Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 167 "Nge Date"


__ADS_3

"Ya Tuhan, gadis ini manis sekali..." batin Rayan, dan menahan degup jantungnya.


"Hei, kenapa kau melamun...???" hardik dari Shakira menggerak-gerakkan telapak tangan.


Langsung Rayan pun tersadar dari lamunan yang ia tidak sadari membuat pipinya merah.


"Kenapa pipimu merah?" tanya Shakira lagi.


"Ti..tidak apa-apa.." jawabnya terbata-bata.


Karena Rayan kini mulai menyukai Shakira pada pandangan pertama. Namun gadis itu tak menyadari sama sekali. Dia merasa aneh akan kehadiran Rayan. Shakira mengacuhkan pria itu. Padahal Rayan beberapa kali mulai mencuri pandang melihat wajah Shakira yang khas oriental itu. Beberapa kali lalu Himawari mulai tersadar kalau Rayan mempunyai rasa ketertarikan pada sahabatnya itu.


Dia pun berinisiatif untuk mengerjai sahabat nya itu dan mendekatkan pada Rayan. Body guard Kakak Langit. Maka Himawari dengan dalih kalau ingin berbicara empat mata saja dengan Kakak Langit meninggalkan mereka berdua, agak menjauh agar mereka berdua itu bisa saling mengobrol dengan santai tanpa gangguan.


"Kenapa kau menarikku kemari?, kenapa kita meninggalkan mereka berdua??" tanya Kakak Langit penasaran karena tiba-tiba Himawari menyeretnya ke arah lainnya.


"Hi..hi...hi..." Himawari cengingisan.


Kak Langit menggelengkan kepalanya dan dia menatap wajah Himawari penuh tanda tanya.


Kenapa meninggalkan sahabatnya itu.


"Begini Kakak Langit biarkan mereka berdua saling mengobrol, supaya Shakira itu cepat dapat jodoh." bisik Himawari tepat di telinga pria itu.


Lalu Kak Langit menundukkan wajahnya yang tampan. Seketika raut masam dan muram itu tergurat jelas di wajahnya kini, membuatnya merasa sedih. Karena Himawari memikirkan orang lain daripada pria yang saat ini berada di dekatnya begitu mencintainya.


"Kak, kenapa kau kini terlihat sedih sekali?" tanya Himawari ,ia pun bertanya-tanya dalam benaknya kalau pria tampan ini kenapa bisa demikian.

__ADS_1


"Kau tahu, aku sangat menyukaimu, namun kau tidak makanya aku bersedih.." jawab Kak Langit, yang seakan membuat hujan deras dengan tiba-tiba walau tak mendung dan tak berpetir.


Seakan langit dan dunia ini akan runtuh, gadis itu merasa sesak di dadanya tersadar kalau ia salah ucap. Tak bisa memahami sama sekali perasaan Kak Langit.


"Maafkan aku ya kak, kau pasti dapat gadis yang lebih, kau tampan, bijaksana, baik, dan kaya raya ." Himawari mencoba menghibur pria itu, namun kali ini rupanya tidak mempan


"Kenapa kau tak memilihku?, aku berharap kalau kau saja yang menjadi pendampingku." curhat Kak Langit yang terdengar amat tulus di telinga Himawari.


"Kau tahu, walau kau menikah aku tidak akan pernah mencari gadis lain, karena aku rasa aku tak bisa." ujar Kak Langit dengan nada amat sedih, membuat Himawari kini merasa bersalah.


Himawari mengernyitkan kedua alisnya, dan ia tak meneruskan ucapan juga hanya bisa menelan ludah dengan kasar. Memilih diam karena takut salah bicara.


Saat ini Rayan sedang berusaha mendekati Shakira seharusnya mereka berdua melihat film horor, namun karena Shakira amat suka dengan adegan action, dia memilih film luar negeri, dan banyak adegan menantangnya.


Beberapa kali Shakira melihat ke arah kanan dan kiri, namun tak melihat batang hidungnya yaitu gadis kecil bernama Himawari.


"Sialan, kenapa aku di tinggal dengan kutu kupret ini??, cih pasti dia mengerjaiku dasar!" batin Shakira mengumpat, merasa kesal dia pun melahap semua pop corn miliknya itu sampai tersedak.


Dan Rayan pun menepuk punggung Shakira beberapa kali dengan kencang agar pop corn yang masuk dalam kerongkongannya, keluar.


Setelah beberapa kali menepuk alhasil usaha Rayan berhasil, semua pop corn yang masuk dalam mulut Shakira berhamburan. Keluar di lantai berserakkan tidak beraturan.


"Sudah.. Sudah..." ujar Shakira dan menerima satu cup es teh dari Rayan.


"Ha... Leganya..." ujar Shakira setelah minum es teh itu dengan beberapa kali tegukan.


"Hei, kenapa aku merasa kalau kita ini sedang di kerjai ya??" gerutu Shakira pada Rayan.

__ADS_1


"Hem, aku rasa tidak Shakira mungkin mereka berdua kini sedang berbicara sangat penting sekali." ujar Rayan meyakinkan Shakira.


"Hem benarkah?, tapi kenapa lama sekali ya?" gerutu Shakira, dan melihat film bioskop itu.


"Kau, tahu tuan muda sedang berkabung, dia baru kehilangan ayahnya." ujar Rayan.


"Apa tuan muda?, siapa?" tanya Shakira.


"Maksudmu Langit??" tanya Shakira kepo.


Rayan pun mengangguk, tersenyum manis ala bintang berkelas kakap, bak aktor korea itu, ya kira-kira namanya oppa Lee Dong Wook lah. Senyuman maut ala Rayan keluar agar Shakira terpikat olehnya.


Sayangnya seribu sayang gadis itu tak bisa sama sekali di goda, padahal Rayan sudah sedari tadi bersikap manis, mulai membersih kan tempat duduknya, membelikan Shakira camilan dan minuman ringan. Sampai dia rela menepuk pundak beberapa kali agar Shakira tak tersedak pop corn dan terkena semua isi pop corn yang tersembur dari mulut Shakira.


Dia tetap saja masih tak tahu kenapa walau demikian Shakira itu bak dewi aprodhite yang kini di kirim Tuhan kepadanya.


Namun gadis itu tidak pekah sama sekali, ia hanya mengacuhkan Rayan. Mungkin karena Shakira seperti seorang anak laki-laki.


"Oh, kau jadi semacam ajudannya??" telisik dari Shakira menatap lekat wajah Rayan.


Dia pun malu merona karena tatapan Shakira membuatnya salah tingkah, degup jantungnya kini tidak beraturan seperti tabuhan gendrang yang di tabuh. Rayan pun melamun tetap saja menatap wajah Shakira tanpa berkedip.


"Pria aneh sekali, ckkk di ajak bicara malahan melamun saja." gerutu dari Shakira, lalu ia pun menepuk beberapa kali pundaknya.


"Bugh..bugh..bugh...Hei... !!, apakah kau ini sakit?" tanya Shakira memandangi wajahnya Rayan yang sedang melamun diam dan tak berkedip.


"Maaa...maa af kan aku..." jawabnya terbata- bata, karena amat terkejut, tepukan Shakira di pundaknya.

__ADS_1


"Ha... Sialaaan Himawari meninggalkanku dengan kutu kupret ini!" batin Shakira yang kini menggerutu sebal pada sahabatnya itu.


Bersambung...


__ADS_2