
Setelah salah satu preman mengirim pesan lagi yaitu alamat mereka maka, Kakak Langit beberapa kali melihat jam di tangan kananya tampak dia amat kebingungan. Seperti pria yang kebakaran jenggot namun saat Rayan masuk kedalam kamarnya dia pura-pura kalau tak terjadi apa-apa.
"Ayo kita makan malam, tuan muda belum selesai pekerjaannya ?" tanya Rayan sambil mengamati hasil karya Kak Langit.
"Sebentar lagi, makanlah lebih dahulu aku masih belum lapar." usir Kak Langit kepada Rayan, dan dia pun agak sebal karena tidak di hiraukan sama sekali.
"Biarkan aku sendirian pergilah !!" ucap Kak Langit agak ketus.
Padahal dia sudah bersusah payah memasak untuk makan malam bersama, serta dia ingin makan berdua agar tuan mudanya tidak sibuk terus mengurusi semua pekerjaannya saja.
"Tuan muda ini, di suruh makan malah asyik kerja aja." gerutu Rayan dan duduk di meja makan, karena Kak Langit sedang tidak ingin di ganggu saat menyelesaikan proyeknya.
Yang sebernarnya Kak Langit sedang mencari cara untuk menyelamatkan Himawari.
"Sialan, kenapa mereka berani menculik gadis itu?, apa yang mereka inginkan?" batin Kakak Langit mengumpat dengan kesal.
"Ha, kenapa ya?, apakah mereka ingin melukai aku?" batin Kakak Langit gusar, dan merasa aneh kenapa para preman itu menculik gadis bernama Himawari.
🌻🌻🌻🌻🌻
Saat ini Shakira belum bisa melepas tali di kedua tangannya dan kedua kakinya, dengan mulut di sumpal, dia pun tak bisa mengeluar kan suaranya. Shakira terus berusaha sekuat mungkin agar talinya bisa terlepas. Karena dengan begitu maka ia bisa segera keluar dari tempat penculikan itu.
Terdengar suara beberapa preman itu dari ruangan Shakira di sekap saat ini.
"Bos, apakah nanti dia tak membawa polisi?" tanya salah satu preman , dengan raut wajah agak gusar dan ketakutan.
"Dasar kau bodoh !!, dia tidak akan berani, jika itu terjadi kita bunuh saja gadis itu !"ujar bos preman itu, dengan menyeringai.
__ADS_1
"Ha, kita membunuh bos, aku saja tak pernah pernah membunuh seekor nyamuk !" jawab salah satu preman mengeluh, dia takut jika harus sampai membunuh seorang gadis .
"Bodoh !!, dasar kau tak berguna !!" sambil memukul kepala preman yang mengeluh.
"Maaf bos, tapi jangan sampai membunuh bos, aku tidak berani." preman itu mengeluh lagi, karena takut membunuh nyawa gadis yang tak berdosa.
"Pergi kau dari hadapanku !!" teriak bos dari preman sambil melempar puntung rokok di wajah anak buahnya.
Dia pun pergi karena takut di marahi oleh bos nya lagi, dengan tertunduk.
"Dasar anak buah payah, kenapa dia takut ?, membunuh hanya seekor anak kucing saja." ujar bos preman itu, dengan menyeringai .
Sedangkan Shakira hampir saja bisa melepas ikatan tali di tangan dan kakinya, mendengar ucapan para preman yang berdebat tadi dia pun merasa kesal, kenapa dia tidak tahu apa- apa akan di bunuh.
"Sialan, kenapa mereka ingin membunuhku?, apa mereka kurang pekerjaan?, awas saja jika lepas kuremukkan tulang kalian." batin dari Shakira dengan kesal dia sangat semangat melepas ikatan tali di tangan dan kakinya.
Dia pun menggesek sekuat tenaganya, lalu akhirnya ikatan di tangannya lepas juga.
"Akhirnya lepas juga, sebelum kalian berani membunuhku, maka kalian akan kuremukan." batin Shakira, melepas sumpalan di mulutnya lalu ia pun memberi pesan kepada Himawari dan memberikan alamat sinyal navigasinya, tempat ia berada agar secepatnya mendapat bantuan.
🌻🌻🌻🌻🌻
"Drrt...drrt..drt..." ponsel Himawari bergetar.
✉ " Aku mengirim maps di ponselmu, aku di sekap para preman, tolong selamatkan aku." pesan dari Shakira dengan singkat dan padat.
"Apa?,di sekap !!" ujar Himawari.
__ADS_1
"Siapa yang di sekap??" tanya Kak Bryan dia pun kepo, dan sangat penasaran.
"Shakira, ini lokasinya tidak jauh dari sini !!" Himawari agak histeris karena sahabatnya dalam bahaya, sambil memperlihatkan ponsel miliknya pada Kak Bryan.
"Ya sudah, ayo kita selamatkan Shakira !!" tanpa basa-basi lagi, ucap Kak Bryan lalu mengambil kunci mobil, dan turun ke arah bawah apartemen.
Setelah beberapa menit kemudian mereka berdua sudah berada di sebuah tempat yang asing, dan tak pernah mereka kunjungi selain hari ini.
"Duh, kenapa perasaanku gak enak ya??" ucap Himawari saat ini dengan jantung berdebar, dia sangat mengkhawatirkan sahabatnya.
"Tenang saja, kita akan menyelamatkannya, jangan khawatir." ujar Kakak Bryan berusaha menenangkan Himawari.
"Tapi, baru kali ini Shakira di sergap orang, ia sangat pandai beladiri Kak." ujar Himawari ia semakin gusar dan khawatir terhadap teman sekaligus sahabatnya itu.
"Tenang saja." bisik lembut kak Bryan dengan menggenggam erat jari-jemari Himawari.
Gadis itu pun mengangguk berusaha untuk percaya pada kekasihnya itu. Mereka berdua mengintai untuk sementara karena di lihat dari keadaan, tidak menguntungkan karena tempat ini banyak sekali preman menjaga.
Dengan demikian jika Kakak Bryan tiba-tiba datang, maka semua para preman itu akan menangkap dan sia-sia saja mereka jika tak bisa menyelamatkan dan ikut tertangkap.
Kak Bryan pun mendapat ide cemerlang , ia pun melihat keadaan untuk sementara, masih tetap bersembunyi di tempat yang amat dan mengintai jika ada celah. Dan jika waktu yang tepat maka ia akan menyelamatkan Shakira.
"Jangan bersuara, diamlah untuk sementara kita akan mengintai disini, sampai keadaan bisa menguntungkan." bisik Kak Bryan.
"Percayalah padaku." suara lirih dan lembut Kak Bryan menenangkan Himawari.
Himawari mengangguk dengan pasti, dia percaya pada kekasihnya itu. Pasti sudah mempunyai rencana yang matang.
__ADS_1
Maka mereka berdua tidak bersuara dan tetap bersembunyi dengan mengawasi pergerakkan semua para preman itu. Dengan seksama Kak Bryan mengamati dari kejauhan.
Bersambung...