
Cute menatap lekat Himawari yang sedang mengoceh, entah paham atau tidak tetap dia melihat wajah Himawari memerah.
"Ha.. cih... ha..cih..." Bersin-bersin terus dan menggosok bawah hidungnya yang sangat gatal sekali.
"Meow... meow..."
"Aduh... Cute kenapa kau tak pergi ke Kakak Mentari saja, apakah kau lapar?" Tanya dari Himawari dia pun memandang Cute .
"Meow... meow..."
"Baiklah aku akan mencarikan kamu biskuit tunggu disini." Sambil menggosok hidungnya yang merah karena gatal, mata Himawari pun juga berair, namun karena Cute terlihat lapar Himawari berinisitif mencarikan dia makanan
Himawari bergegas berjalan menuju dapur, dia berharap menemukan makanan dan susu khusus untuk kucing, karena mungkin karena Kak Mentari sibuk maka Cute lupa di berinya makanan.
"Aduh Cute seharusnya kau jangan ikut, nanti kalau dapat biskuit aku akan membawanya untukmu." Ujar Himawari sembari berjalan menuju dapur belakang diikuti oleh Cute di bawah kakinya.
Cute menjilati bibirnya sesekali dan dengan langkah kaki kecil Cute, nampak gemoy dari belakang pantat Cute bergoyang dan ekornya di kibaskan secara berlawanan dengan empat kakinya yang sangat mungil itu.
Namun karena Cute itu adalah seekor kucing yang lucu maka tingkahnya menggemaskan.
Sesampainya di dapur ternyata ada Yuri dan Asistennya bernama Bella, nampak seperti biasa Yuri yang sedang memarahi Bella sang Asisten yang sangat ceroboh sekali.
__ADS_1
"Bell, kamu ini kalau kerja niat enggak sich?" Tanya Yuri dengan emosi , nampak wajahnya memerah murka pada Bella asistennya.
"Maafkan aku Yuri, aku tak sengaja." Dengan nada memelas dan memohon pada Yuri yang sedang marah besar pada Bella, dia menatap tajam serta menyeringai bak seorang dracula yang mau menghisap darah korbannya.
"Lihatlah ,aish kau tak bisa di maafkan."Protes Yuri lalu ia mulai mendekati Bella yang sudah meminta maaf atas kesalahannya.
Menjambak rambut dengan sekuat tenaganya
Dia pun hendak melayangkan tamparan lagi kepada Bella Asistennya, Yuri itu sangatlah pemarah karena masalah apapun baginya itu adalah hal yang sangat heboh. Walau Bella tak mempunyai kesalahan tetap saja dia itu tetap di rundung oleh Yuri, baginya Bella itu adalah bahan pelampiasan kemarannya .
Dengan merundung Bella Yuri menikmatinya , karena Bella tak dapat berkutik tak akan mau membuka suara, dia anaknya orang miskin hanya dari kampung merantau di kota besar berharap dia bisa mengumpulkan uang bisa membiayai hidupnya. Mengirimi sedikit sisa untuk orang tuanya.
Dan dia yang sangat kesal akan melayangkan tamparannya lagi ke pipi Bella...
Bella hanya meringis memegangi pipinya yang memerah akibat tamparan dari Yuri.
"Ssssttt..."
Saat akan mendaratkan tamparanya lagi pada Bella asistennya itu namun Himawari datang memegangi tangan Yuri dan menjauhkan dari pipi Bella.
Cute yang imut berdiri di samping Himawari sambil mengeong.
__ADS_1
"Meow...meow..." Cute sudah tidak tahan lagi karena kelaparan dan kehausan mengeong, dia itu berharap Himawari tak menggubris Yuri dan mengambilkan makanan dan susu untuknya.
"Beraninya kau ikut campur pendek, kenapa kau ada disini?" Tanya dari Yuri menyeringai
Tatapan sangatlah terkejut kenapa Himawari sudah ada di dapur, padahal Himawari bukan seorang model. Makanya Yuri ini sang model cantik mulai memandanginya dari bawah kaki sampai ujung kepala Himawari. Dia terheran karena badan Himawari kecil juga bertubuh pendek tak mungkin menjadi seorang model.
"Heiii, pendek dengarlah kenapa kau disini ? pergilah aku, ingin muntah jika melihat wajah darimu yang sok polos itu!!" Sambil menatap penuh amarah dan penuh ledekkan sangat merendahkan gadis bernama Himawari ini.
Saat ia akan melayangkan tamparannya pada pipi Himawari yang gembil, sesuatu tiba-tiba mencakar pipi dari Yuri dengan cepat.
"Cling... Crrrkkkkk."
"Meow.... Grrrrghhhh"
Nampaknya Cute sangat marah sekali kepada Yuri, Himawari yang melihat terkejut ternyata Cute adalah seorang pahlawan penyelamat.
Cute mengeluarkan taringnya dan kuku di keempat kakinya dengan bersamaan, dia telah menjadi pahlawan untuk Himawari .
"Sialann, kucing gila siapa ini berani merusak wajahku yang cantik?,dan aset yang mahal !!" Kemarahan Yuri yang meledak tak terbendung lagi , wajahnya tergores dan berdarah karena ulahnya sendiri.
Bersambung...
__ADS_1