
Saat ini Kak Bryan berada di sebuah rumah makan, yang terbilang tidak terlalu mewah
tapi bisa untuk melepas rasa lapar karena tempat ini suasananya nyaman, keadaan di dalam rumah makan terlihat sangat cocok jika mengajak orang yang paling di sayangi karena agak redup, dan sangatlah romantis.
"Ckkk, seharusnya aku mengajak Himawari kesini, kenapa aku malah sama Lukman ke sini?, heee..." gerutu dari Kak Bryan sebal dia melihat wajah Lukman yang senang karena dia akan makan gratis, seperti biasa karena jika makan dengan Kak Bryan pasti akan di traktir olehnya.
"He... kenapa kau nyengir kayak gitu?" ucap Lukman sambil tersenyum kegirangan .
"Ya seharusnya aku membawa Himawari,dari pada membawamu kan ya gak enak makan di tempat romantis sesama jenis."gerutu dari Kak Bryan sambil mencibirkan bibirnya ke arah Lukman sambil memanggil pelayan itu.
"Mau pesan apa tuan?" tanya pelayan dengan ramah, dia memberikan buku menu di taruh tepat di atas meja.
"Aku pesan apa aja dech, yang penting enak, dan minumanya juga terserahlah,aku mau ke toilet dulu ya." pamit Kak Bryan pada Lukman.
Kak Bryan ke toilet setelah beberapa saat ia keluar dan mendapati seorang pria yang saat ini bergandengan dengan mesranya. Mereka berdua tidak melihat Kak Bryan.
Kak Bryan masuk lagi kedalam toilet, namun dia masih mengintip pasangan itu dari celah.
Terlihat pria paruh baya memegang lembut, paha mulus seorang gadis terlihat gadis itu berusia sama dengan Kak Bryan, cocok jika menjadi seorang putrinya bukan kekasihnya.
"Ah... jangan gitu dong om..." tangan gadis tadi pun menepis tangan pria itu agar tidak mera*a-raba seenak jidatnya.
"Lho kan, kita akan berkencan dan kau udah janji sama aku kita akan bersenang-senang." ujar pria itu dengan pandangan yang amat menjijikkan.
"Iya, bener om,tapi jangan di muka umum,dan kalau ada yang melihat gimana?" tanya gadis muda itu sambil memukul dada pria itu .
"Ah, jangan sok polos dech aku yakin kamu itu sudah pandai kan,kau juga berkali-kali keluar sama pria lain ya kan??"tanya pria paruh baya sembari mencium aroma parfum dari gadis itu. Terlihat sangat tidak sopan jika di toilet ada pemandangan seperti itu.
Saat akan mencium bibir gadis itu,Kak Bryan keluar dari toilet dengan berjalan cepat, tapi langkahnya mulai terhenti karena pria hidung belang itu menghadangnya.
"Bryan, kau kenapa tidak menyapa?"dengan tatapan yang amat terkejut,menatap wajah tampan Kak Bryan yang tertekuk dan terlihat muram.Melihat dengan kedua bola matanya sendiri kalau pria paruh baya itu sedang asyik menggoda gadis yang seumuran dengan dia.
__ADS_1
"Haaa... dengar siapa anda?,maaf saya tidak mengenal anda?"ucap Kak Bryan dan pergi karena sangatlah jijik dengan pemandangan yang ia lihat tadi.
Kakak Bryan berjalan dengan cepat karena muak melihat pria paruh baya sedang asyik bercumbu dengan gadis yang muda belia.
Dia pun duduk sambil terdiam cemberut,dan Lukman heran sekali kenapa saat dia kembali dari toilet malah tambah cemberut.
"Kau kenapa?,sakit perut,atau kau itu sedang datang bulan?" tanya Lukman menggodanya.
"Sudah mulutmu diam saja,aku sedang tidak mood lagi untuk berbicara."ucap Kakak Bryan dengan sebal. Raut wajahnya masam wajah tampannya seketika seperti tertekuk, dan dia diam saja.
Setelah makan malam dia pun lalu mengantar Lukman pulang ke rumahnya.Dia pun kembali ke arah apartemennya dengan raut wajahnya yang sebal serta menggurutu .
