Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 54 "Kak Bryan marah Besar "


__ADS_3

Dan Kak Bryan pun sudah tiba di kelas, dia berdiri samping Himawari saat ini, terlihat menyeringai terlihat wajahnya yang arogan.


Wajah tirusnya di tekuk, alisnya agak merapat dan menarik salah sisi bibirnya, dan menatap Kak Langit dengan pandangan tajam, tak itu saja dia mulai angkat bicara.


"Ckk, aku kira kau ini memanglah pria yang sangat aneh, kau seharusnya tak membawa seorang gadis dalam bahaya!!!" Suara lantang dari Kak Bryan memicu emosi dari Kak Langit yang pendiam, dan suka berkata irit.


Kak Langit berdiri dan menatap kedua bola mata Kak Bryan yang terlihat sangat marah.


"Hem, pergilah urus urusanmu sendiri, kenapa kau harus semarah ini?, dia kan sudak tidak apa-apa kenapa kau seheboh ini?" Protes dari Kak Langit dan memerah matanya lalu ia pun mengepalkan kedua tangannya yang kekar.


Siap melayangkan tinjunya kapan saja pada pipi Kak Bryan, namun Himawari yang tahu dia pun berinisiatif membawa salah satunya pergi.


Himawari pun menengahi di tengah-tengah, melihat mereka berdua yang sedang beradu membuat dia ketakutan.

__ADS_1


"Sudahlah Kak, kenapa harus bertengkar? dan lebih baik kita pergi kak Bryan, cari minum." Ajak Himawari dengan menarik lengan Kak Bryan. Namun tangan Himawari di tepis .


"Aish, kau ini benar-benar aku terlambat tahu, aku sebenarnya ingin memukulnya." Ujar dari Kak Bryan yang sangat marah, melihat wajah Kak Langit yang sedang berhadapan saat ini.


"Seharusnya kalau berbicara aturlah dulu, kau kan belum tahu kejadiannya, namun kenapa kau marah?" Tanya dari Kak Langit pada Kak Bryan dengan nada profokasi.


"Kenapa aku?, marah kau tak tahu!!!!" Ujar dari Kak Bryan sambil menyeringai matanya pada Kak Bryan.


"Ha,... kau ini benar-benar pria merepotkan, sudah aku tak mau lagi berdebat pergi saja!" Usir dari Kak Langit lalu kembali duduk lagi di bangku belakang.


Bryan sangat marah pun mendekati lalu dia melayangkan tinjunya, pada wajah Kak Langit


"Buakkk..."

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?, kau memang sudah gila!!!" Protes dari Kak Langit dan membalas tinju Kak Bryan .


"Buakkk...."


"Sudahlah, nanti kalian di hukum Pak Guru pendisiplinan, ayolah!!" Ujar dari Himawari memegangi tangan Kak Bryan agar berhenti.


Himawari takut kalau mereka berdua akan dapat hukuman ,karena terlibat perselisihan.


"Kali ini aku akan berhenti, namun tidak untuk besok , lihat saja!!" Kak Bryan yang memberi peringatan pada Kak Langit dengan tatapan tajam.


Akhirnya pertikaian pun berhenti, Himawari dan Kak Bryan pergi ke kantin mendinginkan emosi Kak Bryan, mencoba untuk meredakan emosinya . Terlihat Kak Bryan sangat marah tetap tak mau berkata juga tak mau merespon kata-kata Himawari yang sedari tadi berusaha meredam emosinya.


"Ayolah, memang kenapa ? ,aku kan sudah tak apa-apa kenapa kak Bryan bisa semarah ini?" Tanya dari Himawari dengan menatap wajah dari Kak Bryan yang masih marah.

__ADS_1


Alisnya terangkat, wajah tirusnya itu tertekuk, dan wajah tampanya berubah menjadi wajah arogan. Himawari yang takut menelan seliva berkali-kali, dan menggaruk tengkuknya dia tak tahu apalagi yang terjadi pada kedua pria yang bertikai tadi. Himawari menghela nafas berkali-kali dan duduk di samping Kak Bryan.


Bersambung...


__ADS_2