Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 68 "Kedai Mie"


__ADS_3

"Wah, siapa pria ini kenapa tampan dan seksi sekali?" Tanya dari Shakira sambil mengamati Kak Bram yang sedang memperbaikki mobil Kak Bryan dengan seksama.


"Sudah bangun rupanya kau, kenalkan aku Bram teman Bryan." Kak Bram memperkenal kan dirinnya pada Shakira sambil tersenyum sangat manis sekali.


"Aku Shakira, iya ... eh BTW aku lapar banget apakah tidak jadi pergi ke bioskop ?" Tanya Shakira sambil menggosok-gosokkan kelopak


matanya yang indah.


"Mobil Kak Bryan mogok dari tadi, ini masih di perbaikki." Gumam Himawari, melihat wajah Shakira.


"Disini ada kedai mie yang sangat enak, habis ini kita mampir aja berempat, aku kira sore ini cocok untuk makan bersama." Ujar dari Kakak Bram mengajak kami pergi makan mie enak di sekitar daerah ini.Dan sambil melanjutkan perbaikkannya.


"Tentu saja, makanya cepat selesaikan itu." Protes Kak Bryan pada Kak Bram, agar lebih cepat memperbaikki mobilnya yang mogok.


"Cerewet... dan Bawel sekali kau ini." Rutuk dari Kak Bram dengan sebal.


Setelah beberapa menit pun berlalu Kak Bram sudah menyelesaikannya , ternyata mobil Kak Bryan memang tua, harus di musiumkan dan beristirahat dengan tenang dan damai , Kakak Bram menggelengkan kepalanya itu beberapa kali, karena melihat mesin mobil Kak Bryan ini sudah usang ,juga lapuk di makan usia.


"Hei, kenapa kau masih menyukai mobil ini kan sudah aku bilang pakailah mobil lainnya, hemmm?"Bisik Kak Bram di telinga Kak Bryan dengan lirih agar tak ada yang mendengarnya

__ADS_1


"Sudahlah, aku tak mau membahasnya disini, perutku ini lapar ,katanya disini ada kedai mie enak ayo kita makan dulu." Ajak Kakak Bryan ke Kak Bram sambil menutup kedua kelopak matanya yang indah, mengisyaratkan jangan berkata lagi, keep silent please.


"Haaa, kau ini baiklah kalau begitu, jalan saja kedainya dekat kok..."Ujar dari Kak Bram pada Kak Bryan sambil tersenyum manis sekali .


Mereka berempat pun berjalan bersama , dan menuju kedai mie tersebut, teryata memang benarlah Kedai Mie "Jangan Ngaco" Namanya unik dan berasa ingin segera mencoba mie, yang tersedia disana, mereka semua sudah duduk di bangku masing-masing, Kak Bram juga memesan beberapa menu makanan agar bisa di nikmati , dengan berkumpul berempat suasana semakin meriah bersama-sama .




Nampaknya beberapa waitress sudah bersiap menghidangkan menu andalan, pesanan dari Kak Bram ke meja kami. Mereka sangat fokus dan antusias.


"BTW, namanya unik banget Bram."Ujar Kak Bryan sambil tersenyum kecil memandangi papan nama, Kedai Mie "Jangan Ngaco" .


"Eh, tapi itu kan salah satu trik mereka Bryan, lagipula biasanya rame sekali, tumben hari ini sepi ya." Gumam dari Kak Bram sambil sedikit berfikir kenapa khusus hari ini agak sepi kedai ini. Sambil melirik suasananya agak sepi jadi bebas dan leluasa.


Tak biasanya karena hari-hari biasa pastilah sangatlah ramai sekali pengunjung rela antri untuk mendapatkan beberapa porsi mie ,dan menu andalan lainnya Kedai Mie ini ,tidak itu saja mereka sangat setia , dan selalu sajalah memesan makanan di sini setiap hari ,jarang sekali kedaan sepi seperti ini .


"Aku suka Kak tempat ini lain kali, kita kesini lagi ya... lagipula aku lihat disana itu tadi ada ruang bacanya."Ujar dari Himawari sembari celingukkan matanya pun mengamati semua sudut ruangan, ternyata memang ada ruang baca kecil agar pengunjung tidak bosan, jika menunggu antrian panjang bisa membaca untuk mengisi waktu luang .

__ADS_1


"Kau suka, aku pasti akan mengajakmu lagi kesini." Ujar Kak Bryan sembari tersipu malu melihat wajah Himawari yang celingukkan.


"Aish, kau ini dasar... " Ujar Kak Bram sambil menyenggol bahu Kak Bryan, dan tersenyum manis, melihat ekspresi wajahnya yang merah merona, sedang malu tapi bahagia.



"Wah pemiliknya memang hebat, ada tempat baca kecilnya." Ujar Himawari mengamatinya dari kejauhan, sebenarnya dia sangat tertarik untuk membaca dan mencari komik yang ia sukai tapi terlihat, para waitress sudah akan menyajikkan makanan yang mereka pesan ,


dia pun mengurungkannya.


"Iya, tapi memang kalau biasanya ramai itu banyak yang antri, juga banyak yang baca di sudut situ." Ujar Kakak Bram pada Himawari sambil melihat ke arah ruang baca berukuran 2,5 meter × 2,5 meter tersebut,berada di sudut ruangan, cukuplah mengusir kebosanan para pengunjung yang sedang mengantri.


"Benarkah?, konsepnya mirip dari Coffee Pak Baek, bagus sekali dan bertema Alam, segar dan sejuk di mata." Himawari menutup mata dan merasakan udara yang segar terhirup di kedua lubang hidungnya amatlah segar , dan nyaman sekali membuatnya rileks .


"Benar aku suka, tempat ini makanya banyak orang yang mampir, tapi aku penasaran rasa makanannya." Ujar Shakira sambil menelan selivanya, karena kelaparan dan mengelus beberapa kali perutnya yang keroncongan .


"Gadis ini, kau benar-benar kelaparan kah." Gumam dari Kak Bram sambil memandangi wajah Shakira yang nampak kebingungan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2