
Keesokan harinya, di pagi hari Himawari saat ini sudah berpakaian rapi, cantik dan seperti biasa dia dengan aroma jeruk sunkist nya, dia memakai tas kecil, dan baju kantoran rapi dan rambut pendeknya tersisir rapi.
Setelah makan sarapan pagi dengan senyum lebar, bak menemukan harta karun Himawari meringis terlihat gigi putih berderet rapi.
"Hemm, cantik sekali putri ibu, tapi sebentar, kalau boleh tanya kapan kau dapat panggilan kerja??" tanya ibu Himawari penasaran karena tak pernah sama sekali, melihat Himawari itu di interview, ataupun dapat sebuah panggilan dari perusahaan.
"Ehmm itu, waktu aku mengirim pesanan di gedung itu, lalu aku di tawari seorang yang aku kenal." ujarnya Himawari sambil menyeka bibirnya agar tidak belepotan, dengan tisu.
"Ya udah, ibuk senang kalau putri ibu sudah kerja,tapi kamu hati-hati ya,apa bawa bekal makan siang??" tanya ibu Himawari dengan wajah yang sumringah menatap putri tunggal nya, di perhatikan dari bawah sampai atas.
"Ehm, tak usah aku mau mencoba makanan di kantin saja, aku rasa tak ada salahnya kan." jawab Himawari sambil mengecup pipinya dan kening ibunya, setelah itu dia mencium telapak tangan dan punggung tangan ibu nya.
"Aku berangkat dulu..." pamitnya.
Himawari terlihat rapi dan juga sopan,karena tubuhnya yang kecil mungil itu orang banyak yang mengira, kalau dia masih sebagai gadis SMA.Dengan wajah mungil serta tubuhnya itu terasa awet muda, karena dengan begitu tak terlihat mencolok, namun saat memakai baju kantoran, mengenakan make up yang tipis terlihat semakin cantik.Dengan mengendarai motor kecilnya dia berangkat kerja untuk yang pertama kalinya.Walau jalanan ini agak macet tidak masalah sama sekali,dengan sepedanya itu bisa melewati celah-celah dari mobil besar akhirnya dia tiba, dia parkiran sebuah gedung khusus untuk karyawan di bawah lantai.
"Wah, kenapa banyak sekali yang membawa mobil ya?,hanya aku yang membawa motor." rutuk Himawari lalu setelahnya, masuk ke dalam gedung itu melalui lift dan memencet tombol 100.
Kebetulan dia itu harus menemui seseorang. Orang itu akan membimbingnya, untuk siap bekerja secepatnya, karena sebelum masuk kerja Himawari itu melakukan training selama kurang lebih satu bulan lamanya.
"Ting..." lift pun terbuka Himawari di suguhi pemandangan, yaitu betapa ramai karyawan akan masuk lift dan menuju ruangan mereka masing-masing.Berdesak-desakkan seakan di kejar oleh waktu.
__ADS_1
Himawari mulai keluar lift dengan berdesak- desakkan, tak sengaja ada seorang pria yang berbahu tegap menyenggol badannya yang kecil, sehingga tubuh Himawari limbung dan terjatuh, kakinya agak sedikit keseleo.
"Awwww, sial..siapa kau berani sekali?, lihat kakiku, sakit sekali...awww.." umpat dan juga erangan dari Himawari, namun pria itu tetap berjalan tak bertanggung jawab, malah pergi dengan seenaknya saja.
"Aduh, sudah tidak minta maaf, pergi lagi, uhh dasar pria kurang ajar !!" rutuk Himawari dan berusaha berdiri ,dia berupaya keras karena kakinya yang keseleo, terlihat agak membiru.
Sambil meringis menahan rasa sakit kakinya, tiba-tiba Himawari seakan berada di sebuah tempat yang jauh, di tempat antah berantah yang sangat asing baginya.Dia terdiam untuk sejenak, karena baru pertama kali dia bekerja maka dia belum terbiasa dengan lingkungan di sini, asing ,tekucilkan, harus menahan rasa sakitnya, padahal dia tak berniat sama sekali bekerja menjadi seorang pegawai kantor.
