
Siang hari pukul 14.00 wib Himawari di ajak oleh Kakak Langit untuk mengunjungi rumah yang tidak jauh dari rumah Himawari.
Namun saat berbelok ke arah gang rumahnya ada beberapa mobil yang menghalangi jalan.
Membuat Kakak Langit geram karena mereka tak memasukkan kedalam garasi, maka bibir jalan di pakai untuk parkir membuat mobilnya tidak bisa masuk dalam gang.
"Tiinnnn...tiiinn....tiinnn, sialaan seperti biasa mereka selalu parkir mobil sembarangan !!" gerutu Kakak Langit dengan sebal, terlihat wajahnya yang tampan tertekuk.
Baru kali ini Himawari melihat wajah tampan Kak Langit yang sedang marah. Terlihat amat emosi dan akan meledak,karena biasanya itu pria yang bernama Kak Langit itu tidak pernah telihat marah, dan sangat penyabar sekali.
Setelah beberapa menit pun akhirnya yang punya mobil itu pun keluar dan membungkuk dengan hormat, karena merasa bersalah dia pun memasukkan mobilnya dengan tergesa- gesa. Setelah mobil mereka sudah masuk ke dalam garasi mereka masing-masing Kakak Langit pun turun dari mobilnya.
"Dengar biasakan memasukkan mobil kalian, aku rasa itu menjadi kebiasaan buruk kalau terus menerus seperti itu !" tegur dari Kakak Langit dengan ekspresi yang penuh emosi .
"Iya mohon maaf kami janji,mulai besok tak akan parkir sembarangan lagi!" jawab dari beberapa sang pemilik mobil menyesalinya.
"Baiklah,aku hanya tidak mau mengganggu mobil lainya yang akan lewat !!" seru Kakak Langit dan menyeringai pada mereka semua.
"Baiklah mohon maaf."sambil membungkuk.
Himawari pun terkejut sekali karena baru kali benar-benar Kak Langit meluapkan emosinya.
Sesaat mereka berdua pun sudah berada di sebuah rumah mewah milik Kak Langit.
Himawari tidak pernah sama sekali di ajak ke rumah Kak Bryan, namun kali ini pertama kali dia di ajak seorang pria ke rumahnya.
Tak ada pembantu ataupun orang lain walau rumah sangat megah, Kak Langit tidak punya satu pun pembantu, bisa di artikan kalau dia hidup mandiri.Mengerjakan semua sendirian.
Setelah melihat ruang tamu dan ruang baca Kakak Langit dia pun melihat sebuah kamar yang luas dan indah bersih juga rapi.
Himawari pun mendekat dan melihat taman bunga di bawah kamar Kak Langit yang unik.
Temaram beberapa lilin aroma terapi itu saat ini membuatnya rileks, duduk di bawah kamar itu, melihat banyak bunga di bawah kaca itu.
"Wah, baru kali ini ada seorang pria kamarnya indah ,kamarku saja kecil dan juga tak seperti ini." ucap Himawari sambil menaruh tasnya.
__ADS_1
Rumah Kak Langit yang luas namun tanpa sekat,bahkan dapur,ruang tamu,dan ruangan lainnya nampak dari kamar Kakak Langit.
Bisa di lihat pasti tidak ada tamu sebelumnya karena jika ada pasti tidak nyaman sekali.
"Kenapa ,aku lihat tadi malam kau ke kamar Abang Gamma, apakah kau tak bisa tidur ??" tanya Kak Langit tiba-tiba membuat Himawari terkejut.
"Kenapa Kakak Langit bisa tahu, hmm?" tanya Himawari dengan tersenyum.
"Tahu, kau mau makan atau minum?" tanya Kak Langit.
"Tak usah, aku mau tanya??" tanya Himawari
"Silahkan, apa kau tak lapar?"tanya Kak Langit
"Apakah kakak itu pernah menerima seorang tamu sebelumnya?" tanya Himawari dengan penasaran.
"Tidak pernah, aku hanya membawamu saja." ucap dari Kakak Langit dan dengan duduk di sampingnya saat ini.
"Hem, kau bau jeruk sunskist."ucap Kak Langit
"Iya aku memakai parfum itu, apa kakak tidak suka?" tanya Himawari dengan lembut dan sopan.
Kak Langit pun memberikan sebuah foto yaitu seorang wanita paruh baya yang cantik jelita kepada gadis di sebelahnya itu.
