
Jodi membawa Anita melarikan diri dari rumahnya, untuk menghindari pertemuan nya dengan Amar, pria yang akan di jodohkan dengan Anita, pilihan orangtuanya.
"Jod antar kan aku ke tempat Siska ya, aku mau menginap di sana untuk sementara waktu" ucap Anita ketika mereka berada di dalam mobil.
"Buat apa repot-repot menginap di rumah Siska, apartemen aku juga luas, lebih baik kamu tinggal di apartemen aku aja, lagian aku juga cuma tinggal sendiri"jawab Jodi seraya mengendarai mobilnya.
"Tapi kan kita belum menikah Jod... masa kita harus tinggal satu atap" protes Anita.
"Come on Beib... kamu jangan terlalu polos deh jadi cewe, hal seperti itu udah biasa sekarang, lagian nanti juga akan menikah, jadi gak ada salahnya kalo kita tinggal sama-sama dari sekarang" jelas Jodi, dan Anita tampak berpikir beberapa saat.
"Ya udah aku mau tinggal di apartemen kamu... tapi malam ini antarkan aku ke tempat Siska dulu, soalnya besok Siska mau menikah" Akhirnya Siska mengalah, lagipula sebentar lagi Siska akan memiliki suami, jadi tidak mungkin ia menumpang di rumah Siska.
"Ok, tapi setelah itu kamu harus pulang ke apartemen aku" ucap Jodi lagi
"Ia Jod... tapi kamu janji ya, kamu gak bakal macam-macam" Ancam Anita.
"Ia honey... aku janji" jawab Jodi sambil tersenyum.
**
"Sis... wajah kamu kenapa murung gitu, kok kayanya kamu gak seneng besok mau nikah, harusnya kamu itu Happy sekarang" Tanya Anita, mereka berdua tengah duduk atas tempat tidur bersiap untuk tidur, setelah berkumpul dan berbincang-bincang bersama keluarga Siska dari Jakarta.
Saat ini Siska dan keluarga nya tengah berada di sebuah hotel, Adi sengaja menyiapkan beberapa kamar hotel untuk Siska dan keluarganya, sebab kontrakan siska tidak cukup luas untuk menampung keluarga siska. dari Jakarta.
"Ng_ngak... aku gak apa-apa kok" Jawab Siska bohong, karna Sebenarnya ia sedang memikirkan Angga, sebab ia tidak bisa menyampaikan permintaan maafnya terlebih dahulu atas sikap nya kepada Angga dan juga atas kesalahpahaman nya selama ini, ia menyesal selalu bersikap kasar kepada Angga dan berpikiran buruk tentang Angga. Ia benar-benar berharap bisa bertemu Angga dulu sebelum menikah.
"Serius kamu gak apa-apa" Tanya Anita lagi.
"Ia... aku gak apa-apa Nit..."jawabnya lagi.
"Ya sudah kalo gitu kita tidur yuk, besok kan kita harus berangkat ke gedung pernikahan pagi-pagi" ajak Anita seraya merebahkan dirinya di tempat tidur.
**
"Ada apa sih Mon... kamu nyuruh aku ke sini malam-malam, kamu tau kan besok hari pernikahan ku dengan Siska" Ucap Adi kesal. Mona terus memaksa Adi untuk datang ke apartemennya, bahkan ia sampai mengancam Adi, ia akan menceritakan perselingkuhan mereka selama ini kepada Siska, jika Adi tidak mau datang menemuinya.
"Justru karna besok kamu menikah, jadi aku ingin menghabiskan malam ini bersama kamu" ucap Mona seraya menghampiri Adi dan kemudian mengelus dadanya dengan manja.
"Setelah kamu menikah nanti, pasti kita akan sudah untuk bertemu" ucapnya lagi.
"Tapi nanti pagi aku harus pergi ke gedung pernikahan pagi-pagi sekali, aku gak mau sampai terlambat" jawab Adi seraya melepaskan tangan Mona.
