
Beberapa jam sudah berlalu mereka semua sudah berada di depan rumah Himawari saat ini, Abang Gamma pun menyambut di depan rumahnya dengan menyeringai, kenapa sudah larut baru pulang, dengan berkacak pinggang.
"Kenapa baru pulang ?,dasar gadis nakal !!" Abang Gamma agak marah karena merasa khawatir akan adiknya itu, beberapa kali dia menghubungi namun tak bisa, memang kalau di daerah pantai sinyalnya sangat sulit.
"Maaf bang ,tadi di pantai sinyalnya sulit aku rasa jangan memarahinya ya." Kak Bryan pun memohon pada Abang Gamma itu agar tidak memarahi Himawari.
"Iya lagipula aku ikut serta." Shakira keluar dari mobil Kak Bram.
Kak Bram keluar dari mobilnya dan memberi salam hormat pada Abang Gamma.
Kak Bram melihat wajah Abang Gamma yang sedang marah, terlihat menyeringai sorot dari matanya sangat tajam,dia menatap Himawari dengan mata merah menyala, dan ia berkacak pinggang.
"Aduh maaf bang, aku hanya ingin bermain sebentar lagipula tadi siang aku sangatlah." ujar Himawari sambil mengerucutkan bibirnya takut akan kemarahan Abang Gamma .
"Sebentar apanya?,ini tengah malam kau ini anak gadis tak boleh pulang malam-malam!" Abang Gamma pun menjewer telinganya.
"Aduh sakit Bang..." Himawari menyeringai kesakitan telinganya di jewer Abangnya.
"Maafkan dia ya Bang,aku mohon karena aku rasa dia butuh refreshing agar tidak penat,aku saja yang di jewer." Kak Bryan memohon pada Abang Gamma agar bukanlah Himawari yang dapat hukuman.
"Kau itu sama saja, aku sudah bilang jangan membawa adikku ini sembarangan !!!" Bang Gamma pun menjewer telinga Kak Bryan juga.
"Aduuuh... Bang sakiit..." Kak Bryan juga di jewer dan mengerang kesakitan.
Setelah itu Abang Gamma pun Melepaskan mereka berdua, nampak telinga Kakak Bryan dan Himawari memerah seketika.
__ADS_1
Dan mereka berdua pun memegangi telinga mereka masing-masing,setelah itu menatap Abang Gamma yang masih tetap saja marah.
Shakira,Kak Langit, dan Kak Bram tidak berani berkomentar karena memanglah salah ,terlalu larut malam pulangnya. Walau mereka akan berbicara dengan beberapa alasan agar Bang Gamma percaya dan luluh tetap tak akan mau karena Abang Gamma sangat disiplin kepada Himawari,dia amat sayang pada adik kecilnya itu, sangat khawatir terjadi apa-apa padanya .
Abang Gamma pun mengumpulkan mereka semua, mereka sedang duduk di ruang tamu.
Kak Bryan, Kak Bram, Kak Langit, Shakira,dan juga Himawari mereka semua tertunduk lesu.
Setelah beberapa pidato yang keluar dari bibir Abang Gamma, mereka semua nampak lelah.
Dan Akhirnya mereka semua terlelap di buai mimpi masing-masing ,ada yang tidur di sofa ada yang tidur di karpet, dan Himawari juga sudah tertidur di pundak Shakira.
Abang Gamma menggendong adik kecilnya untuk tidur di kamarnya, lalu memindahkan Shakira juga, untuk para pria Abang Gamma membiarkannya begitu saja.
"Dasar anak nakal, sudah aku bilang jangan pulang malam sudah jam berapa ini,malah keluar bersama-sama." ujar Abang Gamma.
Dan tidak marah lagi dia tersenyum melihat mereka semua, karena dulu saat dia seusia adiknya memanglah seperti itu, suka sekali berkumpul pergi ke pantai bersama-sama.
Namun karena Himawari anak gadis dia lebih protektif, karena tak sama dengan pria jika ia membiarkan terlalu bebas sangat berbahaya.
🌻🌻🌻🌻🌻
Siang hari di sekolah mereka semua seperti biasa menjalani aktifitas seperti sedia kala .
Kak Bryan di kelas bersama Shakira saat ini, ada jam kosong hari ini karena para guru itu sedang rapat, dan banyak murid bermain,dan keluar kelas. Maka materi pelajaran hanyalah separuh saja yang sudah di berikan.
__ADS_1
Jam 12.00 wib Shakira nampaknya cemberut, dan menguap beberapa kali mungkin juga dia masih kurang tidur, karena pagi tadi tak boleh terlambat ke sekolah, pagi-pagi sudah bangun untuk berangkat bersekolah padahal dia baru tidur hanya beberapa jam saja .
"Sialaaaan, aku nguantuk sekali tadi malam Abang Himawari sedang pidato." ujar Shakira sambil menggelengkan kepalanya sesekali.
"Aish... Abang Gamma kalau marah seram ya, dan kau tahu cara mengalahkannya?" tanya Kak Bryan pada Shakira agar dia mau untuk memberi tips, agar bisa mendapat cara tepat mengalahkan Abang Gamma.
"Apa yang aku maksud itu?,kau kemarin saat pergi ke pantai apa yang kau lakukan dengan sahabatku?" Tegas dari Shakira pada Kakak Bryan untuk mengetahui jawaban Kak Bryan .
Shakira menatap tajam Kakak Bryan dengan pandangan penuh curiga, dan dia sangatlah penasaran kenapa Kak Bryan ini ingin sekali mengalahkan Abang Gamma,padahal dengan Shakira saja belum tentu menang.
"Aduh, kenapa anak ini bertanya seperti itu?, dan kenapa pandangannya aneh padaku?" batin dari Kak Bryan pada Shakira kelopak matanya di gerakkan beberapa kali, dan dia agak gugup ,serta canggung membahas hal seperti itu di depan Shakira.
Maka Kak Bryan pun mencari akal untuk bisa mengalihkan pertanyaan dari Shakira untuk sementara waktu ini.Kak Bryan mengalihkan pandangan agar Shakir tak kepo kepadannya.
"Hai,kau kira aku mudah tertipu." sambil dia menarik kerah baju seragam Kak Bryan amat kencang,dia pun mengintimidasi Kak Bryan.
Shakira menatap tajam wajah Kak Bryan, agar dia tahu maksud yang sebenarnya dia kepada sahabatnya, yaitu Himawari.
"Dengar kau tahu parfummu itu menempel di baju Himawari kemarin, jangan kau kira aku ini bodoh !!!"tegas dari Shakira menatap tajam mata Kak Bryan agar dia takut.
"Apa yang kau lakukan pada sahabatku itu?" tanya Shakira mengintimidasi Kak Bryan lagi.
Namun Kak Bryan itu menelan saliva dengan kasar, tatapannya juga kebingungan kenapa dia bisa semarah ini kepadanya.Shakira tetap masih mencengkram dengan kuat kerah baju Kak Bryan sambil menatapnya dengan tajam .
"Aku tak berbuat aneh-aneh Shakira dan lepas dulu cengkraman ini ok." Kak Bryan mencoba untuk memohon kepada Shakira agar sedikit melunak padanya.
__ADS_1
"Tidak mau aku ingin penjelasan darimu !" ujar Shakira dengan tatapan tajam merah menyala dia sangat penasaran akan jawaban dari Kak Bryan saat ini.
Bersambung...