
Beberapa lampu taman indah nan redup,dan temaramnya agak menyilaukan mata, senja yang sedari tadi mampir sudah di usir sang malam, beberapa lalu lalang kendaraan mobil dan motor sudah berkurang , beringsut-ingsut pergi dengan sendirinya . Pukul 19.00 wib ini ada dua orang duduk di taman mereka saling mengobrol dengan hangat .
Himawari yang sedang menikmati kue isian coklatnya , dan duduk santai di samping Kak Bryan .
"Eh, kau tak bosan? aku lihat, semenjak kamu kembali dari toilet kamu jadi agak diam." Ucap dari Kak Bryan sambil mengamati ekspresi dari Himawari yang sedikit muram.
"Ehm, tidak apa-apa kak aku hanya lapar." Ucap dari Himawari lagi ,menggigit kuenya yang di pegangnya. Melamun tidak terlalu fokus dengan pertanyaan dari Kak Bryan .
"Kita cari makan saja." Kak Bryan menawari Himawari untuk mencari makananan.
"Tidak Kak, aku makan kue ini saja." Himawari menolak ajakkan Kak Bryan sambil terlihat wajahnya yang masam dan tak berselera.
__ADS_1
"Kalau kau sudah bosan bilang saja ya, aku akan mengajakmu ke tempat yang lainnya ok." Ujar dari Kak Bryan lirih, lembut dan amat sopan kepada gadis yang duduk di samping nya itu .
"Tidak Kak." Suara Himawari dengan polos.
"Lalu kenapa kau murung, apakah kau sakit?" Tanya Kak Bryan lagi sambil kebingungan apa yang sedang di fikirkan Himawari , dia masih belum bisa memahaminya .
"Tidak, aku tidak apa-apa, kakak mau juga kue nya?" Himawari menawari Kak Bryan kue ikan rasa coklatnya itu .
"Tidak, aku tak terlalu suka makan coklat." Ujar dari Kak Bryan sambil tersenyum lalu tangannya sembari memberi isyarat kalau dia tak mau makan kue itu .
"Ehm , kemarin malamkah?" Tanya Himawari .
Kakak Bryan mengangguk dan mengedipkan matanya satu kali, dan tersenyum setelahnya.
"Ehm, tidak apa-apa aku hanya menunggu Kak Langit yang sedang mengambil bahan-bahan"
__ADS_1
Jawab polos Himawari, dia pun melanjutkan menggigit kuenya .
"Kenapa gadis ini membohongiku?, aku tahu yang sebenarnya , tapi kenapa dia bilang ..?" Batin Kak Bryan sambil tersenyum kecut .
"Benarkah, kau tak membohongiku?" Tanya kak Bryan memastikan lagi ,apakah gadis ini berbohong atau jujur .
"Tentu saja kak, untuk apa aku berbohong." Ujar Himawari dengan polosnya , kemudian dia menggerakkan beberapa kali kelopak matanya . Dia masih terkejut dengan jawaban Himawari .
"Oh, Begitu kau membohongiku kenapa gadis ini berani membohongiku, jelas-jelas aku ini sudah tahu yang sebenarnya." Batin Bryan dan dia pun menyeringai dan menundukkan wajahnya yang tampan, berubah agak kecewa dengan jawaban Himawari yang di nilainya sudah membohonginya, walau dia bertanya sampai dua kali untuk memastikannya .
Namun dalam hatinya dia gusar, karena saat lampu padam dia tak mau kalau, Kak Bryan tahu bahwa Kak Langit sedang ketakutan dia takut kalau dia bercerita , membuat Himawari dan Kak Langit salah paham, begitu juga Kak Bryan. Himawari memilih berbohong karena walau berbohong itu salah dia fikir hal itu bisa membuat lebih baik keadaan saat ini.
"Maafkan aku Kak Bryan, aku tak akan cerita yang sebebenarnya, jika itu terjadi ya kasihan Kak Langit." Batin dari Himawari didalam hati kecilnya saat ini.
"Begitu ya, kenapa kau yang kukenal tidak seperti dulu?" Gumam Kak Bryan lirih tak di dengar oleh Himawari yang sedang melamun.
__ADS_1
Bersambung...