Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 48 "Hampir Saja 2"


__ADS_3

Maka Bella pun perlahan melangkahkan kaki dengan pasti, menuju lorong sempit, dimana ada Kak Bryan dan Himawari saat ini.


"Aduh bagaimana ini?" Batin dari Himawari.


Kak Bryan pun memegangi hidungnya yang berdarah saat ini.


"Tap...tap...tap..." Langkah kaki Bella menuju lorong itu.


Himawari dan Kak Bryan saling menatap satu sama lain,dan bingung harus berbuat apa lagi Mereka sangat panik dan jantung pun sudah mau copot, mereka bukanlah buronan namun kenapa sangat takut jika Bella menoleh dia pasti akan melaporkan pada Yuri.


Bella pun semakin dekat dia melangkahkan kaki kecilnya dengan pelan tetapi pasti saat akan sampai di lorong, tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan.


Padahal Bella hanya tinggal satu langkah lagi akan mendapati Himawari juga Kakak Bryan yang ada di balik lorong tersebut.


"Hei... kenapa belum bersiap? ayo Let's go." Ujar dari pria yang berbadan atletis sembari mengamati Yuri yang memakai baju sedikit terbuka, dan memakai celana pendek.

__ADS_1


Dengan pandangan tercengang dan mulut ternganga. Tak berkedip dan melihat badan Yuri yang molek dan begitu indah, terlihat di kedua bola matanya sekarang.


"Apa yang kau lihat ? ,mau ku congkel mata mu itu?" Suara Yuri yang ketus dan marah terdengar di telinga. Dia melotot dan melirik tak itu saja dia pun juga membuang mukanya dengan angkuh.


"Galak amat, cantik tapi hemmm." Sambil membuang muka dan pergi meninggalkan mereka berdua. Yuri dan Bella di ruangan itu.


"Bellaaa!!!, sudah aku memakai baju itu saja ambilkan!" Perintah dari Yuri pada Bella agar mengambilkan baju yang lainnya saja.


"Baiklah aku akan mengambilnya." Jawab Bella dengan nada memelas, karena setelah perlakuan Yuri padanya beberapa menit yang lalu ,sekarang Yuri menyuruh mengambilkan baju yang lainnya dengan seenaknya sendiri.


Kak Bryan menutup hidungnya dengan sapu tangan miliknya, dia pun tersenyum melihat Himawari yang panik, serta mengamati wajah nya yang tegang seperti ikan buntal. Pipinya yang menggembung berangin dan nampak lucu bagi yang melihatnya.


Namun Himawari masih mengatur nafasnya yang terengah-engah merasa aneh kenapa dia harus bersembunyi, padahal tak ada hal yang perlu di sembunyikan olehnya, lalu kenapa juga suara jantung Kak Bryan tadi terdengar sangat keras di telinganya. Dia pun menatap Kak Bryan dengan pandangan curiga.


Lalu mendekat dan berdiri di depannya. Bella dan Yuri sudah pergi meninggalkan ruangan itu. Mereka itu sudah berada di depan tempat pemotretan untuk pengambilan gambar.

__ADS_1


"Ha...kenapa kita harus sembunyi, apakah kita seorang buronan?" Tanya Himawari pada Kak Bryan, dan mulutnya manyun kelopak mata Himawari di gerakkan beberapa kali.


"Bukan begitu, ya karena Yuri sedang berganti baju, aku ini kan pria masak harus keluar tiba- tiba?" Tanya Kak Bryan pada Himawari dan mengamati wajahnya masih bingung.


"Aish, tapi kenapa? harus sembunyi, aku jadi sangat tegang , aku kira kita akan di hukum tadi Kak." Gumam Himawari sembari duduk karena lelah sudah berdiri mematung sejak tadi.


"Oh ya kak, apakah kakak habis olahraga?" Tanya gadis ini dengan rasa penasaran yang sangat tinggi.


"Memang kenapa?"Tanya Kak Bryan balik.


"Ya karena detak jantung kakak, terdengar di telingaku dengan jelas sekali." Ujar Himawari dengan blak-blakan, membuat Kak Bryan itu terkejut dan tak tahu harus bilang apa atas pertanyaan tersebut.Kelopak matanya pun di gerak-gerakkan beberapa kali tanda ia takut dan bingung sekali.


Kak Bryan menelan selivanya dan jantungnya berlarian di tambah keringatnya menetes di wajahnya , dia pun panik harus menjawab apa pada gadis yang ada di depannya ini.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2