Terjebak Cinta Segitiga

Terjebak Cinta Segitiga
BAB 18 " Es Potong "


__ADS_3

"Ya sudah kalau Kakak tak mau padahal aku ingin nilaiku naik, aku lihat Kakak, jarang lah memperhatikan."Gumam dari Himawari .


"Aku lihat Kakak, duduk di belakang dan jauh dari Guru saat menerangkan tapi kenapa nilai Kakak bagus-bagus." Ujar Himawari dengan lirih, agar tidak mengganggu siswa lainya yang sedang membaca di perpustakaan saat ini .


"Hemmm, Aaahh.." Menghela nafas ...


"Ya sudahlah, lagipula aku memang belum bisa meningkatkan nilaiku,"gumam dari gadis kecil bernama Himawari ,sambil meniup poni miliknya.


Tiba-tiba ada seseorang laki-laki masuk ke dalam perpustakaan. Dia menghampiri gadis bernama Himawari ini. Lalu ia pun duduk di sampingnya .


"Hei, kau kenapa tidak pergi ke kelasku? aku rasa Shakira ada di depan gerbang?" Tanya dari pria yang ada di samping Himawari ini sambil melihat dan mengamati apa gerangan yang di lakukan Himawari dengan Langit .


"Ehm, Aku hanya ingin minta bantuan dari Kak Langit, namun dia tetap membisu dan tidak bersuara." Gumam Himawari sendiri dengan


lirih dan agak sebal.


"Aku rasa memang Kak Langit mendalami perannya saat ini Kak Bryan." Ucap dari gadis bernama Himawari ini dengan melotot dan juga mengerucutkan bibirnya.


"Hei, Langit kenapa kau tak mau bermain ? dengan teman pria lainnya?,"ujar dari Bryan menatap Langit yang sedang fokus membaca


"Tidak apa-apa, aku hanya ingin sendirian." Ucap Langit sangat dingin, bak frezeer yang bersuhu sekitar -20° celicius.

__ADS_1


"Aigoo, Kak Langit yang sangat tampan kau ini benar-benar menjadi Frezeer pendingin." Ujar dari Himawari sambil memanyunkan bibirnya yang kecil dan juga menyeringai.


"Sudahlah Himawari ayoo kita pergi ke depan gerbang, Aku rasa Shakira sudah menunggu." Ucap dari Kak Bryan sambil tersenyum amat manis.


"Ayo Kak, lagipula aku buang-buang waktu aku akan beristirahat saja."Ajak Himawari ini kepada Kak Bryan, lalu ia pun berdiri serta menarik lengan Bryan keluar Perpustakaan.


Saat ini Bryan dan Himawari berada di depan gerbang Sekolahnya, dan ada Shakira yang sedang menikmati es potong.



Ini adalah gambar es potongnya ya, karena cuaca amat terik sekali maka, mereka bertiga membeli jajanan es potong di depan gerbang pintu sekolahannya.


"Ambillah, lagipula kenapa kalian lama sekali kau darimana Himawari?" Tanya dari Shakira.


"Aku sebenarnya ingin, minta bantuan Kakak Langit, dia kan satu kelas aku rasa aku akan." Ucap dari gadis Himawari sambil menjilati es potongnya yang ia ambil dan menikmatinya.


"Bantuan apa?"Tanya dari Shakira dengan penuh tanda tanya.


"Ya kan, kebetulan kami satu kelas aku rasa jika dia membantu, aku akan mendapatkan nilai yang bagus." Ujar dari Himawari sambil menikmati es potongnya.


"Ehm oh, jadi kau duduk di sampingnya untuk minta bantuan?" Tanya Bryan sambil makan es potong juga.

__ADS_1


"Ya begitulah Kak Bryan, lagipula kenapa dia tak sekelas dengan Kakak?, dia kan pintar." Ujar dari Himawari dengan Heran ,dia juga menghabiskan es potongnya, lalu membuang stiknya di dalam tempat sampah.


"Ehm, aku tidak tahu kenapa kau bertanya itu padaku?"Ujar dari Bryan heran karena tidak tahu kenapa Langit masuk dalam satu kelas bersama Himawari.


"Pak esnya lagi dong, aku mau yang coklat ya." Pinta dari Himawari memesan es potong lagi ,dia berdiri menunggu bapak yang jualan es potongnya itu memberikan pesanannya .


"Iya Neng." Jawab Pak penjual es potong.


"Dia kan pintar, sedangkan yang ada di kelas itu kan hanya siswa yang nilainya pas-pasan." Ucap dari Himawari sambil mengamati esnya yang akan tersaji, serta menelan selivanya.


"Ini neng es nya."Ujar bapak penjual es potong


"Makasih Pak, ini uangnya."Ujar dari Himawari sambil menerima es, lalu memberikan uang itu pada penjual es.


Bersambung...


Karya ini hanyalah fiksi dan imaginer author saja harap bijaksana dalam membaca serta menyerap sisi positif dari bacaan Trimakasih


Ini adalah Visual dari Kakak Bryan di Novelku yang kedua aku semoga para reader suka ya.


__ADS_1


__ADS_2