
"Hei Bram, antarkan Shakira pulang aku akan mengantar dia ok."sambil mengedipkan mata nya yang sebelah ke arah Kak Bram,berharap Kak Bram dan Shakira bisa mengobrol berdua
"Hei, apa yang kau maksud ?,kau tak takut jika di marahi Abang Gamma."protes Shakira pada Kak Bryan yang tak mau pulang tanpa teman nya. Dia menyolot dan menyeringai .
"Aku kenapa takut?, wleekkk."sambil meledek Shakira, pergi meninggalkan mereka berdua.
Mobil Kak Bryan dan Himawari melaju duluan. Namun untuk Kak Bram belum pulang hanya tersenyum melihat Shakira tampaknya masih sebal dengan Kakak Bryan,dia menyandarkan pantatnya di depan mobil kuningnya lalu dia menyilangkan kedua tangannya .
"Hei, biarkanlah aku rasa Bryan tak akan mau melukai Himawari, dan kau jangan khawatir." ujar Kakak Bram sambil tersenyum ke arah Shakira , matanya yang sipit bertambah sipit.
"Kenapa bisa bilang begitu?,aku itu khawatir bukan tanpa alasan." wajahnya pun nampak muram, serta wajah tirusnya terlihat tertekuk.
"Kau santai saja, kau mengira Bryan akan melakukan hal tidak baik pada temanmu." suara lirih Kakak Bram semakin lembut di telinga, dia mendekati Shakira .
"Lihatlah wajahku." ucap Kakak Bram dengan sopan pada Shakira, dia pun menatap wajah Kak Bram saat ini.
"Ada apa?" tanya Shakira sembari tersenyum kecut.
"Kau berteman sudah berapa lama?" tanya Kak Bram dengan suara yang lembut ,ramah dan sopan pada Shakira dengan kedua mata saling menatap saat ini.
"Ehm, aku berteman sangat lama mulai sejak kecil." jawab Shakira dengan tersenyum amat manis karena mengingat masa kecil mereka berdua saat ini.
"Aku juga berteman dengannya sudah lama, dan Bryan pria baik tentu tak akan menyakiti sahabatmu." suara dari Kakak Bram sedikit memberikan ketenangan pada Shakira karena menghawatirkan Himawari.
"Lalu aku harus apa?, membiarkan mereka berduaan saja." ucap Shakira dengan wajah agak muram dan masih khawatir.
"Berikanlah kelonggaran untuk sahabatmu, lagipula kau juga perlu waktu untuk dirimu sendiri." saran dari Kak Bram pada Shakira .
"Maksudnya?" tanya Shakira mengernyitkan kedua alisnya, dan wajahnya memperlihatkan ekspresi penasaran ,tidak paham akan kata yang di lontarkan Kak Bram kepadanya.
__ADS_1
"Sudahlah ayo masuk mobil , sudah malam aku akan mengantarmu."sambil memasukkan Shakira ke dalam mobilnya saat ini, mereka berdua lalu pergi meninggalkan tempat itu .
🌻🌻🌻🌻🌻
"Kak Bryan kenapa kita meninggalkannya, dan harusnya kita pulang bertiga?"tanya Himawari pada Kak Bryan dan dia nampak kebingungan
"Katanya mau menjodohkan Shakira ,ya kita perlu meninggalkan mereka berdua ." jawab dari Kak Bryan sambil tersenyum manis,dia menatap dengan tatapan hangat.
"Lagipula aku hanya ingin kita berduaan saja, aku akan mengantarmu pulang."ujar Kakak Bryan pada Himawari lalu menggenggam erat tangannya yang sebelah sambil menyetir.
"Lepaskan kan kakak pagi menyetir ." ujar Himawari ,lalu melihat tasnya ada sebuah benda yang terus bergetar sedari tadi,yaitu ponsel miliknya yang menerima pesan .
Dia mengambil ponsel miliknya dan mulai membukanya, ternyata banyak pesan yang masuk, ada dari teman-temannya dan juga ada dari Abangnya .
"Sebentar ya kak, aku mau membalas pesan Bang Gamma." sembari menarik tangannya dan mengetik beberapa pesan singkat dan mengirim kepada Abang tersanyangnya .
"Apa yang di katakan Abang Gamma?" tanya Kakak Bryan dengan raut wajah agak tegang .
"Baiklah kita jemput Abang Gamma, tapi aku lihat kau agak kedinginan."Kak Bryan mulai menghentikan mobilnya sejenak, memakai kan jaket miliknya pada Himawari.
"Makasih Kak," ujar Himawari sembari tersipu malu melihat kebaikan Kakak Bryan padanya saat ini. Pipinya yang gembil mulai merona kemerahan seperti buah delima yang masak.
"Kenapa berterima kasih?" sambil tersenyum dan menyalakan mobilnya lagi menuju lokasi syuting Abang Gamma.
"Kau tak perlu sungkan padaku." dan dia pun tersenyum lagi.
Beberapa menit kemudian mobil Kakak Bryan sudah sampai, mereka pun menunggu Abang Gamma .Sembari menunggu Kak Bryan mulai menyalakan musik di mobilnya saat ini agar tak bosan. Himawari mulai merasa ngantuk kelelahan karena sedari tadi sudah menahan rasa kantuknya, namun sekarang dia tak bisa menahanya lagi.
"Tidurlah, aku akan mematikan musiknya, dan melihat Abang Gamma ok." ujar Kakak Bryan pada Himawari dia pun keluar dari mobilnya.
__ADS_1
Dan mencari Abang Gamma saat ini di lokasi syuting banyak sekali artis dan juga para kru.
"Dimana Abang Gamma?"sambil celingukkan mencari Abang Gamma yang belum nampak batang hidungnya saat ini.
"Hei,"sambil menepuk pundak Kak Bryan.
"Apakah kaki Abang terkilir?" tanya Kak Bryan kepada Abang Gamma ,pandangannya yang saat ini tertuju pada kaki Abang Gamma.
"Bantu aku,terimakasih ya karena kau itu mau menjemputku." tangan dari Abang Gamma di lingkarkan ke pundak Kak Bryan, dia sambil berjalan namun pincang karena kakinya yang satu terkilir.
"Dimana Himawari?,apa dia di dalam mobil?" tanya Abang Gamma pada Kak Bryan terlihat meringis menahan rasa sakit kakinya saat ini.
"Iya Bang." jawab Kak Bryan menganggukkan kepalanya juga.
Beberapa menit kemudian mereka bertiga itu sudah sampai tepat di depan rumah Abang Gamma, Himawari masih saja tertidur lelap dan nyenyak masih belum menyadari sudah sampai di rumahnya.
"Hei, bangun kita sudah sampai." suara Abang Gamma membagunkan Himawari saat ini.
Dia membuka kelopak matanya nan indah itu dan melihat di sekelilingnya saat ini, mulutnya mulai terbuka sedikit menguap,dan kemudian tangan kanannya menutupinya.
"Masuklah ke kamarmu pelan-pelan agar tak jatuh ya." suara Abangnya membuatnya agak pusing karena masih belum sadar benar .
"Bang boleh aku mengantarnya?" usul Kakak Bryan pada Abang Gamma dengan wajahnya yang terlihat agak tegang, dia takut Abangnya memarahinya.
"Kau mau masuk kedalam kamar gadis kecil ini?" tanya Abang Gamma dengan nada suara yang agak di tinggikan.
"Aku hanya akan mengantar saja." Kak Bryan menatap wajah Abang Gamma saat ini.
"Aish.. pria ini." gerutu Abang Gamma.
__ADS_1
Bersambung...