Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 43 "Malam Penuh Warna"


__ADS_3

Kau adalah warnaku, dan kau juga mimpiku


Di Ketinggian mencapai awan menggumpal


Begitu juga luasnya lautan samudera terasa tergenggam erat pada jemariku saat ini


Jika kau bunga maka aku adalah tamannya


Terasa indah bewarna-warni memikirkanmu


Kelopak bungamu bertaburan juga berhambur namun hanya dalam hatiku


Hatiku penuh sesak dengan kelopak bunga Berwarna-warni hanya memikirkanmu

__ADS_1


Merekah senyumu sejuk, indah dan manis di pandang mata


Tentu saja karena kau itu adalah warnaku


Aku ingin kau terus mewarnai hidupku


Akan terus hangat, dan terukir senyum manis dalam hatiku ini


Seperti inilah perasaan malam yang penuh warna, Aku selalu ceria jika aku berada di dekatmu ooooh... warnaku.


Diliputi perasaan sang pria muda itu sedang jatuh cinta, tapi dia tak menyadari perasaan yang ia miliki, dan tak paham arti dari kata cinta itu sendiri. Maka dia pun hanya bisa bertanya pada dirinya sendiri kenapa dia bisa sesenang itu, berbeda dengan hari-hari yang lainnya. Malam yang indah ini membuat dia tak bisa memejamkan matanya walau sudah beberapa kali berusaha sekuat apapun.


"Aish, kenapa aku kegirangan ya memang apa yang terjadi?,aku ini tidak seperti biasanya." Ujar dari Kakak Bryan sambil membolak- balikkan badanya yang sudah merebah di kamarnya. Dia melamun sambil tersenyum dan tersenyum lagi.

__ADS_1


"Apakah aku sudah gila?, ahhhh aku sangat senang sekali." Gumam dari Kak Bryan lalu ia pun bangkit dari kamar tidurnya, dan keluar menuju balkon rumahnya, sambil menghirup udara. Di atas langit malam sangatlah indah walau gelap terlihat sangat cantik menawan.


"Sebentar, kenapa jika aku dekat Himawari aku sangat senang?, saat dia dekat dengan Langit, aku membencinya." Gumam dari Kak Bryan lagi sambil berfikir keras apakah yang terjadi dengannya, ada hal aneh yang masih menjadi misteri seorang pria muda, tampan dan juga polos ini. Dia berfikir keras namun masih tetap tak menemukan jawabannya .


Sambil melamun dan juga berfikir arti dari perasaannya itu, dia melihat beberapa kilat cahaya, bintang yang bertaburan di langit itu namun tentunya di penuhi dengan beberapa rasi bintang. Mereka berkerlap-kerlip walau dari kejauhan nampak cahayanya bisa terlihat sangatlah menakjubkan dari bawah bumi saat ini.


Mereka itu mempunyai nama masing-masing, dan juga seperti seorang manusia , malam ini mereka juga menghiasi langit gelap agar tak gelap sepenuhnya, memberi lentera cahaya agar kegelapan sedikit berkurang lalu terusir.


Berkerlap-kerlip seperti perasaan pria muda yang berdiri di balkon rumahnya, dan masih saja tak mengetahui perasaanya kenapa bisa seperti itu melebihi mendapatkan harta karun sang bajak laut, yang berada di dalam dasar lautan yang terdalam. Tak terjamah manusia manapun juga .


"Haaa, biarkanlah aku pasti akan mengetahui apakah perasaan ini akan hilang?, atau tetap berada dalam hatiku." Gumam dari Kak Bryan


Dia pun masuk kedalam kamarnya lalu , tidur merebahkan tubuhnya tepat di kasurnya yang nyaman. Dia menggerakkan kelopak matanya beberapa kali sambil mengamati langit-langit kamarnya. Beberapa menit kemudian kelopak matanya yang indah mempesona mulai lelah mengatup satu sama lainnya, terbuai mimpi.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2