Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 74 "Kak Langit Menjemput"


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, di pagi hari ini yang sangat indah waktunya untuk membuka mata terdengar suara beberapa burung kecil, dari luar rumah banyak burung bernyanyi di atas dahan pohon sambil mematuki biji-bijian yang berada di dekatnya mereka itu beramai-ramai, bersenda gurau dengan bahasa burung, lalu biji-bijian yang terlepas dari paruh burung pun berjatuhan di bawah pohon dengan percuma.


Suasana pagi ini sangat cerah sinar mentari yang mulai mengusir kabut pagi ini dengan perlahan-lahan,kehangatan dari sinar mentari mulai menyeruak ,menyembul hawa dingin pun berubah menjadi agak hangat, karena ini masih hari biasa Himawari pun mandi sudah rapi dengan seragamnya, memakan sarapan yang sudah siap di meja makan saat ini .


Seperti biasa Abang Gamma setiap pagi akan menyiapkan semuanya agar Himawari tidak merasa kesulitan, walaupun Abang Gamma ini adalah kakak keponakan saja,bukan Kakak kandung Himawari namun rasa sayangnya itu sama seperti kakak kandungnya, benar-benar menganggap Himawari adalah adik kandung.




Pagi yang indah di awali dengan senyuman Abang Gamma menatap adik kecilnya,yang sudah rapi mengenakan seragam sekolahnya


"Habiskan sarapanmu aku akan melihatnya karena beberapa hari ini aku sangat sibuk." Ujar Abang Gamma sambil melihat adiknya duduk di meja makan ,mulai menikmati roti dan teh hangatnya yang terhidang di meja.


"Iya Abang sangat sibuk sekali,iya aku harap Abang jangan terlalu sibuk, aku mencari-cari kemana?,dan aku juga khawatir." Gumam dari Himawari sembari melahap roti lapisnya.

__ADS_1


"Iya iya, aku usahakan selalu pulang melihat kamu sendirian kasihan."Ujar Abang Gamma.


Dia tersenyum melihat Himawari makan roti dan melahap semua rotinya tidak bersisa,dia sangat menikmati lalu mengambil secangkir teh hangat yang sudah di siapkan Abangnya.


"Pelan-pelan masih panas, kau berangkatnya dengan siapa?"Tanya dari Abang Gamma ke Himawari masih menyeruput teh hangatnya .


"Entahlah, kalau tidak dengan Shakira ya pasti dengan Kak Bryan ,Abang..."Ujar Himawari dia meneruskan menyeruput teh hangat madu itu


"Oh, ya sudah aku kira kau mau naik bus?" Tanya dari Abang Gamma sambil melihat wajah Himawari yang mungil.


"Siapa dia?" Tanya Abang Gamma dengan pada Himawari sambil memandang pria itu dengan ekspresi terkejut sekali.


"Ini Kak Langit, teman sekelasku pria pendiam baik hati, pandai dan tak suka berbicara."Ujar Himawari sembari menyeruput teh hangatnya


"Oh kau tampan sekali, apakah kau juga suka adikku?"Tanya Abang Gamma dengan tegas dan serampangan lalu dia pun mengernyitkan alisnya pada Kak Langit. Padahal hanyalah gurauan, namun Abang Gamma berekspresi dengan serius membuat Kak Langit terdiam.

__ADS_1


Kakak Langit hanya diam membisu dengan ekspresi wajah datarnya, dia pun mematung di dekat Himawari tak berkutik sama sekali, Abang Gamma tetap melihatnya juga heran kenapa hanya bercanda saja, pria ini sudah merasa sangatlah canggung.


"Jangan di dengarkan Kak Langit, abangku suka bercanda kau mau sarapan juga, aku rasa makanlah rotinya." Sambil mendorong roti isi pada Kak Langit agar ikut sarapan juga


"Terimakasih, tapi aku tadi sudah sarapan." Kak Langit tidak mau makan rotinya karena nampak ia sudah kenyang, dengan suasana canggung bertemu dengan Abang Gamma.


"Ya sudah... Bang jangan gitulah, Kak Langit ini pendiam jangan di goda ya." Himawari pun memberi peringatan pada Abangnya lalu dia menaruh cangkir tehnya lalu berpamitan pada Abang Gamma.


"Aku berangkat dulu ya... " Ujar Himawari .


"Hati-hati ya..."Ujar Abang Gamma dan makan roti sisa Himawari sambil tersenyum.


Dia menarik lengan Kak Langit agar keluar bersama, dan mereka berdua pun akhirnya berangkat ke sekolah bersama-sama.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2