
Ternyata benar para preman itu tertidur Kak Bryan keluar dari persembunyiannya, lalu ia menelepon bantuan yaitu polisi terdekat.
Setelah itu ia pun melihat dari celah kalau Himawari di ikat bersama Kak Langit, dan juga Shakira. Namun Shakira sudah sadar ia berusaha membuka ikatan Himawari ,setelah itu dia juga membuka ikatan Kak Langit.
Kak Bryan memberi tanda pada Shakira kalau dia sudah mencari bantuan dan memanggil pak polisi,beberapa menit lagi mereka akan datang. Shakira hanya melihat Kak Bryan dia menatap dengan pandangan ketakutan saat melihat Kak Bryan, ternyata di belakangnya ada seorang preman menyeringai membawa pisau belati tajam. Bahkan ia sudah siap akan menghunuskannya pada Kak Bryan.
"Pergilaaah, lari Bryan jangan berdiri di situ!!" teriak Shakira agar Kak Bryan segera berlari.
Sedangkan Kak Langit dan Himawari seketika terbangun mendengar teriakkan dari Shakira.
"Ada apa Shakira?" tanya Himawari sambil ia menggosok kelopak matanya yang indah itu
Sementara Kak Bryan yang sedang melawan salah satu preman saat ini berusaha untuk menghunuskan pisaunya ke arah perut Kak Bryan. Beberapa kali Kakak Bryan berhasil menghindari, akan tetapi Kak Bryan sudah sempat tergores tepat tangannya saat dia berusaha menghindari, tusukkan dari salah satu preman itu.
Shakira, Himawari, dan juga Kak Langit sudah berhasil melepas ikatan mereka. Lalu mereka juga berhasil keluar, melalui pintu yang sudah di dobrak Shakira dan Kak Langit.
"Apa yang sebenarnya kalian inginkan, dan kenapa kalian menyekap banyak orang???!" tanya Kak Langit, dia geram .
"Haaaa, ini karena kamu bocah tengik, dan sekarang, kalian akan mati disini secara bersama, haaaaa... ha...ha...ha..." sambil tertawa terbahak-bahak.
Seketika beberapa kali pergulatan tidak bisa di hindari lagi, mereka berempat pun sedang melawan semua preman itu, lalu tiba-tiba Kak Bryan terkena pisau, dan tertusuk di bagian perutnya.
"Ahh, sialan darah ini." sambil memegangi perutnya yang terkena tusukan.
Namun untuk sementara dia bisa menahan rasa sakit akan tusukan pisau itu. Kak Bryan mulai pusing dan akan pingsan karena darah yang di keluarkan cukup banyak.
Gubraaaakkkkkk !!!!!
Dan jatuh tersungkur di lantai.
"Kak Bryaaaann....!!!!!" teriak Himawari.
Suara sirine ambulance terdengar di telinga, dan Kak Bryan kini di larikan di rumah sakit.
__ADS_1
Karena polisi sudah tiba maka semua para preman itu di ringkus, dan di masukkan ke dalam penjara. Namun ada satu yang masih berhasil melarikan diri.
Kak Bryan masih menjalani operasi, dan kini Himawari, Shakira, dan Kakak Langit berada di luar menunggu sampai proses operasinya berjalan dengan lancar.
Himawari yang kebingungan karena melihat pria yang di cintainya itu telah mendapatkan musibah yang tiba-tiba, dengan berderai air mata di kedua pipinya ia duduk dan di peluk oleh Shakira.
"Bagaimana ini Shakira?, kenapa aku sangat khawatir sekali?, apa Kak Bryan baik-baik saja Shakira?" sambil mengusap air matanya yang mengalir.
"Tenang saja pasti dia akan baik-baik saja, kau yang tenang, berhentilah menangis hm."
"Tenangkan dirimu Hima, maafkan aku karena aku kalian dalam bahaya." ucap Kak Langit.
Lalu untuk beberapa saat salah satu preman yang berhasil kabur itu menghubungi tuannya Dia meminta bertemu dan meminta upahnya.
Walaupun pekerjaannya gagal dia masih bisa meminta bayaran kepada tuannya.
"Hallo Tuan, aku mohon berilah aku tempat persembunyian, dan juga sedikit uang aku tak mau masuk penjara." rengek preman tersebut
"Baiklah kalau itu yang kau mau, kemarilah nanti aku akan memberimu upah." ujar sang tuannya dan dia pun menutup telephone nya.
"Tuan, berikan aku tempat tinggal maka aku akan menyamar agar tidak tertangkap polisi."
"Kenapa harus menyamar?, kau hanya perlu pergi ke tempat yang tak bisa di temui orang lain." ujar sang boss dan menyeringai.
Dia mengeluarkan pistol miliknya dan mem bidiknya tepat berada di kepalanya.
"Ampun Bosss..." sambil menangkupan kedua telapak tangannya.
Namun terlambat, boss pun menarik pelatuk pistol itu. Dan dengan pasti tanpa keraguan ia melepaskannya.
"Doooor, dooooor...doooooor...."
Preman itu pun bersimbah darah terkapar di lantai, mati dengan mengenaskan kedua bola matanya melotot, dan menitihkan air mata .
__ADS_1
"Ha, dasar bodoh pecundang semua, kenapa mereka tidak ada yang berhasil sama sekali?"
"Aku akan membinasakan semuanya, tanpa sisa, ha..ha...ha..." terbahak- bahak.
Saat ini di rumah sakit, Kak Bryan pun sudah menjalani operasi dengan baik. Ternyata kini Himawari lega ,karena berjalan dengan lancar.
Kak Langit dan Shakira pulang meninggalkan mereka berdua.
Dan Kak Bryan pun sudah sadar , melewati masa kritisnya.
"Apakah kau khawatir padaku??"
"Tentu saja, aku sangat khawatir, bagaimana kalau ... Hik...hiks...hiks..." Himawari pun kini menangis.
Dan Kak Bryan memeluk erat tubuh gadis itu.
"Maafkan aku telah membuatmu khawatir."
"Aku takut operasinya gagal Kak hiks..hiks.."
"Aku kan kini sudah sadar, jadi berhentilah menangis, cup..." sambil mengecup kening.
"Baiklah, aku akan berhenti menangis, tapi berjanjilah kau tak akan pernah meninggal kan aku lagi." ujar Himawari.
"Tentu saja, aku akan menikahimu, dan hidup bersama-sama selama-lamanya, apakah kau mau aku cium??" tanya Kak Bryan dan tersipu
Himawari menggeleng kepalanya, dan mulai mengerucutkan bibirnya.
"Kenapa tak mau?,"
"Aku malu kak, masak di rumah sakit kau mau menciumku."
Dan di balik pintu Kak Langit yang merasakan perasaannya teriris, bagaikan sembilu yang menancap itu, pergi karena tidak tahan akan percakapan Himawari dan Kak Bryan.
__ADS_1
Berjalan dengan gontai ia keluar ke arah pintu rumah sakit.Sedikit tersadar jika perasaannya tak akan terbalas sampai kapanpun juga.
Bersambung...