
Himawari dan Kak Bryan sudah tepat berada di supermarket.Karena mereka berdua akan berbelanja buah segar .
Himawari ingin makan buah-buahan segar hari ini terlebih dia sangat ingin makan jeruk sunkist, dan aromanya saja cukup membuat kita menelan ludah,karena itu sangatlah segar dan menggugah selera.
Apalagi di makan dalam keadaan masih fresh dingin dari kulkas, membuat kerongkongan bisa melepas dahaga .
"Kak kenapa kau sangat baik sekali padaku?" tanya Himawari sambil memandang wajah Kak Bryan yang sumringah.
"Dasar gadis bodoh, ayo kita masuk." jawab Kakak Bryan sambil mencolek hidung kecil gadis itu, Himawari nyengir dan juga manyun.
Dia masih sangat heran kenapa pria jangkung tampan ini, sangatlah baik selalu memberinya perhatian yang lebih.Himawari terheran sekali apalagi saat tadi Kak Bryan merawat ibunya.
Walaupun ibunya Kak Bryan saat ini sedang sakit di rawat di sebuah rumah sakit, tidak membuat membuatnya malu sama sekali.
Bahkan memberitahu Himawari agar paham masalah yang ia hadapi.Saat Himawari mulai mengingat ibunya yang berada di luar negeri.
Bekerja keras demi mendapatkan uang untuk biaya putrinya. Ibu Himawari itu adalah single parents karena ayah Himawari itu sudah lama meninggal dunia.Maka mau tidak mau ibunya saja yang harus bisa semua membiayai hidup keluarga kecilnya.
Walau upah yang di dapat tidak besar namun bisa tetap menyambung hidup keluarga kecil.
Himawari melamun dan membayangkan ibu yang sangat di rindukannya. Dia pun seketika memberi pesan padanya, kalau gadis kecil itu sangat merindukkannya dan kalau ibunya tak sibuk maka dia akan menghubunginya.
"Kenapa diam saja disini?" tanya Kak Bryan
"Tidak Kak, aku hanya rindu pada ibuku." ucap dari bibir mungil Himawari sembari menaruh ponselnya ke dalam saku nya lagi.
"Kau tak menghubunginya??"tanya Kak Bryan.
"Nanti kalau ibuku menjawab pesan dariku." jawab Himawari sembari melihat wajah Kak Bryan yang sedang tersenyum menatapnya.
"Apakah karena tadi ku ajak ke rumah sakit?" tanya lirih Kak Bryan pada Himawari dia pun memegang tangan kecil gadis itu .
"Iya,aku sangat sangat merindukannya." ujar Himawari lalu menggerakkan genggaman mereka berdua dan berjalan menuju, tempat buah-buahan.
"Hem, baiklah ayo kita beli buah sunkist, dan setelah pulang kau hubungi ibumu." ujarnya.
__ADS_1
"Baiklah." jawab Himawari sembari melihat semua buah-buahan yang tertata rapi itu .
Beberapa ia masukkan ke dalam plastik dan setelah itu memasukkan kedalam keranjang belanjaan.Himawari pun mengambil jeruk dan juga apel karena buah itu kesukaan Abangnya
"Kakak suka buah apa?" tanya Himawari pada Kak Bryan dengan melihat ekspresi wajahnya.
"Ehm, aku suka mangga tapi aku juga suka jambu, oh... bentar aku suka anggur sajalah." ucap lirih Kak Bryan sembari tersenyum amat manis kepada Himawari.Dia menggoda dan juga membuat suasana agar menyenangkan.
"Baiklah apa kita ambil semua?" tanya dari gadis kecil ini dengan menggoda.
"Jangan nanti bawanya bagaimana??" ujar Kak Bryan pada Himawari dan dia pun mulai memasukkan sebutir anggur ke dalam mulut nya, setelah itu mengunyahnya.
"Kak, tidak boleh di bayar dulu kau ini." ujar Himawari sambil memukul pantatnya lalu Kak Bryan cekikikan.Seperti seorang ibu yang saat ini menghukum anaknya.
"Hi..hi..hi...hi... iya iya.. nanti kita bayar." ucap Kak Bryan yang sedang berjalan mundur dan tubuhnya bertatapan dengan seseorang .
"Maaf , maa aaf.." sambil menoleh ke arah seorang yang telah di tabraknya saat ini .
