
Saat Kak Bryan pergi,Himawari pun mendekat dan berbisik pada Abang Gamma.
"Abang beberapa hari ini kamu kemana?" Bisik dari Himawari pada Abang Gamma, dia pun menyeringai dengan tatapan penasaran.
Bang Gamma pun terlihat bingung, canggung dan menelan selivanya, dan tidak tahu harus menjawab apa pada Himawari, dia menatap gadis bernama Himawari dengan pandangan terkejut mulut ternganga. Menggaruk kepala berkali-kali dan kebingungan.
Seperti ada hal yang di sembunyikan oleh Abang Gamma pada adik kesayangannya.
"Lho kenapa Abang bingung?"Tanya dari Himawari dengan menyeringai tatapan curiga
"Ehm, karena abang punya urusanlah, biasa kan Abang pria, jadi kerjalah biar dapat uang yang banyak."Jawab dari Abang Gamma ini mengalihkan perhatian Himawari agar tidak bertanya lagi kepadanya.
"Ehm, kenapa Abang Gamma tahu? kalau aku bekerja di tempat Kak Bryan hayooo." Selidik dari Himawari dengan cerdas dan menatap Abang Gamma yang celingukkan, bagaikan seekor kucing yang masuk dalam air sungai
"Aish, itu karena kebetulan Abang lagi lewat dan melihatmu dengan Bryan."Timpal Abang Gamma dan meringis lalu ia pun menoleh ke Kak Bryan agar Himawari tak kepo lagi.
"Kenapa kalau sudah tau Abang tak menyapa kenapa Abang diam saja?" Tanya Himawari dengan cerdas dan menatap wajahnya Abang Gamma semakin kebingungan, dan tak tahu harus menjawab apa , karena gadis bernama Himawari sedikit bodoh, namun jika urusan jika di bohongi Abangnya maka dia akan tahu
"Ayolah Bang, selalu saja menghindar."Oceh dari Himawari dan menarik salah satu sudut bibirnya lagi. Dan menatap kedua bola mata Abang Gamma dengan intens. Agar dia tahu kalau Abang Gamma tak mau bercerita yang sesungguhnya.
"Apakah Abang Gamma, ada di fashion show hari minggu yang lalu?" Tanya dari Himawari.
__ADS_1
Rasa penasarannya gadis kecil ini sangatlah tinggi, karena sudah tahu Abangnya ini tidak terlihat batang hidungnya sama sekali, dia pun bertanya dengan detail. Dan tetap setia menunggu jawaban dari Abang Gamma.
Abang Gamma menelan selivanya berkali-kali takut adik kecilnya ini bertanya hal yang aneh.
"Ayolah Bang, kenapa sulit sekali?,aku tanya apa Abang kenal dengan Yuri?" Tanya dari Himawari dengan melotot dan menyeringai.
Abang Gamma pun semakin takut, dan tidak bisa menjawab pertanyaan adik kecilnya ini.
"Ha... aku rasa pasti benar?,apa yang kau lakukan pada nenek lampir itu?" Tanya dari Himawari lagi, jiwa kepo nya semakin tidak terbendung lagi.
"Ha,... aku hanya kebetulan mengantar paket dan menggantikan teman Abang, apa yang perlu kau curigakan pada Abangmu ?" Abang Gamma mengelak pada adik kecilnya dan tersenyum getir, serta meringis penuh arti.
"Mana ada, abang tak mengenalnya idih adik Abang yang cantik, dan manis kenapa curiga pada Abang?" Tanya dari Abang Gamma balik kepada adiknya yang manis sambil meringis
"Aish, awas aja aku benar-benar muak dengan nenek lampir itu, dia beberapa kali usil padaku awas aja jika Abang ...." Ancam dari Himawari kepada Abang Gamma dan menatap intens.
"Hayooo, ini makanannya sudah datang... mari kita makan bersama." Ajakan dari Kak Bryan mengajak kami makan bersama pun memecah percakapan Himawari dan Abang Gamma.
Abang Gamma pun tersenyum lega dan juga sumringah, lalu mendekati Kak Bryan.
"Ha,... leganya Bryan menyelamatkan aku." Batin dari Abang Gamma dengan makan.
__ADS_1
"Makasih ya Bryan kau, pandai sekali cari makanan." Puji dari Abang Gamma dan juga tersenyum penuh kemenangan.
"Sama-sama Kak, makan saja." Jawab dari kak Bryan dan tersenyum sumringah .
"Oh, benar-benar awas aja, aku pasti akan menyelidikinya." Ujar dari Himawari lalu dia pun menyeringai.
"Ayo, kita makan jangan melamun." Shakira pun mengajak Himawari makan agar tidak diam melamun.
Padahal dia itu masih kesal dengan Abang Gamma tak mau menjawab pertanyaannya itu.
"Ayo." Jawab Himawari dengan memandangi Abang Gamma penuh kecurigaan.
Mereka semua menikmati makanannya dan sangat senang, di temani hujan lebat yang mengguyur dengan seenaknya.
Bersambung...
__ADS_1