
"Astaga aku bisa gila ini." Batin Himawari dan pipinya mulai memerah, dia malu sekaligus amat senang kenapa pelukkan ini serasa tak mau lepas.Dia pun juga melingkarkan kedua tangannya pada pinggang Kak Bryan.
Cute masih saja tertidur pulas tidak melihat Himawari dan Kak Bryan sedang berpelukkan.
Himawari pipinya memerah dan juga Kakak Bryan, berusaha keras untuk mengendalikkan degup jantungnya sudah sangat tidak stabil.
Dia merasa ada sengatan listrik begitu kuat menjalar di sekujur tubuhnya, dan perasaan kerinduan yang mendalam padahal baru satu hari ini dia tak bertemu Himawari .
"Dengarkan baik-baik, kalau kau berangkat sekolah jangan pergi dengan pria lainnya." Ujar dari Kak Bryan sambil melepas pelukkan dan memegangi kedua lengan Himawari, dan kedua matanya memandang lekat, merunduk karena tubuh Himawari yang agak pendek .
"Memang kenapa kak?" Tanya Himawari , dan menggerakkan kedua kelopak matanya yang indah ,dengan kedua pipi yang merah merona.
"Aku tahu pagi tadi kau berangkat, dengan pria itu lagi kan? "Tanya Kakak Bryan sambil memanyunkan bibirnya yang ranum kepada Himawari, dengan wajah nampak amat sebal.
"Iya ,la habis gimana?, Shakira dan Kak Bryan tidak muncul mau gimana lagi hayooo?" Ujar Shakira dan memandang wajah Kakak Bryan.
"Ya udah kalau begitu besok berangkat sama aku aja, aku tadi habis berlatih dengan Bram agar bisa mengalahkan Abangmu." Ujar dari Kak Bryan sambil bergaya seperti pria yang paling cool, dan charming di seluruh dunia.
"Benarkah?,lalu kakak kalau menang mau apa?" Tanya Himawari dengan raut wajahnya yang polos.
"Tentu saja jawab iya ,ok." Dengan nada serius dan melihat wajah Himawari dengan sangat intens, lalu dia berharap Himawari akan mau menganggukkan kepalanya atau dia bersuara dan membuka mulutnya berbunyi kata iya.
__ADS_1
"Baiklah aku akan menjawab iya kak." Ujar dari Himawari sambil tersenyum sangat manis.
"Benarkah?,tak bohong?" Tanya Kakak Bryan memastikan lagi pada Himawari .
"Tentu saja kak, kalahkan Abang Gamma, tapi apa tidak sulit?,bahkan Shakira saja tak bisa mengalahkannya." Ujar Himawari memberi peringatan pada Kak Bryan dengan tenang.
"Hemmm,haaaaa." Menghela nafas panjang.
"Tapi setidaknya kau kan sudah mau bilang iya, aku sudah sangat senang, tinggal berlatih dengan keras." Kak Bryan melepaskan tubuh kecil Himawari dan loncat-loncat kegirangan.
Himawari memandang sangat heran kenapa Kak Bryan sangat riang sekali, seperti dia itu mendapat hadiah yang sangat besar sekali.
"Maaf Kak Bryan perutku sakit,tunggu di situ ya."Dengan berlarian karena sudah tak tahan, menuju kamar mandinya.
"Iya pergilah..."Jawab Kak Bryan.
Kak Bryan memandang Cute tertidur sangat pulas, karena dia sudah memberi tahu Kakak Mentari karena kucingnya tidak hilang masih menginap di rumah Abangnya Himawari,dia berjanji akan membawanya besok pagi saat berangkat ke sekolah. Kak Bryan merasa lega sekali, ia bertekad bulat akan berusaha keras agar bisa mengalahkan Abang Gamma.
"Aku yakin aku akan bisa." Batin dari Kakak Bryan sambil memandang Cute yang tidur pulas. Dia seperti anak kecil yang kelelahan.
Kakak Bryan keluar rumah dilihatnya langit malam ini memang sangatlah indah, seindah perasaanya.Tidak itu saja cukup jawaban iya dari Himawari membuatnya sangat semangat
__ADS_1
Entahlah kata itu seakan hal yang sangat luar biasa baginya, padahal kata iya itu sederhana bisa di keluarkan dari bibir siapapun juga,tapi bagi Kakak Bryan malam ini kata itu sangat spesial membuat fikirannya melayang indah .
Membumbung tinggi pergi melihat bulan dari dekat, dia memandang bulan yang jaraknya sangatlah jauh dengan bumi yang di pijaknya saat ini. Namun karena perasaannya sangat bahagia melebihi apapun juga baginya bulan sangat dekat sekali .Berada tepat di hadapan memandangnya dengan tersenyum.
"Kenapa kau sangat indah bulan?,bahkan kau hanya diam tak tersenyum sama sekali, aku sangat senang ." Gumam dari Kak Bryan pada Bulan di langit yang berpendar cahayanya itu kekuningan hangat,terang dan juga sangatlah cantik sekali .
Anggun seperti seorang bidadari berpakaian putih sedang terbang di atas langit, namun dia tidak bisa pergi kemana-mana dia hanya bisa menjadi saksi bisu antara perasaan pria yang bernama Kak Bryan dan seorang gadis bernama Himawari. Atau juga saksi perasaan orang lain namun karena kita semua tak tahu maka anggap saja sang rembulan hanya bisa menyaksikan kisah perasaan mereka berdua saja .Beberapa saat kemudian Himawari pun sudah selesai dan pergi ke depan menyusul Kakak Bryan yang sedang menghirup udara segar di luar rumah saat ini.
"Kak, tadi kakak langsung kemari dari rumah Kak Bram?" Tanya Himawari pada Kak Bryan
"Iya aku langsung kemari setelah membaca pesanmu itu." Ujar Kak Bryan sambil melihat bulan purnama yang indah di langit saat ini.
"Em, ya sudah aku kira kakak akan memberi tahu Kak Mentari." Ujar dari Himawari melihat wajah Kak Bryan dari samping .
"Iya aku sudah memberi pesan ,dan besok kita bawa Cute saat berangkat sekolah ok." Ujar dari Kak Bryan pada Himawari lalu dia pun tersenyum sangat manis sekali.
"Baiklah ,apa kakak tidak lapar aku membuat makanan untuk kakak?" Tanya Himawari pada Kakak Bryan dan memandang lekat wajahnya yang nampak dari samping, hidungnya yang panjang bibirnya yang ranum, dan wajah tirus itu sangat sempurna,di tambah lagi dari sinar rembulan, temaramnya membuat aura Kakak Bryan semakin bertambah saja.
"Tidak terimakasih,aku sudah sangat kenyang dan kau sudah makan?" Tanya Kak Bryan ke Himawari dan menoleh ke arah wajahnya saat ini, sekilas pandangan mereka itu beradu satu sama lainnya.Membuat mereka memerah pipi keduanya saat ini.
Bersambung...
__ADS_1