
Kak Bryan setelah menutup ponselnya keluar dari kamarnya menuju ke ruang makannya, ia melihat makanan di meja habis tak bersisa.
Danu merasakan kekenyangan karena semua masakan yang sudah terhidang di atas meja makan, masuk ke dalam perutnya. Kini ia pun merebahkan tubuhnya diatas sofa mewah.
"Dasar kau ini !!, kenapa semua nasi goreng itu kau habiskan??" gerutu Kak Bryan sebal.
"Aku lihat seorang calon pengantin yang saat ini kenyang makan cinta, jadi ya aku habiskan semua makanannya." ujar Danu dan tertawa meledek Kak Bryan.
"Sialan kau ini memang ck, aku hanya masuk sebentar saja, sedang mengirim dan bertukar pesan ckk, kau ini..." gerutu sebal dari Kakak Bryan dia melihat meja yang saat ini hanya ada piring kotor, dan semua makanan itu masuk ke dalam perut Danu.
"Ha..Tidak Merry, tidak kau semua sama saja, ckkk ,aku ingin segera kembali ke Indonesia.." ujar Kak Bryan mengeluh, dia pun terpaksa memasak mie instans, karena semua bahan makanan yang ada habis.
Harus pergi berbelanja ke supermarket dahulu jika mau masak suatu makanan lagi. Karena ini sudah agak malam maka dia memilihnya yaitu mie rebus ,mie instan dari negaranya itu sendiri, yang sangat kebetulan sering di bawa kemana pun Kak Bryan pergi.
Beberapa menit dia pun menikmati mie rebus bikinannya sendiri. Karena mau gimana lagi, semua nasi goreng di embat Danu, bahakan ia kini sudah terlelap bermimpi indah karena kekenyangan, Kakak Bryan meliriknya dengan sebal,sambil menghela nafasnya panjang.
"Dasaar... Pria ini setelah kenyang tak tahu diri, tidur sembarangan !!" gerutu Kak Bryan.
Dia pun menikmati hasil masakannya sendiri mie rebus rasa soto dengan ekstra jeruk nipis. Kak Bryan menambahkan dua telur dan juga beberapa cabe agar terasa mantap. Keringat di wajahnya pun tak terasa mengalir, sudah membasahi wajahnya yang tampan maksimal
"Ah, untung saja aku masih bisa makan mie ini, dasar Danu kurang ajar.." Kak Bryan masih tetap merutukki Danu yang mengembat nasi goreng,dan seafood nya.
🌻🌻🌻🌻🌻
Keesokan harinya di siang hari yang cerah burung-burung yang beterbangan itu mulai banyak yang menghiasi langit. Dengan awan yang menggumpal putih disinari sang mentari hangat terasa di permukaan kulit.Hari ini kak Langit sedang berlatih beladiri agar dia bisa tangguh dan menjaga dirinya sendiri.
Dia berlatih dengan Rayan di sebuah tempat beladiri, beberapa kali Rayan terlihat sangat tega pada tuan mudanya tersebut.Tak segan ia membantingnya dengan sekuat tenaganya.
Beberapa kali dengan kekuatan penuh, Rayan berusaha sekuat dan semampunya agar tuan mudanya cepat bisa. Namun Kak Langit yang belum terbiasa terlihat kewalahan.
__ADS_1
"Blammm.... Buggghhh...blammm bugh...." suara bantingan terdengar sangat kuat.
Beberapa kali Kak Langit berusaha sebisanya mengimbangi kekuatan Rayan, namun karena masih pemula tetap tak bisa menandingi pria jangkung kekar , berkaca mata itu.
"Hemmm haaa..,sebentar-sebentar Rayan kita istirahat dulu ya, kau terlalu serius kepadaku," gerutu Kak Langit yang mengeluh, karena dari tadi tubuhnya terbanting,terasa tulangnya kini remuk redam akan tindakan Rayan.
"Kalau aku tidak serius, tuan muda tak akan cepat bisa, ayolah semangaaat !!!" ujar Rayan memberi semangat Kakak Langit agar bisa memfokuskan diri lagi.
"Aku lelah Rayan, nanti lagi ya hemmm..." Kak Langit merengek agar Rayan luluh.
