
"Diamlah Merry, sekarang aku ingin bahas pekerjaan dengan Danu, kau pergilah dulu !" usir Kak Bryan karena Merry terlalu membuat nya terganggu. Rengekannya membuat Kak Bryan jadi bosan dan sebal mendengarnya.
"Hu... Aku di usir.." gerutu Merry sembari pergi meninggalkan Kak Bryan dengan Danu.
Sedangkan Danu kini hanya menelan ludah dengan kasar, bingung dengan Merry yang bersikap aneh dengan bosnya itu.
"Hei, kenapa kau diam saja??!" hardik Kak Bryan pada Danu, dan menggerak-gerakkan tangannya di depan wajah Danu yang saat ini melongo terkejut .
"Maa..maaf Bryan ,ayo kita bahas masalah pekerjaan aku akan membicarakan dengan dirimu dengan rinci." ujar Danu melanjutkan percakapannya dengan Kak Bryan masalah pekerjaanya.
Mereka berdua mengobrol santai dan serius karena Merry pergi, maka mereka bisa amat leluasa tanpa gangguannya. Untuk sementara Kak Bryan lepas dengan jerat pria jadi-jadian itu, karena Merry bukan tipe pria yang mudah menyerah.
Beberapa saat kemudian mereka berdua bisa meneruskan obrolan mereka, tentang pekerja an yang sempat tertunda. Danu menjelaskan semua masalah pekerjaan itu dan bagaimana solusi terbaik untuk menyelesaikannya. Kakak Bryan memberikan ide cemerlang pada Danu.
Beberapa kali mereka berdebat karena semua ide mereka berdua bertentangan. Tetapi ada kalanya Danu mengalah karena ide Kak Bryan memang lebih baik di banding idenya.
Setelah selama satu jam membahas semua tentang masalah pekerjaannya, dan juga ada perdebatan kecil antara mereka berdua. Kini setelahnya mereka berdua pun menghentikan percakapannya.Karena sudah menemukan ide cemerlang untuk solusi pekerjaan mereka.
"Paham kan sekarang??" tanya KakK Bryan pada Danu yang sedari tadi banyak bertanya.
"Iya Bro, bagus sekali idemu, sangat briliant." jawab Danu sembari melihat isi kulkas dari Kak Bryan. Dia mengambil minuman dingin.
"Apakah tidak ada makanan di rumah ini?" tanya Danu dengan menggerak-gerakkan kedua alisnya itu.
"Apakah kau ini pergi kesini untuk numpang makan saja?" tanya Kakak Bryan dengan menggelengkan kepalanya, dan tersenyum miring.
"Ya salah satunya, kau kan pria pandai dan multi talenta, sampai Merry saja ingin jadi istri keduamu...hi..hi..hi.." ledek Danu pada Kak Bryan dengan cekikikan.
"Sialaaan kau, "umpat Kak Bryan lalu dia pun melempar bantal sofa ke arah Danu.
__ADS_1
"Siapa yang mau dengan pria jadi-jadian itu?" ujar Kak Bryan, dengan sewot ke arah Danu.
"Hi,... Siapa tahu mau kan lumayan Bryan..?" sambil menggerakkan kedua alisnya.
"Jeruk makan jeruk dong... Sialan kau ini,kau saja embat dia, aku mana mau dengan yang seperti itu..." ujar Kak Bryan dia berjalan ke arah dapur membuat masakan untuk Danu.
"Kau mau memasak untukku, woooe ... sang suami idaman rupanya, beruntung sekali dia mendapat pria sepertimu..." ledek Danu, dan tersenyum kecil ke arah Bryan.
"Diamlah mulutmu, atau mulutmu itu akan ku robek !!" ujar Kak Bryan dan memegang pisau.
"Baik-baik calon pengantin, mohon maaf." ujar Danu dengan nada meledek.
Beberapa menit kemudian makanan sudah tersaji di meja makan, Kak Bryan membuat nasi goreng seafood yang pedas sekali. Dan dengan udang saus asam manis,sebagai lauk serta pelengkapnya. Mereka berdua duduk di bangku mereka, menahan beberapa air liur yang akan menetes mencium aroma harum dari masakan tersebut.
"Hem, betapa hebatnya Bryan sudah pandai masak, mandiri, sukses tampan dan ia juga akan melepas masa lajangnya." ujar dari Danu dengan tersenyum, segera ia mengambil nasi goreng seafood, beserta lauknya.