"Ayolah sayang.... malam ini kita bersenang-senang dulu sebelum kamu menikah"
__ADS_1
"Aku janji, setelah ini aku gak akan menggangu kamu, aku akan membiarkan kamu menikmati masa-masa bulan madu kamu" Rayu Mona dengan manja.
"Baiklah kalau gitu, tapi kamu janji, Setelah ini kamu gak akan menggangu aku lagi" Jawab Adi terpaksa, ia harus tetap bersikap baik kepada Mona agar Mona tidak membocorkan perbuatannya selama ini kepada Siska, walaupun sebenarnya ia sudah malas melihat wajah Mona, dulu ia melakukan perbuatan terlarang kepada Mona hanya untuk menjadikan Mona pelampiasan, karna Siska selalu bersikap dingin kepadanya, seolah Siska tidak mencintainya, tapi sekarang Siska sudah mau menikah dengannya, hal itu menandakan bahwa Siska serius dengan hubungan mereka, tapi sekarang Adi merasa terjebak dan terancam atas perbuatannya, dan sangat sulit untuk membuang Mona dari kehidupannya, Mona bagaikan bom waktu yang bisa meledak kapan saja, yang akan menghancurkan hubungannya dengan Siska.
"Ya sudah sekarang kamu duduk dulu, aku akan membuatkan kamu minum" ucap Mona dengan senyum di bibirnya karna Adi sudah mengikuti keinginannya.
Ternyata bukan hal itu saja yang membuat Mona tersenyum, melainkan Mona sudah mempunyai sebuah rencana licik untuk Adi.
Mona tidak rela jika Siska mendapatkan Adi, ia ingin memiliki Adu sepenuhnya, ia juga tidak ingin di campakkan oleh Adi begitu saja setelah Adi menikah dengan Siska.
Saat membuatkan minum untuk Adi, ia juga menambahkan obat tidur ke minuman tersebut.
"Ini minum dulu Di, kamu pasti haus kan" ucap Mona seraya memberikan satu gelas minuman kepadanya.
"Makasih" jawab Adi singkat. Adi langsung meneguk minuman tersebut tanpa rasa curiga sedikitpun.
Beberapa saat kemudian, Adi merasa pusing setelah meminum minuman tersebut "kenapa kepala aku tiba-tiba pusing ya" ucap Adi seraya memejamkan matanya, dan memijit-mijit keningnya.
"Mungkin kamu kecapean Di, karna ngurusin pernikahan kamu"
"Ayo aku bantu kamu ke kamar, biar kamu bisa istirahat" ucap Mona dengan seringai tipis di bibirnya.
"Tapi..." Ucap Adi hendak menolak.
***
"Pagi-pagi sekali Siska dan keluarganya sudah sibuk menyiapkan persiapan pernikahan, saat ini Siska sedang di rias oleh MUA proposional yang ia pilih, di temani oleh Anita juga. Semua keluarga Siska merias diri secantik mungkin untuk menyambut acara tersebut, mereka semua tampak bahagia dengan Pernikahan Siska, yang telah lama mereka nantikan.
"Waaaah... kamu cantik banget Sis..." ucap Anita tampak kagum dengan kecantikan Siska.
"Makasih Nit... kamu juga cantik banget hari ini" jawab Siska.
"Adi bener-bener beruntung dapet calon istri seperti kamu" Puji Anita.
"Kamu terlalu berlebihan Nit..."
"Aku juga doa kan semoga kamu juga bisa segera menikah dengan Jodi"
"Amin... makasih ya Sis.." jawab Anita penuh harap.
"Ayo Sis, kita turun sekarang, tadi WO nya udah nyuruh kamu turun, acaranya sebentar lagi di mulai" ajak Anita.
Sudah hampir satu jam Siska dan keluarganya berada di tempat pernikahan yang telah di siapkan, mereka semua tengah menunggu kedatangan pihak laki-laki, bahkan tamu undangan pun sudah mulai berdatangan untuk menyaksikan pernikahan Siska, dan Adi, namun Adi dan keluarganya belum ada tanda-tanda keberadaan nya, Siska sudah mencoba menghubungi Adi berkali-kali namun nomor nya tidak bisa di hubungi, ia juga sudah menghubungi keluarga Adi tapi mereka semua tidak ada yang menjawab satu pun. mereka semua tidak ada yang berani menjawab telpon dari Siska, karna mereka tidak tau harus berbicara apa, sebab dari semalam Adi menghilang, mereka sudah berusaha mencari Adi kemana-mana dan menghubungi teman-temannya, tapi tidak ada yang mengetahui keberadaannya.
