Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 39 "Taubat"


__ADS_3

Setelah Himawari mendapat hukuman yang sangat berat, dia pun berjanji pada dirinya itu untuk tidak mengulangi kesalahannya dan , dia tak akan lagi terlambat sekolah. Walau ia sekarang masih menjalani hukumanya dari guru pendisiplinan, Kak Langit dan Kak Bryan masih setia menunggu gadis itu menyelesai kan hukumannya itu .


"Dengar jika kau membaca buku setebal ini walau lama ,kau tak akan paham." Ujar dari Kak Langit memberi saran Himawari sambil tersenyum , karena rambut dan fikiran gadis itu semua sedang kacau. Karena dia sama sekali tak terbiasa belajar, yang ia sukai hanya komik, dan novel romansa saja .


"Lalu aku harus bagaimana?" Tanya Himawari dengan putus asa, karena hukuman ini amat berat baginya, seperti mendapatkan hukuman cambuk beberapa kali.


"Ehm, kau hanya perlu belajar titik-titik yang terpenting saja, jadi gak harus semuanya." Penjelasan dari Kak Langit dengan suaranya yang lirih dan lembut.


"Oh, aku heran kenapa Pria frezeer dingin ini mau mengajari dengan tiba-tiba, ayolah apa yang kau inginkan?" Potong Bryan karena dia sudah tak tahan akan perlakuan Kak Langit yang berubah drastis. Menjadi seorang guru privat tambahan untuk Himawari .


"Terserah kau, lagipula kau kembalilah saja ke ruang kelasmu, aku akan membantunya untuk hari ini." Ujar dari Kakak Langit dengan tegas dan juga menatap tajam mata Kak Bryan.


"Kenapa?kau mengusirku, aku juga pasti akan membantunya." Ujar Kak Bryan sambil melirik Himawari yang sedang mengamati semua tulisan di meja dengan fokus.

__ADS_1


"Kau, kan tidak sekelas dengannya biar aku saja yang memberikan arahan, lagipula dia pasti paham jika aku menjelaskannya," ucap dari Kak Langit bertujuan untuk menyingkir kan Kak Bryan, dan juga Kak Bryan menyerah dengan keinginannya itu .


"Kenapa memuakkan sekali hari ini?, kau tahu dia lebih nyaman jika aku yang mengajarinya." Ujar Ketus lalu menyeringai dari Kak Bryan.


"Sudahlah Kakak , kalian jangan bertengkar aku janji tak akan terlambat lagi apapun yang terjadi." Suara Himawari tiba-tiba memotong perdebatan mereka berdua, dengan lirih dia memohon agar menyudahinya.


"Benar ini yang terahir, aku pusing sekali dan aish kenapa jahat sekaliii hukumannya hari ini ?" Gumam dari Himawari lagi dan menaruh kepalanya di atas meja .


"Hem....haaaa..." Menghela nafas lagi.


"Aku saja yang menjemputnya dan kau urusi urusanmu saja," potong Kak Bryan dengan sebal .


"Kenapa kalian bertengkar?, sudahlah aku akan menyelesaikan sendiri ,pergilah kalian berdua." Permohonan Himawari agar mereka bedua pergi dari perpustakaan.

__ADS_1


"Tak mau, aku akan membantumu."Jawab Kak Bryan sambil mengambil buku Himawari .


Dan Kak Langit hanya menggelengkan kepala beberapa kali, melihat kelakuan Kak Bryan itu.


Beberapa jam sudah berlalu Himawari sudah menyelesaikan hukuman berat itu, tentu saja dengan bantuan dua pria cerdas di samping nya saat ini. Dan semuanya rampung siap di serahkan pada Gurunya,mereka bertiga sudah menyelesaikannya jadi bisa kembali ke kelas masing-masing. Namun Himawari sepertinya tak ingin masuk kelas, otaknya sedang panas karena mendapat hukuman berfikir keras hari ini. Dia pun sangat lesu dan sedih sekali .


"Haaaa, kenapa kalian pandai sekali? aku saja sudah pusing tujuh keliling ." Gerutu dari gadis ini sambil memanyunkan bibirnya .


"Makannya, jangan baca komik aja, belajarlah agar tak mudah pusing." Saran dari Kak Langit dengan bijaksana dengan suara yang lirih dan sopan .


"Haaa, akhirnya selesai tapi aku muak dengan pria di sebelahku ini." Gumam dari Kak Bryan yang menyindir Kak Langit.


"Belakangan ini ada pria sok baik haaaa." Gerutu dari Kak Bryan sambil tersenyum sinis

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2