"Halloooo, Himaa,Himaaa...!!" suara seorang perempuan yang agak tinggi terdengar tepat di telinganya, sontak Himawari terkejut dan seketika lamunannya buyar.
"Iya,kenapa anda bisa tahu nama saya?"tanya Himawari dengan meringis dia menahan rasa sakit kakinya yang keseleo.
"Tentu saja, kenalkan nama saya ya Eliz, dan nama panjangnya Eliza Sarah Aimar." sambil menjabatkan tangan pada Himawari.
"Iya kak Eliz, bolehkah saya bertanya ??" tanya Himawari dengan memandang lekat wajah wanita itu, namun dengan pandangan agak tidak berselera, dan juga agak muram.
"Ehm, saya bekerja sebagai apa?, dan apakah semua orang yang bekerja disini, tidak punya sopan santun?" tanyanya Himawari membuat kedua bola mata Eliz terbelalak.
"Apa maksudmu??" tanya Eliz dan tersenyum masam.
"Aku di dorong di depan lift, saat aku jatuh orang yang mendorongku tidak minta maaf." gerutu Himawari dengan sebal, karena tidak ada bedanya dengan karyawan lainnya, juga tidak ada yang peduli hanya mengabaikannya saja, bahkan mereka tidak melihat Himawari.
"Oh, itu karena mereka punya banyak tugas, sudahlah ayo ikuti aku." ucap wanita itu lalu mereka berada di sebuah ruangan hanya ada dua kursi dan meja.
__ADS_1
"Kau, hari ini bertugas untuk menyalin semua yang ada di meja, ok, aku pergi dulu." ujar Eliz dan pergi keluar ruangan itu.
"Sial, kenapa aku di tinggal?, kenapa semua orang disini aneh sekali??" gerutu Himawari.
Beberapa jam kemudian tugas Himawari yang menumpuk itu,hanyalah tinggal beberapa saja ternyata Himawari,walau kakinya sedikit sakit tapi masih bisa menahannya.
Dia pun menarik kedua lengannya ke atas, meregangkan kedua tangannya dan berdiri celingukkan ke kanan dan ke kiri.
Dia pun melihat jam di ponselnya ternyata ini menunjukkan waktunya makan siang, karena sudah pukul 13.00 wib.Dia keluar ruangannya karena dia sering pergi ke area kantor untuk mengirimkan makanan maka dia tidak akan tersesat,setelah berada di kantin yang mewah dia mengambil menu makanan yang tak ada di kedai ibunya, sembari menyantap dengan beristirahat,dia mengamati keadaan sekeliling banyak orang yang makan sambil berbincang juga ada yang terburu-buru, mungkin mereka sangat banyak sekali pekerjaannya.
"Ha... sakit sekali kakiku, sesampai di rumah aku mau di urut ibu ah..." gumam Himawari.
"Ternyata kerja di sini tidak enak, aku tahu kenapa Kakak Langit itu tidak menyukainya." gumam dari Himawari sembari memasukkan tiap sendok nasi, beserta lauk dan sayurnya.
Beberapa menit kemudian ada seorang gadis yang memakai baju rapi ala kantoran, dengan lipstik warna pink nude, serta rambutnya yang panjang tergerai, dia berjalan mendekatinya.
"Hallooo, namaku Evelyn, panggil saja Eve." sambil duduk dan memakan makan siang nya
"Iya salam kenal,namaku Himawari, kau boleh memanggilku Hima."ucapnya Himawari lalu ia tersenyum manis,dan menatap seorang gadis yang saat ini berada di depannya.
"Ok, saat ini kita berteman ya." ucapnya Eve dengan seulas senyuman, khas dari bibirnya yang indah tipis,terlihat seksi,dengan polesan lipstik pink nude itu.
Tak kalah menarik lagi dengan kedua pipinya memperlihatkan kedua lesung pipit saat dia tersenyum ke arah Himawari.
__ADS_1
Mereka berdua dengan akrab bersenda gurau dengan berbincang apa saja, dan menghabis kan makan siang mereka.Tak terasa waktu itu terus berlalu maka mereka berdua harus balik kembali ke ruangan mereka masing-masing.
Bersambung...