
Untuk beberapa saat ternyata troly Himawari pun di dorong oleh seorang pria,yang amatlah tampan yaitu Kakak Langit karena antrian pria itu.
Kebetulan berada paling depan maka semua belanjaan Himawari dengan cepatnya sudah tuntas,setelah itu Kak Langit memberi sebuah kartu kepada kasir.Namun Kak Bryan menepis tidak mau kalau belanjaan itu di bayarkan pria lainnya.Mereka pun akan beradu mulut.
"Sudah tak usah sok kaya." protes dan penuh emosi Kak Bryan pada Kak Langit.
"Aku tak sok kaya." jawabnya dengan santai.
Namun karena antrian sangat panjang sekali akhirnya kasir itu mengambil satu kartu atm saja. Kemudian setelah selesai mereka tidak jadi adu mulut karena kedua bola mata kasir melirik ke arah semua antrian memberi kode pada dua pria ini agar tak bertengkar dalam supermarket. Dan segera keluar jika tak punya urusan yang lainnya.
Mereka bertiga pun keluar dari supermarket karena memang sudah selesai berbelanjanya.
Kak Bryan sangat sebal dengan Kak Langit yang secara tiba-tiba mulai mengakrabkan dirinya pada Himawari.
"Himawari apakah kau mau ikut?" tanya Kak Langit pada gadis kecil itu dan suara merdu dari pria itu, untuk beberapa detik membuat gadis itu terbelalak matanya.
"Kemana kak?" tanya balik Himawari.
"Aku akan pulang ke rumah , kalau kau tidak keberatan kau bisa ikut denganku."ajak dari Kak Langit kepada gadis kecil yang berada di depannya saat ini.
"Hei, dia akan makan malam denganku jadi jangan seenak sendiri." jawab ketus Kakak Bryan lalu menyembunyikan Himawari tepat di belakang badanya.
"Bahkan dia belum menjawab, kau masih saja memaksanya." ujar dari Kakak Langit sambil tersenyum kecut, dia pun pergi menuju mobil mewah miliknya dan tidak jauh dari parkiran.
Kak Bryan pulang kerumah Himawari dengan naik taksi, karena mobilnya mulai siang tadi masih terparkir cantik .Dan seharian ini sudah pergi ke taman ria bertiga naik bus.
Beberapa menit mereka pun mengeluarkan semua bahan lalu memasak dengan penuh semangat untuk makan malam bersama.
🌻🌻🌻🌻🌻
Di kediaman rumah Kak Langit yang mewah dan megah, dia pun pergi ke dalam kamar ibu yang melahirkannya, dan duduk di tepi kamar mewah sambil menatap foto cantik sang ibu.
"Ma, aku merindukanmu."ucapnya lirih Kakak Langit dengan tatapan bersedih memandang wajah ibu di dalam bingkai foto itu berukuran kecil.Dengan mengenang beberapa kenangan masa lampaunya, sesekali mengelus wajah cantik ibunya di atas foto tersebut.
__ADS_1
Kemudian masuklah seorang pria tinggi tegap dengan berkumis tebal, dengan tinggi 185 cm
wajahnya yang tampan walau dia sudah tidak muda lagi, berjalan dengan langkah kaki yang mantap mendekati Kakak Langit yang sedang bersedih menatap bingkai foto sang ibu.
"Kau pulang!?,apakah kau baru tahu kalau di luar sangat keras??" ujar pria tampan separuh baya itu dengan berdiri tepat di hadapan Kak Langit saat ini.
"Hem, aku pulang hanya ingin mengambil foto Mama, dan berikan kode brankas nya, aku tak akan mengambil uangmu."ucap tegas sambil memasukkan beberapa foto ibunya ke dalam tasnya dengan tergesa-gesa.
"Berani sekali kau memanggilku kau, aku ini siapa??" tanyanya dengan nada amat marah .
"Aku tak peduli, dan aku juga tak menganggap dirimu bagian dari hidupku lagi." jawab Kakak Langit dengan santainya.
"Plaaaaak !!!!" tamparan pun mendarat di pipi.
Kakak Langit tampak kesakitan memegangi pipinya, warna kemerahan bekas jemari dari tangan seorang pria kekar itu terlihat mulai membekas.Dan nampaknya Kak Langit mulai meringis menahan rasa perihnya luka itu juga dalam hatinya saat ini juga.
