sibuk menjadi perawat, mungkin demi Abang Gamma agar segera meloloskan dan mebiarkan adiknya bebas berhubungan dengan Kak Bryan, namun ternyata dia tulus membantu Abang Gamma agar cepat pulih .


"Apakah kau lelah ?" tanya Abang Gamma.


Kak Bryan hanya menganggukkan kepalanya. Dia merebahkan badanya di atas kasur besar Abang Gamma karena kelelahan, dan serasa ingin tidur lelap begitu saja.


"Tidurlah disini, lagipula karena kau sudah mau membantuku terimakasih ya." ucapan terimakasih Abang Gamma yang tulus itu membuat Kak Bryan agak terharu, dia pun hanya menganggukkan kepalanya.


"Dengar, jangan berbuat macam-macam pada adikku jika tidak akan kucincang kau !!!" Bang Gamma memberi peringatan pada Kak Bryan.


Untuk beberapa saat Abang Gamma melihat wajah Kak Bryan,dan tersenyum manis karena dia sudah ikhlas merawatnya dan menjemput dengan tulus, Abang Gamma pun merasa iba dan juga sedikit tersentuh akan perlakuan Kak Bryan saat ini.


🌻🌻🌻🌻🌻


"Terimakasih Kak Bram sudah mengantarku, dan maafkan jika merepotkan." ucap lirih dari Shakira pada Kak Bram dan menatapnya dari luar mobilnya saat ini.


Dengan suasana malam yang dingin namun terasa romantis bagi Shakira dan Kak Bram .

__ADS_1


"Ok masuklah, lagipula dingin di luar..." dan mobilnya Kak Bram pergi ke arah berlawanan terlihat semakin menjauh.


"Iya makasih ya..." Shakira pun melambaikan tangannya ke arah Kak Bram saat ini.


Setelah itu Shakira loncat-loncat kegirangan sangat senang sekali di antar Kakak Bram .


"Ha..ha..ha.." tawa renyah dan sumringah ala Shakira di malam yang sepi ini terdengar bak seperti guntur.


"Apa yang aku lakukan ini?, seperti orang gila saja loncat-loncat sendiri." gumam Shakira lalu dia memukul kepalanya sendiri beberapa kali.


"Auw... sakit, sudahlah aku mau masuk saja." batin Shakira dan masuk ke dalam rumahnya dia langsung melempar tasnya, dan merebah dia atas kasurnya dan meringkuk karena dia juga sangat mengantuk, sambil membayang kan senyuman dan wajah Kak Bram sangat bijaksana dan baik kepadanya.


"Semoga bermimpi indah." gumam Shakira.


Di jalanan Kakak Bram juga tersenyum masih membayangkan senyuman dari Shakira yang amat manis, semanis permen warna-warni itu


Sambil menyetir dia menyalakan musik tapi hanya lirih saja, beberapa kali di lihatnya jalan amat sepi karena memang sudah larut malam


"Wah..... sangat sepi sekali baru kali ini aku lewat sini, dan tak ada orang sama sekali ." gumam Kak Bram pada dirinya sendiri saat ini


Jalanan di sini sangatlah sepi karena para pengendara sudah tak ada yang berlalu-lalang

__ADS_1


Hanya tinggal Kak Bram yang melewatinya saat ini,dan amat jarang sekali terjadi kalau biasanya akan macet sekali, malam ini bebas dan tak satu mobil dan kendaraan lainnya itu kecuali mobil kuning Kak Bram yang masih setia dengannya saat ini.


Bersambung...


__ADS_2