
"Tuan muda kenapa kau murung sekali?" tanya Rayan pada Kak Langit dan melihat ekspresi wajahnya yang sangat muram dan bersedih.
"Aku sangat bersedih hari ini semua orang yang amat ku cintai meninggalkanku Rayan"
gerutu dari Kakak Langit pada Rayan.
"Kenapa kan ada aku?" ujar Rayan membujuk.
"Hemm... Haaa..Kenapa aku selalu terlambat? dulu waktu SMA jika saja aku lebih dekat dulu pasti Himawari menerimaku." ujar Kak Langit.
"Sudahlah tuan muda, nona kecil sudah akan menikah dan bahagia dengan pasangannya aku harap kau bisa segera melupakan." ujar Rayan membujuk tuan mudanya itu.
"Kau sama saja, semua orang menyuruhku untuk mundur sedangkan bagaimana hatiku?" curhat Kak Langit pada Rayan, dengan duduk sembari berlinang buliran air mata karena ia tak bisa membendungnya lagi.
Buliran bening yang kini jatuh membasahi ke dua pipi pria tampan itu, menetes tidak bisa terbendung lagi.Karena benar-benar bersedih.
Rayan pun tak berani berkata-kata lagi hanya mengelus pundak tuan mudanya itu, untuk beberapa kali dengan lembut agar perasaan sakitnya mereda. Dia paham karena semua orang satu persatu di dalam kehidupan tuan mudanya itu pergi meninggalkannya.
Bahkan orang yang ia cintai akan menikah dengan orang lain. Sekarang hatinya masih terluka namun timbul luka lagi di bagian lain.
Membuat pria jangkung berparas tampan itu, masih tidak bisa menerima keadaannya agak mengenaskan. Rayan hanya bisa sedikit saja membuat nya tenang dengan menemaninya.
Tak ada cara lain bicarapun tak akan pernah di dengar oleh tuan mudanya itu, jika ia sudah merasa menyukai orang sangat sulit untuk melupakannya begitu saja atau menghapus dalam hatinya itu. Karena orang yang begitu kita sayangi akan tetap berada di dalam hati kita selama-lamanya. Terkunci rapat dan bisa hilang jika kita sendiri yang membukanya dan mau melupakannya.
"Kenapa semua tega meninggalkanku?, apa aku harus sendirian seumur hidupku??" batin Kak Langit sembari menangis pilu karena tak tertahan lagi.
Semua takdir begitu tak memihaknya saat ini mereka semua ingin Kak Langit belajar harus bisa melepaskan sesuatu itu jika tak mungkin bisa di gapai.Namun pria itu begitu mencintai gadis bernama Himawari tak mau melupakan nya walaupun dia akan menikah. Dia mungkin akan sangat terluka dengan semua tindakan keras kepalanya itu, namun perasaannya yang begitu besar kepada seorang yang amat dia cintai apakah bisa membuat waktu dan takdir luluh dengan usahanya itu.
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1
Keesokan harinya di Bandara Internasional kini berdiri Shakira dan Himawari menunggu kepulangan Kak Bryan, karena sebentar lagi pesawatnya akan tiba. Mereka berdua pun bersiap-siap untuk menyambut kedatangan nya. Himawari sudah sangat merindukannya dan berdiri dengan antusias.Dan sedangkan untuk Shakira terlihat biasa-biasa saja.
Setelah menunggu beberapa menit ternyata memang benar, Kak Bryan berjalan menyusuri dengan membawa koper miliknya. Dia kini memakai kacamata hitam tebal, dan juga ia memakai kemeja yang bewarna putih di padu padankan jeans bewarna biru langit, nampak dia sangat tampan dan maskulin.
Akhirnya Himawari pun memeluk erat pria itu, dan berbisik kalau dia sangat merindukannya.
"Kak, apakah kau tak merindukanku?" tanya Himawari pada Kak Bryan.
"Ehm, tentu saja tidak.." jawab Kak Bryan yang menggoda Himawari.
"Ehm, apa? Tidak...!"sambil mencibirkan bibir Himawari.
"Tentu saja aku merindukanmu,makanya aku cepat pulang ke Indonesia, dan hanya ingin wajahmu itu..." jawab Kakak Bryan sembari melepas kacamata hitam tebalnya dan dia tersenyum manis menatap Himawari. Setelah itu dia mencolek pipi Himawari, terlihat pipi nya itu bersemu kemerahan.