"Sialaan,kenapa pria itu malah bermain dan bersenang-senang dengan gadis remaja ckk?" gerutu dari Kak Bryan dengan sebal dia pun masuk kedalam lift naik ke lantai 17, setelah pintu lift terbuka ada seorang gadis yang saat ini pingsan tidak sadarkan diri.
Kakak Bryan lalu tak tahu harus berbuat apa.
"Aduh ckk,kenapa harus bertemu gadis yang pingsan sich?"gerutu sebal Kak Bryan dia pun memasukkan ke dalam apartemennya. Mau tak mau menggendong tubuh gadis itu lalu merebahkan di atas ranjangnya.
Setelah itu dia mengarahkan mobilnya itu ke arah rumah Himawari, karena selain rindu dia ingin bercerita padanya.Saat yang tepat gadis itu turun dari mobil grab.Dan berjalan pelan.
"Hima...kau sudah pulang?" tanya Kak Bryan sembari tersenyum manis melihat wajahnya.
"Iya,kenapa kakak tidak pulang saja ini sudah malam?"ucap lirih Himawari karena sudah malam,sambil memegang perutnya saat ini kelaparan.
"Kenapa?,kau diam apa kau lapar?"tanya Kak Bryan sembari menatap wajah gadis itu dia terlihat kelelahan.
"Iya aku lapar kak."ucap Himawari dengan memegang perutnya.
"Aku akan memesan makanan cepat saji ya." ujar Kak Bryan langsung memesan makanan cepat saji.Tidak lama kemudian datanglah pesanan mereka.
Himawari dan Kakak Bryan duduk di dalam mobil dengan memakan ayam crispy dan juga kentang goreng yang sejak SMA favoritnya.
__ADS_1
Himawari makan dengan lahapnya karena dia mempunyai porsi makan yang banyak sekali.
Dua porsi makanan di habiskannya,Kak Bryan hanya melihat dengan pandangan senang.
"Kau tahu, apa yang membuat aku suka hari ini?" tanya Kak Bryan memandangi wajahnya Himawari,dia sangat polos sambil memegang perutnya yang sudah kenyang.
"Apa kak?" tanya Himawari sambil minum es teh di cup itu.
"Saat melihat wajahmu,bebanku seperti tiba- tiba menghilang seperti udara."ucap Kakak Bryan dengan tersenyum lega.
"Memang kakak kenapa seperti sedang susah katakan jika ingin bercerita?"ucap Himawari
"Tidak aku hanya ingin melihat wajahmu saja, jika kau ingin tidur kau tidur saja."ujar Kakak Bryan sembari menggenggam erat jemarinya Himawari dengan lembut.
"Tapi aku melihat kakak seperti sedang sedih, kenapa kak apakah ada sesuatu yang terjadi?"
tanya Himawari dengan antusias sekali, dia sambil menyeruput minuman cup nya.
"Sebenarnya aku hanya merindukanmu saja, tidak ada hal yang terjadi." ucap Kakak Bryan.
"Ah, tidak mungkin cerita saja aku akan setia mendengarkannya,ayolah kak cerita." ucapnya dengan memelas agar Kakak Bryan membagi keluh kesahnya pada gadis kecil itu.
"Tidak ah, lagipula suasana hatiku, sedang baik aku tak mau membuat bersedih lagi."
"Bolehkah aku menginap di rumah kecilmu?" tanya Kakak Bryan dengan mengerjapkan kelopak matanya untuk beberapa kali.
"Tentu tidak boleh kak, iya kalau dulu kakak tidur di rumah Abang Gamma kalau sekarang ibu akan memukulku."gumam Himawari dan tersenyum kecil.
"Iya yah... ha...ha..ha... aku lupa kalau rumah mu sekarang berbeda,aku masih saja mengira kalau kita masih SMA." ucap Kak Bryan lupa akan kesedihan itu dan tertawa lepas dengan Himawari saat ini. Lupa masalahnya sekejap karena seharian mendapat masalah yang tak kunjung selesai.
Bersambung...
__ADS_1