Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 143 "Gosip"


__ADS_3

"Lalu, bagaimana serius itu?" tanya Himawari dan melihat wajah Kak Bryan menatapanya.


"Ya kita menikah, lagipula sudah berumur 23 tahun cukup untuk kita menjalin hubungan tak seperti dahulu, terlalu kecil." ujar Kakak Bryan.


"Apaaaa???" kedua bola mata Himawari akan lepas mendengar pernyataan itu, dari bibirnya Kak Bryan yang ranum seksi itu.


"Kenapa kau seperti di tagih hutang saja?,kan enak kalau kita menikah, kau tak usah bekerja aku bisa memberimu semuanya." ujar Kakak Bryan sambil menatap lekat wajahnya karena dia masih terkejut.


"Bukan begitu, ibu bilang ingin aku bekerja lebih baik dari dirinya, setidaknya aku ingin membantunya kak." ucap Himawari dengan menundukkan wajahnya.


Kak Bryan bangkit duduk di sampingnya dan menatap lekat wajahnya, karena Himawari tak mau menjalin hubungan yang lebih serius lagi dengannya.Dan ia memutuskan untuk sedikit lagi memberinya waktu.


Karena tidak mudah untuk mengambil suatu keputusan yang penting dalam hidup apalagi masih mempunyai seorang ibu.


"Aku paham padamu, kau ingin membantu ibumu aku akan memberimu waktu, tetapi aku bisa menghidupi ibumu juga." ujar Kak Bryan lalu menggenggam erat, juga lembut jemari Himawari, mereka pun saling beradu pandang


Hingga malam indah ini terasa sangat amat romantis bagi mereka berdua.


Saat Kak Bryan akan menempelkan bibirnya yang ranum dan seksi ke arah bibir Himawari.


Ponsel dari Himawari pun begetar, membuat kedua pasangan terkejut.


"Drrrt...drrt..." getar ponsel Himawari.


"Maaf ya kak, aku mengangkat ponselnya." ujar Himawari mengambil ponsel miliknya di atas meja.


📱" Hallo, apa bu?" tanya Himawari.


📱" Kenapa tidak pulang-pulang?, apa Bryan sudah mendingan??" tanya ibu Himawari .

__ADS_1


📱" Iya, ini sudah mau makan, dan sebentar lagi aku akan pulang jangan khawatir." ujar Himawari kepada ibunya dengan lirih dan lembut agar tidak marah.


📱" Jangan malam-malam, ibu tidak mau kau pulang malam dari rumah seorang pria, juga apalagi sampai menginap, ingat !" ibunya pun memberikan peringatan pada anak gadisnya.


📱" Iya-iya bu tenang saja, aku akan pulang secepat mungkin, sebentar lagi ya.." ucap dari Himawari, dia pun meringis sambil menutup ponselnya.


Himawari menaruh ponselnya di atas meja, melirik ke arah Kakak Bryan, karena setelah mendengar percakapannya dengan ibunya merasa agak malu. Kakak Bryan melihatnya membalas dengan senyuman kecil.


"Jangan pulang dulu, temani aku ya." rengek Kak Bryan dengan memelas.


"Baiklah setelah ini aku tinggal ya kak, karena ibu sudah sangatlah khawatir, aku tidak boleh pulang malam, apalagi menginap." ucapnya.


"Iya-iya ibumu khawatir padamu, enak kalau masih ada yang menghawatirkan kita yaaa.." ujar Kak Bryan dan merebahkan kepalanya di atas paha Himawari dan mencoba menutup kelopak matanya.


Beberapa menit kemudian, Kakak Bryan benar sudah terlelap karena obat yang ia minum itu bereaksi, maka dia pun tidur nyenyak sekali .


Himawari lalu memberinya bantal dan juga selimut, agar nyaman saat tidur. Setelahnya ia pergi berjalan ke lantai bawah untuk pulang.


Untuk sesaat dia pun menghentikan sepeda motor kecilnya di bibir jalan. Dan memandang dari situ betapa indahnya pemandangan saat ini, melihat pemandangan itu bagaikan sesaat bisa bernafas lega. Karena setelah rutinitas nya seharian yang membuat kelelahan.