"Iya dia mamaku, parfum kesukaannya itu sama sepertimu bau jeruk sunkist, bukankah kalian berdua mirip." wajah Kak Langit mulai mendekat ke arah wajah Himawari yang kecil.
Mereka beruda saling menatap dengan penuh perasaan, Kak Langit memandang wajahnya yang mungil dan polos itu, pandangannya nan teduh membuat Himawari langsung terpikat .
"Maksud Kakak itu , menyukaiku karena mirip dengan mama kakak." ucap polos Himawari.
"Tidaklah, kau adalah kau, mamaku adalah mamaku." ujar Kak Langit sambil tersenyum.
"Aku rasa karena melihatmu aku selalu rindu pada Mamaku, dan kemarin itu aku pergi ke makamnya."ucap Kak Langit dengan bersedih
"Aku ingin mengajakmu, namun karena kau sedang sibuk maka aku urungkan." ucap lirih Kakak Langit pada Himawari dengan penuh perasaan.
"Maafkan aku ya kakak." permohonan maaf gadis kecil itu yang terdengar tulus.
"Tidak apa-apa, tapi bolehkah aku meminta sesuatu padamu?" tanya Kak Langit dengan sopan pada Himawari.
"Apa?" tanya Himawari.
__ADS_1
"Boleh aku memelukmu, aku sangatlah rindu pada Mamaku." tanya Kak Langit dengan lirih.
"Baiklah kak." jawab Himawari dengan polos.
Mereka pun saling berpelukkan erat dan saat memeluk dengan erat telinga Himawari pun mendengarkan debaran jantung Kak Langit.
"Dug...dug..dug..dug..dug..." berdegup kian cepat sama saat dia berpelukkan dengan Kak Bryan, seketika dia pun mengingat pelukkan dengan Kak Bryan.
"Kenapa detak jantungnya sama seperti Kak Bryan waktu itu aduh?"batin Himawari dengan gugup,dia pun akan melepas pelukkan namun Kak Langit menahannya.
"Aku mohon seperti ini saja, sebentar lagi." ucap Kak Langit yang tidak mau melepaskan.
"Tapi kak." suara lirih Himawari yang tidak di indahkan.
"Aku mohon ,aku juga sangat merindukanmu." ucap Kak Langit yang melepas pelukkan tapi tetap memegangi kedua lengannya Himawari dan seraya menatapnya dengan intens.
"Tapi kak, aku ini..."
Sebelum meneruskan berucap Kak Langit pun membekap bibirnya yang ranum kepada bibir gadis kecil yang mungil itu. Himawari mulai akan mendorongnya. Namun tak kuasa lagi.
Karena bibirnya Kak Langit terasa lembut,dia mulai me*ikmati kecupan hangat mendarat di bibirnya kecilnya. Kakak Langit mendekatkan tubuh mungilnya Himawari ke tubuhnya yang kekar .Dan menye*sap pelan dengan penuh kelembutan .
Dekapan hangat itu mampu membuat gadis kecil itu pun terbuai dengan hangatnya peluk dan ciuman Kak Langit .
Saat mereka berdua menikmati tautan itu,dan tanpa tersadar ponsel milik Kak Langit mulai bergetar."Drrrt...drrrt...drrt..." "Drrrt...drrrt..drrt"
"Kak ponselmu bergetar."ucap lirih Himawari malu dan pipinya memerah seketika.
"Biarkan saja aku tak peduli,dengar aku mau kau menganggapku sebagai cadangan dan aku rela." ucap Kak Langit menyihir suasana itu dengan drastis, Himawari semakin tidak tahu harus berbuat apa karena Kakak Langit menurunkan ego nya, bahkan mau menjadi cadangan Himawari.
"Tapi ,Kakak Bryan kalau tahu bagaimana?" tanya Himwari menatap nanar wajah Kakak Langit yang memerah pipinya saat ini.
"Tidak usah di fikirkan, cup, cup." akhirnya Kak Langit mengecup lembut bibirnya Himawari.
Mereka pun melanjutkan menautkan bibir masing-masing dengan penuh perasaan.
Himawari sangat heran kenapa dia tidak bisa mengambil keputusan saat ini,di antara kedua pria tersebut manakah yang harus ia pilih.
Saat bersama dengan Kak Langit pun jantung merasa berdebar kencang, dan tak kuasa lagi menolak ciuman hangat ini.
Untuk beberapa saat pelukan Kak Langit itu membuatnya terbuai, dan tidak bisa menolak.
__ADS_1
Bersambung...