"Aku ini adalah Papamu, kau itu harus bisa menjaga sopan santun !!!" teriak histeris dan kedua bola matanya merah menyala.
"Anggap saja sekarang bukan, lagipula kau bisa mempunyai banyak anak lagi dengan semua istri barumu." ucapnya dengan kasar.
"Aku tak peduli, semenjak kau menghianati orang yang telah melahirkanku ini, aku sudah menganggapmu tak ada lagi." ujar Kak Langit amat kecewa, dia menahan tangisnya yang akan menetes saat ini namun karena tak mau terlihat sedih, sekuat tenaga menahannya.
"Walaupun demikian aku ini tetap Papamu." ujar dari pria yang arogan itu, namun nadanya saat ini amat lirih, tidak beremosi seperti tadi.
Mereka berdua lalu menghentikan perdebatan mereka, karena mungkin sama-sama bersedih mengingat-ingat wanita yang saat ini mereka berdua bahas.
🌻🌻🌻🌻🌻
Kak Bryan beserta Himawari ternyata sudah menghabiskan semua makan malam mereka berdua.Saat ini mereka duduk tepat di depan televisi. Dengan makan buah jeruk sunkist.
"Kak aku sangat kenyang,kakak memang jago masak ya." puji Himawari dengan mengelus perutnya, dia pun melihat film kartun dengan mengunyah jeruk segar di mulutnya.
"Benarkah?, oh ya coba lihatlah ponselmu apa ibumu tidak memberi balasan ?" tanya Kakak Bryan penasaran sembari melirik ke arahnya ponsel Himawari yang sedari tadi bergetar.
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membuka isi pesannya." ucap Himawari lalu mengambil ponselnya.
Saat dia membuka ponselnya ternyata pesan dari ibunya masih kosong, dan pesan dari Kak Langit sangat banyak kalau dia saat ini ada di gang dekat rumahnya Himawari karena ada hal yang ingin dia bicarakan sangat penting.
"Bagaimana?, apa pesan dari ibumu ??" tanya Kak Bryan dengan penasaran pada gadis itu.
"Ehm, hanya pesan dari Abang Gamma, dia akan pulang malam." jawab Himawari bohong karena jika dia jujur, maka Kakak Bryan akan marah padanya.Dia tidak mau itu terjadi .
"Apakah kau tak berbohong ??" tanya dari Kak Bryan pada Himawari dengan menatap wajah kecil nya terlihat menggembung.
"Benar kak." jawabnya dengan suara yang kecil.
"Baiklah kalau begitu aku percaya." dengan pandangan curiga pada Himawari ,Kak Bryan mengernyitkan kedua alisnya.
"Kenapa kau berbohong padaku?, karena aku tahu isi pesannya, dan dia kenapa seperti ini?" batin kecil Kakak Bryan yang bimbang karena jawaban Himawari yang berbohong padanya.
Mereka berdua pun saling diam tak bersuara suasana tadinya hangat,mulai meregang dan Himawari tak tahu harus membahas apa di depan Kak Bryan yang menatap layar televisi.
Kakak Bryan yang sudah mengetahui notif pesan singkat di ponsel Himawari seketika mulai bersedih. Terlebih setelah mendapat jawaban dari bibir kecil Himawari ,apalagi saat ini Himawari mulai berbohong kepada Kak Bryan.
Padahal pesan tersebut bukanlah dari Abang Gamma.
Himawari bingung karena pesan Kak Langit sangatlah penting jadi dia merasa pasti ada sesuatu yang akan di sampaikannya.
"Hoaaaammm."
"Hoaaaammm."
Dia berpura-pura menguap beberapa kali, agar Kak Bryan bisa merasa kalau Himawari sudah mengantuk.Namun Kak Bryan mengabaikan tindakkan itu, malah dia menikmati acara dari televisi sambil tertawa cekikikan.
"Hi...hi...hi..."
"Aduh, bagaimana ini kenapa Kak Bryan tak bisa di bohongi?" batin dari Himawari yang sedang di tunggu oleh Kakak Langit di depan gang rumahnya.
__ADS_1
Bersambung...