"Ha... dari sini sangat indah sekali, aku mau tiap hari bisa melihat pemandangan malam yang indah ini." ujar gadis kecil itu setelah ia puas maka ia pun menyalakan motornya itu.


Kembali pulang karena dia sudah di tunggu oleh ibunya yang tersayang.


🌻🌻🌻🌻🌻


Keesokan harinya saat dalam kantor, dia pun sudah di suguhi dengan pekerjaan yang amat menumpuk itu. Dengan segala upayanya dia harus bisa menyelesaikan semua tugasnya hari ini.Sebelum ia mengerjakan semua tugas dia pun pergi ke arah pantry untuk membuat minuman hangat, untuk menemaninya sehari agar tidak mengantuk.


__ADS_1


"Selamat pagi semua, haaaiii..aku mau bikin minuman, boleh ya...?!" ujarnya pada semua karyawan kantor saat ini berada di pantry.


"Iya selamat pagi silahkan, bebas disini." jawab salah satu karyawan, namun hanya dia yang menjawab, karyawan lainnya memilih untuk pergi meninggalkan Himawari .


"Silahkan, saya pamit dulu ya..." ujarnya dan ikut pergi keluar pantry.


"Hem, kenapa mereka sangat tidak nyaman jika ada aku??, apa ada yang salah??" gerutu Himawari, dia pun membuat secangkir kopi susu, dan karamel dia membuatnya karena ramuan itu di percaya kalau bisa membuat mata tak akan mengantuk.


Setelah menaruh satu sendok kopi, memberi air mendidih di atas cangkir, setelah itu dia menambahkan susu dan karamel, setelah ia mencobanya, dia menambahkan gula sedikit agar tidak terlalu hambar dan juga tak terlalu pahit." Ehm... passs..." ucapnya sembari akan kembali ke ruangannya.


Saat akan kembali dia bertemu dengan gadis yang bernama Eve, dia adalah temannya saat makan siang. Himawari menyapanya dan dia membawa secangkir kopinya dengan hati-hati


"Hai...Eve,kau bagian apa di kantor ini?"tanya Himawari dan melihat wajahnya yang amat cantik, juga segar pagi ini.


"Hemm, kau bertanya aku bagian apa??" ujar gadis bernama Eve itu, sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Hem, apa maksudmu Eve?, bukankah kita ini berteman??" tanya Himawari dan wajahnya itu amat terkejut melihat sikap Eve ,yang amat berbeda sekali, dengan pertama kali mereka bertemu saat makan siang.


"Dengar!!!!, kau itu yang harus tahu kalau kau hanyalah bekerja disini atas kemurahan hati sang direktur, ya kan, ha...ha..ha..."ujarnya dan tertawa terbahak-bahak menatap wajah dari Himawari sangat terkejut.


"Apa maksudmu?, kita kan berteman kenapa kau terlihat tak begitu menyukaiku??" tanya Himawari dengan polosnya.


"Dengarkan sekali lagi, kita tak berteman aku hanya ingin melihat gadis mana yang berani sekali masuk ke gedung ini, tanpa melewati tahap interview, ha..ha...ha... ternyata hanya gadis bodoh !!" ujarnya Evelyn sambil tertawa terbahak-bahak.


"Aku kira kita berteman, ternyata kau seperti ini," ucap Himawari meninggalkan pantry dan kembali ke ruangannya.


Himawari merasa tidak enak bekerja di kantor saat ini, ternyata banyak orang yang saat ini membicarakannya di belakangnya. Walaupun tak tahu semua orang, sedang membicarakan di belakangnya itu. Dia pun merasa hidupnya kali ini di awasi banyak orang.


"Kenapa orang-orang disini tak asyik?, mereka semua sangatlah suka membicarakan orang lain." gumam Himawari dan mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


"Aku disini menjadi bahan gunjingan saja!!" gerutu Himawari dengan sebal, tidak selera meminum kopi miliknya.


Bersambung...


__ADS_2