
Ya kau dengar sendiri, aku menyukaimu, dan aku akan bilang saat malam kau di selamat kan Abang Gamma." Suara lirih Kak Bryan.
"Namun saat itu keadaan kacau, jadi aku ini mengurungkannya." Bisik lirih Kak Bryan pada Himawari dan menatap kelopak mata gadis itu yang bergerak beberapa kali.
"Apa kak? aku masih tak percaya dengan apa yang kakak bilang, jangan bilang kakak hanya akan menggodaku?" Tanya Himawari sangat penasaran sambil menatap lekat kedua bola mata Kak Bryan, dia ingin mengetahui apakah benar, ataukah bohong apa yang di katakan Kak Bryan kepadanya.
Padangan mereka beradu satu sama lainnya Kak Bryan jantungnya pun mulai berdesir, dan berdegup lebih cepat, tak itu saja perasaanya acak-acakkan, ada beberapa hal yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata saja.
"Gadis ini mana ada menggodamu, aku ini benar-benar mengungkapkan isi hatiku ini." Bisik lembut Kak Bryan pada Himawari dan mendekatkan wajahnya yang sangat tampan maksimal itu.
"Benarkah?, lalu aku harus apa?"Tanya balik Himawari dengan polosnya.
"Ya kau, hanya perlu menjawab iya atau tidak, bereskan." Ujar dari Kak Bryan dengan mudah nya lalu ia pun mendekatkan wajahnya lagi.
"Ehm, bagaimana kalau aku menjawab tidak?" Ujar Himawari dengan entengnya, lalu ia pun tersenyum menatap Kak Bryan, dan jantung hatinya pun semakin berdegup tidak karuan.
__ADS_1
"Aish, jangan begitulah bilang iya kenapa?" Protes Kakak Bryan kepada Himawari sambil menatapnya dengan intens, dan pandangan yang sangat teduh.
"Ya masak harus jawab iya." Protes Himawari
"Ya iyalah, mudah kan." Ujar Kakak Bryan lagi.
"Ehm, kalau aku ini bilang tidak bagaimana?" Tanya dari Himawari dengan polosnya pada Kak Bryan sambil menatap wajah Kak Bryan yang tampan maksimal.
"Ya kau sangat tega kepadaku, karena kau tak tahu, bahkan aku sangat kacau." Ujar dari Kak Bryan memohon pada Himawari agar dia mau menjawab iya.
"Ehm, ya sudah aku tidak menjawabnya saja." Gumam Himawari sebal pada Kak Bryan yang agak memaksa agar menjawab iya.
"Jangan bilang kau menyukai pria bernama Langit, yang sangat merepotkan itu."Gumam dari Kak Bryan dengan sebal dan mencibirkan bibirnya yang sebelah.
"Hemmm, kenapa Kakak marah pada Kakak Langit?, dia tidak ada hubungannya." Jawab dari Himawari pada Kak Bryan dan menatap kedua bola matanya yang indah.
__ADS_1
"Sapa tahu, aku hanya menebak, jangan kau menyukainya , jawab saja iya jangan kau itu menolakku." Permohonan Kak Bryan lembut terdengar di telinga Himawari dan tertunduk malu, dia pun tersenyum kecil setelahnya.
"Ehm, entarlah aku pikirkan dulu Kak."Jawab dari Himawari pada Kak Bryan dengan polos.
"Jangan beri tahu Abang Gamma, aku takut masihan dengannya." Permohonan dari Kakak Bryan pada Himawari agar dia tidak bercerita pada Abangnya.
"Hem, lagipula kenapa dengan Abang Gamma dia tak apa-apa?" Ujar dari Himawari sambil beberapa kali menggerakkan kelopak mata nya yang indah.
"Kan aku belum mahir beladiri." Ujar dari Kak Bryan pada Himawari dengan tersenyum .
"Oh... tapi kakak bisa berlatih dengan Shakira dia sangat mahir, kalau kakak belajar dengan Abang Gamma kakak, tak akan menang."Ujar lirih Himawari sambil tersenyum manis.
Kak Bryan malu karena dia tak bisa beladiri sehebat Shakira dan Abang Gamma.
Kak Bryan sangat gemas dengan perlakuan Himawari, dan mendekatkan wajahnya yang tampan nan rupawan ,serta hidungnya yang panjang itu,di tempelkan ke hidung Himawari yang kecil di gerakkannya beberapa kali , dan
__ADS_1
membuat jantung Himawari yang akan lepas , keluar dari lintasan. Bola matanya pun juga akan lepas ,melotot dan kebingungan.
Bersambung...