"Ehm, aku kira kau tak merindukanku." gerutu Himawari merasa agak sebal karena di goda oleh Kak Bryan.
"Oh, ini ternyata gadis kecil itu !!!" ujar salah satu team Kak Bryan.
"Tanyakan saja siapa namanya?" jawab Kak Bryan dan melihat Merry yang ingin sekali mengintrogasi Himawari.
"Dengar aku mau tanya apa rahasianya, kau itu bisa menakhlukan Bryan??" tanya Merry dengan nada ketusnya, layaknya pria jadi- jadian.
Sontak semua para team di dekat Kak Bryan tertawa terbahak-bahak dan sangat kompak. Kak Bryan hanya menggelengkan kepalanya saja, melihat Merry tak patah semangat sama sekali. Untuk menggodanya, sedangkan untuk Himawari kebingungan karena pertanyaan itu dan juga semua team Kak Bryan yang tertawa dengan kompaknya.
"Apa maksudnya itu Kakak Bryan??" tanya Himawari, dengan menggerakkan kelopak matanya beberapa kali.
"Sudahlah, dia hanya pria gila jangan di ambil hati ok..." ujar Kak Bryan sembari menggeng gam lembut jemari gadis itu.
"Oh ya kalian boleh pulang dan beristirahat, dan aku juga lelah, kalian boleh bubar..." ujar Kakak Bryan membubarkan semua team nya.
__ADS_1
Sedangkan Merry tetap berdiri mematung dan di dekat Himawari. Kak Bryan menggerakkan alisnya tepat ke arah Merry karena Kak Bryan bermaksud mengusirnya pergi dari hadapan nya, Merry tetap tak mau dan bersikeras.
"Ayolah, aku mau pulang dan sangat lelah, kau boleh pergi ya, aku tak mau berdebat !" perintah Kak Bryan, akhirnya Merry dengan wajah yang sebal pergi membawa kopernya.
Himawari pun semakin penasaran siapakah pria bernama Merry itu, dia pun ingin sekali bertanya namun Kak Bryan terlihat amat lelah, jadi dia memutuskan untuk mengurungkan niatnya itu.
Sedangkan Shakira tahu kalau mereka berdua sedang tidak ingin di ganggu sama sekali,dan maka ia kini berinisiatif untuk pulang karena perutnya sakit.
"Bolehkah aku pulang?, perutku sakit dan aku tak mau mengganggu kalian berdua." ujar Shakira yang terlihat benar-benar sakit perut.
"Apa aku menemanimu saja?" tanya Himawari
"Tak usah, kau menemai pria itu saja,lagipula perutku benar-benar tidak enak, sudah yaaa.." ujar Shakira ke Himawari dan meninggalkan mereka berdua, saat gadis itu hendak menge jarnya Kak Bryan menahan tangannya.
"Jika kau pergi mengejarnya, maka aku akan sendirian, katanya kau merindukanku." ujar Kak Bryan pada Himawari dan tersenyum.
"Iya ,baiklah aku temani kakak saja, apakah kau sangat lelah?" tanya Himawari dan dia meringis ke arah Kak Bryan.
"Tentu saja, namun saat aku melihat wajah dan seyumanmu mendadak semua lelah itu menguap, dan hilang..." Jawab Kak Bryan lalu ia tersenyum dengan amat sumringah sekali
"Idih... Gombal kak, kau makin pandai sekali apakah disana kau selalu menggoda banyak gadis??!" telisik Himawari dengan mengernyit kan kedua alisnya itu, sembari memukul dada Kak Bryan namun dengan pelan.
"Ha.. Buat apa aku menggoda banyak gadis?" ujar Kak Bryan menggoda.
"Mereka yang menggodaku..." ujarnya sambil menggoda Himawari agar dia makin cemburu dengan perkataanya itu.
Himawari menekuk wajahnya dan mencibir kan bibirnya ke arah Kak Bryan, namun dia hanya membalasnya dengan mengecupnya tepat di kening sembari melingkarkan lengan di pinggang Himawari .
"Sudahlah, aku hanya bercanda..." ujar Kakak Bryan, agar Himawari tak marah kepadanya .
__ADS_1
Bersambung...