
"Memang kenapa Kak Bryan?"tanya Himawari dengan penasaran ,melihat raut wajah Kakak Bryan yang sepertinya agak mencurigakan.
"Tentu saja aku dapat ide, kita bisa berkencan di sungai sana dan menikmati kembang api, gimana?" Kak Bryan memberi saran kepada mereka semua, agar turun dan naik perahu layar kecil itu sembari menikmati kembang api yang akan di nyalakan sebentar lagi .
"Aku kan tidak berkencan, kalian saja." dan Shakira tak mau ikut karena dia merasa agak canggung dan tak enak pada Kak Bram.
"Kenapa?, tak apa-apa lagian aku juga mau menikmati kembang api ayolah." Kak Bram lalu menarik lengan Shakira mereka berempat turun ke arah sungai dan naik perahu layar.
Menikmati pemandangan sore yang amatlah indah jikalau malam tiba akan segera melihat kembang api di atas langit, cahayanya yang terang di atas langit yang gelap itu membuat takjub semua para pengunjung.
Beberapa jam kemudian memanglah benar langit yang gelap gulita dengan bermandikan cahaya lampu kota, di sekitar sungai banyak lampu lampion yang menyala dengan indah.
Nampak malam yang indah ini membuat para pengunjung terpukau, dan sangat menikmati di bibir sungai, dan banyak juga yang berada di atas jembatan menyaksikan kembang api yang akan di nyalakan sebentar lagi.
Sungai ini nampak tenang sekali membawa banyak perahu layar mengarungi nya, banyak orang yang naik dan bercengkrama dengan pasangan mereka masing-masing.
Mereka berempat itu naik perahu kecil yang sama, dan juga berbincang-bincang saat ini.
"Lihatlah beberapa menit lagi kembang api akan di nyalakan." ujar Himawari kepada Kak Bryan sembari menatap langit yang gelap,dan nampaknya awan itu mengepul beriringan di atas sana.
"Iya ,aku kira kembang api ini akan menyala di hati seseorang juga wkwkwk."ledek Kak Bryan ke Kak Bram sambil tertawa terbahak-bahak.
"Kau ini, mau ku dorong dari atas perahu ini?" protes Kak Bram sambil menatap tajam Kak Bryan dan menyeringai.
"Janganlah... entar aku di makan buaya hihi." jawab Kak Bryan dengan nada meledek dan cekikikan.
"Lho.... kenapa perahunya ini agak goyang?" Himawari takut jatuh kedalam sungai, karena nampak air sungai agak dalam dia juga tidak terlalu bisa berenang.
__ADS_1
"Pak,kenapa perahunya kayak oleng begini?" Shakira nampak tegang dan bingung kenapa perahunya seperti akan jatuh terbalik ke arah sungai.
"Maaf nona ,aku kira..." jawab bapak yang mendayung perahu kecil ini.
"Ha..ha...ha..ha" tawa Kakak Bryan terdengar sangat lantang, dia ternyata yang membuat oleng perahu yang di naikki,dengan beberapa kali menggoyangnya sekuat tenaganya.
"Sialan kau... mau aku lempar dari sini !!!" seru Kakak Bram melotot dan juga menyeringai ke arah Kak Bryan, dengan raut wajah yang sebal
"Hi..hi..hi..." cekikikan.
"Kau takut...."tanya Kak Bryan sambil meledek Kak Bram.
"Kak Bryan ini apaan sich..." sambil memukul dan menyeringai ke arah Kak Bryan.
"Iya-iya maaf hihihi..." Kak Bryan bercanda dan tersenyum ke arah Himawari.
"Tiiiitttt... jeduar...jeduar...!!!!"
Asapnya mulai mengepul di udara warna dari kembang api ini memantul di atas riak sungai
Warna-warninya dari letupan kembang api itu nampak sangat indah beradu dengan cahaya.
Mereka yang saling berhimpitan membentuk seperti kelopak bunga dandelion, berpendar di atas langit malam yang gelap ini,semua mata pengunjung tertuju ke atas langit yang hitam pekat, bayangan kembang api itu tepat berada di lensa mata mereka masing-masing.
Himawari matanya tak berkedip sama sekali dan mulutnya terbuka untung tak ada seekor nyamuk yang masuk ke dalam mulutnya, dan Kak Bryan tersenyum melihat Himawari yang takjub dengan pemandangan yang romantis dan indah yang tersuguh malam ini.
__ADS_1
Shakira tak jauh berbeda memandang dengan wajah cantiknya, diam dengan mulutnya yang rapat,mata sipitnya itu agak melebar seketika karena pemandangan yang indah, serta amat romantis tepat berada di hadapannya saat ini.
"Wah... pas sekali indah dan cantik.. aku mau merekamnya." ujar Himawari sambil merogoh sakunya dan mengambil ponsel di dalamnya .
Beberapa saat dia pun merekam kembang api yang menyala dengan indah itu. Lalu ia mulai mengarahkan lensa kameranya ke arah Kakak Bryan dan Shakira lalu ke arah Kakak Bram .
Setelah selesai merekam dia itu memasukkan lagi ke dalam saku miliknya.
Pemandangan yang indah itu hanya bisa di lihat beberapa menit saja, dan festival yang sangat menggugah banyak sekali perhatian pengunjung saat ini sudah selesai .
Banyak para pengunjung pulang dan ada juga yang masih menikmati pemandangan malam.
"Serasa tahun baru saja." ujar Himawari dan tersenyum manis.
"Hampir mirip, tapi kenapa mereka itu hanya menyalakan kembang api nya sebentar saja?" tanya Himawari sedikit kecewa karena sudah selesai pemandangan indahnya.
"Ya kalau kau mau menyalakan sampai besok pagi, tinggal melihat video di ponselmu itu ." ledek dari Kak Bram sembari menatap wajah polos Himawari.
"Ha...ha...ha...ha,para gadis ini memang suka sekali kembang api ya." ujar Kak Bram lalu dia menatap wajah Kak Bryan lagi dan tersenyum menggoda.
"Apa yang kau maksud ?,dasar pria aneh..." protes Kak Bryan dan menggelengkan kepala.
Himawari menyeringai ke arah Kak Bram dan merengut dengan sebal.Dia kira itu akan ada kemabang api lagi yang di nyalakan.
Berangsur-angsur para pengunjung pun mulai pulang ke rumah mereka masing-masing, dan sudah agak sepi sungai nampak tak seramai seperti tadi, dan mereka memutuskan untuk kembali pulang karena nampaknya malam ini semakin larut dan juga semakin dingin saja .
Bersambung...
__ADS_1