
Malam harinya ada suara keras di dekat gang rumah Himawari,dan membuatnya tidak bisa tidur, dan memejamkan matanya yang indah.
Dia pun keluar rumah dan memastikan kalau suara itu berasal dari mana , suara ribut apa yang membuatnya tidak bisa tertidur terlelap malam ini.
"Apa ini?, tak bisa membuat orang nyaman saja, aku sedang lelah tapi kenapa ada saja gangguannya?!" Gerutu Himawari sembari berjalan melangkahkan kaki kecilnya menuju sumber suara asal keributan tersebut.
Saat ia sudah ada tepat di gang itu Himawari pun melongo, karena ternyata ada Kak langit bersimbah darah. Duduk di bawah tanah dia pun melihat itu lemas karena Himawari tidak pernah melihat orang terluka parah seperti ini.
Baginya ini adalah yang pertama kalinya , Kak Langit mengeluarkan darah yang banyak.
"Kak Langit?, kenapa kau berdarah apa yang terjadi?" Tanya dari Himawari yang sangat penasaran.
"Kenapa banyak orang disini? apakah yang mereka lakukan padamu?" Himawari bergetar ketakutan, melihat banyak para lelaki ini yang sudah memukuli Kak langit.
__ADS_1
Sampai babak belur mengeluarkan banyak darah di sekitar kepalanya. Kak Langit juga sangat terkejut sekali melihat Himawari yang datang dengan tiba-tiba entah darimana.
"Hei, gadis kecil urus urusanmu, kenapa kau mengganggu kami pergilah atau kami akan menghajarmu juga!" Seru dari salah satu pria yang kekar memakai jas hitam, dan berambut gondrong.
"Kalian beraninya main keroyok, apa kalian ini pria lihatlah, Kak Langit sampai berdarah, aku akan melaporkan kalian pada polisi." Ujar dari Himawari pun mengancam para lelaki itu agar takut dan tak memukuli Kak Langit.
"Apa polisi?,kami tidak takut.... sini kau akan ku hajar gadis kecil yang berani mengganggu kami." Suara pria itu menggelegar bak guntur.
Dia pun mulai mendekat ke arah gadis itu, dan Himawari mundur pelan-pelan, namun saat ia akan mundur lagi ternyata badanya itu sudah menatap tembok pembatas. Tak bisa mundur lagi, akhirnya pria itu pun menampar pipinya dengan keras.
"Apa yang kau lakukan?" Tanya Himawari dan meringis kesakitan memegangi pipinya yang memerah .
"Dasar gadis bodoh, apa kau mau aku beri pelajaran?" Tanya dari pria itu menyeringai dengan tatapan buas, melirik penuh intrik pada Himawari dan mendekatkan tubuhnya.
Kak Langit yang mengamati kelakuan pria itu bangkit dan, melayangkan pukulannya pada pria yang mau berbuat kurang ajar.
__ADS_1
"Buk, Buag...Buag... Buk gedebuk..."
Baku hantam pun tidak terelakan di malam yang dingin itu, Himawari sangat ketakutan karena banyak para pria yang aneh, dan juga kenapa Kak Langit bisa berurusan dengan banyak pria seperti ini. Membuat Himawari semakin tak bisa berkata-kata, hanya diam mematung ketakutan karena Kak Langit di keroyok banyak pria berbadan tegap sampai dia tak bisa membalas lagi.
"Kalian ,sudah cukup!!! lihatlah Kak Langit berdarah ,apa kalian ini manusia?" Tanya dari Himawari dengan menangis tersedu-sedu.
"Hiks...hiks...hiks huhhu... kalian jahat sekali." Suara tangisan Himawari terdengar memecah keheningan malam.
"Pergilah, tinggalkan aku, berlarilah secepat mungkin cepaaaat!!!" Seru dari Kak Langit dia sudah di keroyok oleh banyak pria berbadan tegap dan juga sangat jago bela diri.
Namun Himawari yang mungil adalah gadis manis, yang tidak bisa beladiri sama sekali maka ia pun hanya bisa menangis, tak bisa membalas ataupun melakukan pertolongan pada Kak langit. Hanya bisa melihat Kakak Langit yang di keroyok habis-habisan oleh semua pria yang ada disini.
"Buag,... buk...gedubuk..."
Bersambung...
__ADS_1