"Tidak tuan muda, ayo kita latihan lagi." Rayan menolak rengekkan Kak Langit.
Akhirnya mereka berdua itu tetap melanjutkan berlatih beladiri, karena cuacanya ini semakin panas maka mereka berdua merasa gerah.
"Baiklah sekarang boleh istirahat tuan muda." ujar Rayan sembari membenahi kacamatanya
Mereka berdua kini meluruskan kedua kaki mereka, agar otot mereka tidak tegang dan bisa memberikan efek tenang cepat dingin tidak kesemutan.Beberapa menit kemudian, setelahnya Kak Langit membersihkan dirinya, dan Rayan mengikutinya dari belakang.
Secara tak sengaja mereka berdua bertemu dengan Himawari juga Shakira, dan secara kebetulan mereka berpapasan tepat di depan pintu bioskop.
Kak Langit tersenyum manis menatap gadis itu, lalu menyapanya.
"Hei, kalian berada di sini juga rupanya?" sapa Kak Langit.
Shakira dan juga Himawari pun menoleh ke belakang, dan melihat ada dua pria manis kini berdiri mematung. Mereka berempat layaknya sedang syuting drama dan kini berdiri dengan formasi yang pas lah. Rayan pun berdeham.
"Ehm, ehm, ehm.."Rayan berdeham melirik ke arah Shakira, dia terlihat terpukau dengannya.
Namun Shakira tidak merespon sama sekali, sayangnya Himawari tahu kalau Rayan begitu tertarik pada sahabatnya itu.
__ADS_1
"Oew, kalian berdua berkencan ... "ledeknya.
"Sialaan, tidak lah nona kecil, boleh aku bisa berkenalan dengan gadis di sampingmu??" tanya Rayan tanpa berbasa-basi lagi, dia amat tertarik hingga tidak bisa menahan lagi perasaan penasaran yang amat menyiksanya.
"Silahkan, ini namanya Shakira, dan ini Rayan Shakira..." ujar Himawari, dan tersenyum tipis.
"Hai, aku Rayan." sambil mengulurkan tangan.
"Hai aku Shakira salam kenal." jawab Shakira dan dia pun melihat wajah Rayan .
Namun saat Rayan bersalaman dengan gadis bernama Shakira itu, perasaannya pun timbul tenggelam tidak karuan.Dengan di sertai juga deburan degup jantung tak beraturan dan dia merasa panas dingin, belum saat kulit tangan itu menyentuh kulit Shakira dia merasa ada sengatan arus listrik mendadak menegang.
Membuat canggung pria berkaca mata itu,tak itu saja bahkan tangannya itu mengeluarkan keringat dingin mirip sekali dengan penyakit jantung lemah.
"Ya Tuhan, gadis ini manis sekali..." batin Rayan, dan menahan degup jantungnya.
"Hei, kenapa kau melamun...???" hardik dari Shakira menggerak-gerakkan telapak tangan.
Langsung Rayan pun tersadar dari lamunan yang ia tidak sadari membuat pipinya merah.
"Kenapa pipimu merah?" tanya Shakira lagi.
"Ti..tidak apa-apa.." jawabnya terbata-bata.
Karena Rayan kini mulai menyukai Shakira pada pandangan pertama. Namun gadis itu tak menyadari sama sekali. Dia merasa aneh akan kehadiran Rayan. Shakira mengacuhkan pria itu. Padahal Rayan beberapa kali mulai mencuri pandang melihat wajah Shakira yang khas oriental itu. Beberapa kali lalu Himawari mulai tersadar kalau Rayan mempunyai rasa ketertarikan pada sahabatnya itu.
Dia pun berinisiatif untuk mengerjai sahabat nya itu dan mendekatkan pada Rayan. Body guard Kakak Langit. Maka Himawari dengan dalih kalau ingin berbicara empat mata saja dengan Kakak Langit meninggalkan mereka berdua, agak menjauh agar mereka berdua itu bisa saling mengobrol dengan santai tanpa gangguan.
"Kenapa kau menarikku kemari?, kenapa kita meninggalkan mereka berdua??" tanya Kakak Langit penasaran karena tiba-tiba Himawari menyeretnya ke arah lainnya.
__ADS_1
Bersambung...