Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 109 "Taman Mini"


__ADS_3

Himawari sekarang sedang menyirami taman mungilnya ini, di depan rumahnya ada sebuah taman mini kira-kira berukuran 2×3 meter,dan banyak macam-macam bunga yang di tanam oleh ibunya. Karena hari ini libur maka ia pun menyempatkan untuk menyirami bunganya .



Saat ini dia sangat asyik menyirami bunganya tidak terasa ada Kak Langit yang sudah duduk dia mengamati Himawari, sembari memakan camilan dan menikmati es krim yang di beli sebelum dia datang ke rumah Himawari .


Himawari tak menyadari sama sekali kalau ia kedatangan tamu, namun saking asyiknya dia tetap fokus menyirami bunga di taman mini.


"Aku tak tahu kalau bunga di sini banyak, dan kenapa aku baru sadar sekarang ya, aish?" dia bergumam sendirian menatap semua bunga.


Dan terlihat banyak bunga bermekaran indah, bewarna-warni yang sudah terkena terik sinar mentari, membuat kelopak bunga itu semakin indah merekah. Himawari lalu jongkok dekat


bunganya memetik beberapa yang akan dia masukan kedalam vas bunganya.


Setelah dia memetik bunga beberapa selesai menyirami taman mini itu, dia bergegas lari mengambil vas ke dalam rumahnya,setelah membawa vas berisi bunga dia bergegas lagi berjalan menuju taman mini depan rumahnya.


"Kenapa kau berlarian?" tanya Kak Langit dia memandang Himawari dengan tersenyum .


"Aah.. Kak Langit, aku terkejut sekaliii, sejak kapan kakak sudah duduk di situ??" Himawari menyeringai menatap Kak Langit dan mulai heran tidak ada angin tak ada hujan tiba-tiba dia sudah ada dan duduk di depannya saat ini


"Aku dari tadi sejak kau bergumam sendirian."


"Dan kenapa kakak diam saja, tak menyapa?"


Kakak Langit hanya melihat wajah Himawari yang kemerahan dan terkena sinar matahari.


"Kemarilah es krim nya hampir meleleh, aku tadi sudah habis satu." sambil memberi tanda pada Himawari agar segera memakan eskrim.

__ADS_1


"Baiklah ,kenapa kakak kemari?"


"Kebetulan saja hanya ingin mampir."


"Apa tak sibuk?"


"Tidak."


Mereka berdua menikmati eskrim dan saling mengobrol, karena biasanya jam segini teman Himawari yang bernama Shakira akan nongol.


Entah apa yang terjadi hari ini dia tak datang.


"Kau tak bosan?,jika bosan ayo kita jalan-jalan lagipula cuaca seperti ini sangat asyik jika..." sebelum Kak Langit meneruskan bicaranya Kak Bryan tiba-tiba muncul dan memotong.


Dia pun lalu duduk di samping Himawari dan menaruh satu kantong plastik berisi makanan kesukaan Himawari.Dia menatap tajam Kakak Langit yang sedari tadi duduk dengan tenang.


"Ehm, Kak Langit sedang main biarkanlah kak, oh ya kakak bawa apa?"tanya Himawari dan dengan nada suara lembut, lirih, dan sopan.


"Aku bawa martabak, katanya kau suka jadi saat ada orang jualan dan aku membelinya."


Kak Bryan menatap tajam Kak Langit saat ini, dan Himawari asyik membuka bungkusan itu.



Setelah membuka isinya dia sangat girang, karena martabak telur kecil-kecil ini sangat enak di makan pakai cabai rawit,saat masih hangat pula dan dia pun segera malahabnya.


Sebelum Kaka Bryan serta Kakak Langit ini bertengkar, Himawari lalu memasukkan satu persatu kedalam mulut mereka agar mereka tidak bertengkar, serta mencairkan suasana.

__ADS_1


Martabak pun masuk ke dalam mulut mereka masing-masing, dan saat ini mereka bertiga menikmati martabak hangat dan di temani dengan pemandangan taman yang bewarna- warni. Segar menggoda setelah di siram oleh sang pemilik taman ini.


Himawari sangat senang sekali liburan hari bisa santai, dan menikmati waktu senggang.


Kak Bryan dan Kak Langit hanya diam tidak mau merusak suasana gadis kecil yang ada di sampingnya.Himawari tersenyum sambil memakan semua martabak hangat yang di bawa Kak Bryan.


"Oh iya kak, kenapa beberapa hari aku tidak melihat kakak?" sambil mengunyah martabak di mulutnya menatap lekat ke arah Kak Bryan.


"Eehm, ada sedikit masalah Bram menabrak seorang gadis dan dia sekarang masih dalam perawatan." jawab Kakak Bryan dengan nada lirih sekali, sesekali dia agak bingung karena memang masalahnya sedikit runyam .


"Benarkah???" sambil melotot karena terkejut.


"Benar ,makanya aku sangat sibuk dan juga aku tak bisa mengajarimu dalam ujian tahun ini, maafkan aku." Kakak Bryan memandangi wajah Himawari agak kecewa karena dia saat ini benar-benar sibuk , dengan pekerjaan dan juga membantu masalah temannya.


"Aduh gimana ini?,masak ya aku bilang kalau masih ada Kak Langit." batin Himawari dia pun mengambil minuman agar tak tersedak.


"Ada apa?,kenapa wajahmu agak pucat??" tanya Kakak Bryan curiga dan merasa kalau Himawari terkejut dengan berita kecelakaan Kak Bram saat ini.


"Tidak apa-apa kak, lagipupa jangan khawatir aku belajar dengan giat di rumah." beberapa kali menggerakkan kelopak matanya .Dan dia meminum air lagi karena masih kebingungan


Kak Langit hanya diam memakan martabak dan meminum jus dingin yang ia bawa,namun Kakak Bryan menatap dengan tatapan curiga.


Kenapa baru kali ini dia melihat ada seorang pria datang ke rumah Himawari selain dirinya.


Karena Himawari tak bercerita apa-apa maka Kakak Bryan mengurungkan niatnya saat ini untuk bertanya, dia pun memilih makan dan minum sambil melihat taman mini Himawari.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2