Kak Bryan makan dengan bermain ponselnya, ternyata pesan masuk itu adalah pesan dari kekasihnya. Yaitu dari Himawari karena dia amat merindukannya dan juga tak bisa tidur maka ia mengirim pesan pada Kak Bryan.
📱"Sedang apa kak?,aku merindukanmu,jadi aku tak bisa tidur." pesan Himawari, dia mulai mengirim pesannya dengan tersenyum amat sumringah.
📱"Sedang makan nasi goreng, disini belum terlalu malam, berbeda dengan Indonesia.." jawab Kak Bryan dengan tersenyum saat ia mengirim pesan darinya.
📱"Kau tahu, aku sangat merindukanmu, jadi jika aku kembali ke Indonesia nanti, segera menikah saja ya." rengek Kak Bryan berharap bisa cepat menikah dengan gadis ia cintai.
📱"Hem, kenapa terburu-buru Kak?" jawab Himawari dengan tersenyum lebar, karena dia juga merasakan perasaan yang sama.
📱"Kau tak mau??, karena aku ingin saat aku pulang kerja ada yang menungguku." ujar Kak Bryan dengan amat sumringah, dia pun mulai melupakan nasi goreng di piringnya, dan pergi ke dalam kamarnya.Agar Danu tak melihatnya saat ini dia sangat gembira.
"Dasar pria gila!, dari tadi tersenyum sendiri, nasi gorengnya aku makan saja." ujar Danu lalu ia pun mengambil alih nasi goreng milik Kak Bryan dengan lahap mengembatnya.
__ADS_1
Kak Bryan dalam kamarnya sangat senang karena sudah mendapat pesan dari kekasih nya yang berada di Indonesia. Dia merebah di atas ranjangnya yang mewah itu.
📱"Lebih cepat lebih baik, nanti kita adakan sederhana saja, tak usah mewah aku hanya ingin keluarga dekat saja yang hadir." ujar Kak Bryan mencoba membujuk Himawari agar ia mau segera menikah dengannya.
📱"Kenapa mendadak sekali?, aneh kenapa Kak Bryan tiba-tiba mau menikah?" tanya dari Himawari, dia pun menggaruk beberapa kali rambutnya.
📱"Aku sudah bilang, aku sering merindukan dirimu, kita kan sudah dewasa, jadi aku ingin kita menikah dan punya anak." ujar Kak Bryan.
📱"Ha... Apaaa??, aduh kenapa kakak Bryan tiba-tiba bilang begituuuu?, anaaak haaaa!?" Himawari tertegun, karena ternyata fikiran dari Kakak Bryan sejauh itu melalang buana, melampaui ekspektasinya, dia tak menyangka sama sekali.
📱"Bulu kudukku, merinding kak mendengar ucapanmu, tentang anak.." jawab Himawari.
📱"Kenapa kan enak kalau kita punya anak?, kau tak usah bekerja cukup merawat mereka dan juga aku." rengek dari Kak Bryan, dia ingin kalau Himawari menjadi seorang istri dan ibu rumah tangga biasa untuknya.
📱"Aduh kak, kenapa sangat mendadak kau seperti ini?, aku masih tak ingin menjadi ibu." gerutu Himawari, karena gadis itu masih ingin menjadi seorang remaja dan menikmati masa mudanya.
📱"Apakah kau belum siap?" tanya Kak Bryan.
📱"Belum kak Bryan, aku masih ingin sekali menikmati masa mudaku, dan ingin bekerja bagaimana ibuku kak?" tanya Himawari dia sedikit gundah karena harapan ibunya kalau dia setelah lulus kuliah bekerja, dan dia juga berharap kalau Himawari mendapat pekerjaan yang lebih baik darinya.
📱"Dengar, aku akan berbicara dengan ibumu kalau aku sudah pulang ke Indonesia ok, jadi kau harus mau apapun keputusannya." bujuk dari Kak Bryan karena dia ingin segera menikah.
Dan bertanggung jawab sepenuhnya dengan gadis yang amat ia cintai itu.
📱"Aku tutup, aku rindu padamu, I Miss you 😍😘."ucap dari Kak Bryan kepada kekasihnya itu, merasa ingin segera kembali ke negara Indonesia tempat mereka berdua tinggal.
📱"Miss you too kak, cepat pulang dengan selamat ya 😘😍." jawab Himawari di ponsel, dia merasa agak gundah, namun dia amat senang karena Kakak Bryan ingin segera menikahinya.
Bersambung...
__ADS_1