Ternyata seorang pria dengan tinggi 183 cm, dia berparas tampan,hidungnya yang panjang serta wajah tirusnya dengan kedua alis yang amat sempurna.Belum lagi dia memakai jas yang sangat pas dan trendi.Kakak Bryan dan juga Himawari memandang lekat wajah pria itu. Memandang dengan tatapan heran,takjub sekaligus terkesima kalau seorang pria yang saat ini berada di hadapannya adalah teman satu sekilahnya yaitu Kak Langit.
Mereka bertiga saling memandang satu sama lainnya.Himawari sangatlah terkejut karena ia hanya tahu Kakak Langit yang memakai baju seragam sekolah ,dan memakai baju seragam pelayan Coffe saja.Selebihnya tak tahu kalau Kak Langit jika memakai jas sangat berbeda sekali dengan pria yang di lihatnya setiap hari di sekolahannya. Pemandangan yang sangat luar biasa saat ini ketampanan terpancar dari paras tampan Kak Langit amat sempurna.
"Kak Langit, mau kemana kakak?, kakak itu sangat keren dan tampan." Himawari mulai memuji Kak Langit dengan semua yang dia kenakkan saat ini.
"Hem, benarkah??" sambil tersenyum manis.
Kak Bryan menatapnya hanya mengernyitkan kedua alisnya yang tebal,melirik dengan amat seksama dari bawah sampai ke atas.
Dan setelahnya hanya menghela nafasnya.
"Aish, biasa saja dia kan pria yang suka pura- pura tak mau terlihat menonjol." protes Kak Bryan dengan nada yang agak menyebalkan.
Kak Langit tidak mempedulikannya dia pun mendekati Himawari dan berbisik padanya .
__ADS_1
"Ingat, janjimu padaku ok." suaranya yang lirih terdengar oleh Himawari saja .
Dan Kak Langit pergi meninggalkan mereka berdua, tinggallah Himawari dan juga Kakak Bryan masih memilih buah segar yang akan di belinya.
"Apa yang di katakan pria itu kepadamu??" tanya Kak Bryan dengan setengah curiga.
"Ehm, tidak kak aku hanya mempunyai hutang pada Kak Langit."ujar Himawari sembari lanjut memilih buah-buahanya.
"Hutang apa?" tanya Kak Bryan yang kepo.
"Sudahlah ,hanya hutang sesuatu saja." suara Himawari lirih dan melirik banyak buah.
"Jangan berbohong ,hemmm" ucap Kak Bryan
"Sungguh kak, buat apa aku berbohong??" ucap Himawari dengan nada lembut serta lirih pada Kakak Bryan agar dia tidak curiga .
"Baiklah,ckk kalau kau bilang begitu aku akan percaya." jawab Kakak Bryan sambil menarik lengan Himawari mengajak ke tempat lainnya
"Kenapa kemari??" tanya Himawari penasaran
"Sekalian belanja bahan yang lainnya, dan kita masak buat makan malam ok." usul dari Kak Bryan sambil tersenyum amat manis.
"Baiklah ayo kita ambil troly belanjaan." dan mereka berdua akhirnya belanja semua bahan untuk memasak makan malam, dan setelah semua sudah terkumpul mereka pun antri .
Saat ini mereka pun berbaris mengantri untuk membayar semua bahan belanjaan mereka.
"Aduh, antrinya panjang sekali ya seperti ada pembagian sembako gratis aja!"ujar dari Kak Bryan dan mengernyitkan alisnya yang tebal.
Untuk beberapa saat ternyata troly Himawari pun di dorong oleh seorang pria,yang amatlah tampan yaitu Kakak Langit karena antrian pria itu.
Kebetulan berada paling depan maka semua belanjaan Himawari dengan cepatnya sudah tuntas,setelah itu Kak Langit memberi sebuah kartu kepada kasir.Namun Kak Bryan menepis tidak mau kalau belanjaan itu di bayarkan pria lainnya.Mereka pun akan beradu mulut.
"Sudah tak usah sok kaya." protes dan penuh emosi Kak Bryan pada Kak Langit.
"Aku tak sok kaya." jawabnya dengan santai.
__ADS_1
Namun karena antrian sangat panjang sekali akhirnya kasir itu mengambil satu kartu atm saja. Kemudian setelah selesai mereka tidak jadi adu mulut karena kedua bola mata kasir melirik ke arah semua antrian memberi kode pada dua pria ini agar tak bertengkar dalam supermarket. Dan segera keluar jika tak punya urusan yang lainnya.
Bersambung...