__ADS_1
"Sis... kamu jangan panik ya, sebentar lagi mereka pasti datang"
"Mungkin mereka semua masih di perjalanan" ucap Anita berusaha menenangkan Siska, walaupun sebenarnya ia juga sudah panik, apalagi melihat para tamu yang sudah mulai kesal karna terlalu lama menunggu.
"Gimana aku bisa tenang Nit... Adi dan keluarganya gak ada yang jawab telpon aku sama sekali"
"Setidaknya mereka kasih kabar sama aku" jawab Siska panik, tangan nya juga tampak dingin.
"coba kamu hubungi dia sekali lagi Sis" Anita memberi saran
"Udah Nit... tetep gak bisa" Siska semakin tegang, kedua matanya sudah mulai memerah.
Tapi beberapa saat kemudian Handphone Siska berbunyi, ia mendapatkan pesan dari Adi "Sis... hp kamu bunyi, coba kamu liat, siapa tau dari Adi" ucap Anita tampak tidak sabar.
"Ia Nit... ini dari Adi" ucap Siska tampak sedikit lega, tapi ekspresi wajahnya tiba-tiba kembali berubah ketika melihat pesan tersebut.
"Sis... kamu kenapa"
"Adi ngirim pesan apa Sis" tanya Nita penasaran melihat perubahan wajah Siska. Kemudian Siska memberikan ponselnya kepada Anita tanpa berbicara sepatah katapun, karna dada nya benar-benar sesak. Nita pun langsung melihat isi pesan tersebut yang ternyata berisi sebuah Foto-foto mesra Adi dengan Mona di atas tempat tidur tanpa mengenakan busana.
"Nggak... gak mungkin, Adi gak mungkin ngelakuin hal seperti ini, ini pasti cuman jebakan kan Nit, Adi pasti di jebak, ia kan Nit" Akhirnya tangisan Siska pun pecah, Anita tidak bisa menjawab sepatah katapun, ia pun sama terkejutnya seperti Siska.
"Kenapa Nit... kenapa aku harus ngalamin hal seperti ini lagi, aku punya salah apa Nit... kenapa hal seperti ini harus terulang lagi, apa aku gak berhak untuk bahagia, kenapa Nit... kenapa..." Teriak Siska. lagi-lagi ia harus merasakan sakit yang sama seperti yang dulu ia alami bersama Angga, bahkan rasa sakitnya pun masih membekas sampai saat ini.
Teriakan Siska pun membuat orang tuanya datang menghampiri Siska, untuk melihat apa yang terjadi.
"Siska ada apa ini, kenapa kamu menangis" tanya ayah dan ibu Siska" Namun Siska tidak bisa menjawabnya.
"Anita tolong jelaskan sama kami, ada apa ini sebenarnya" akhirnya Mereka pun bertanya kepada Anita.
"A_Adi.... Adi mengirimkan ini Om" Ucap Anita bingung, seraya memberikan ponsel Siska kepada orangtuanya.
Mereka benar-benar terkejut melihat Foto-foto tersebut. "Be re ng sek..... berani-beraninya dia mempermainkan putriku seperti ini" ucap Ayah Siska geram.
"Nggak Pih... Adi pasti di jebak, Adi gak mungkin ngelakuin hal seperti ini" Pengalaman nya bersama Angga membuat Siska tidak mau mudah percaya begitu saja.
"Di jebak bagaimana Sis... sudah jelas-jelas sudah ada Fotonya, dan ini fotonya bukan satu kali saja" Mona memang sengaja selalu mengabadikan momen-momen kebersamaannya bersama Adi, setiap kali mereka melakukan hal terlarang, dan tentu saja tanpa sepengetahuan Adi, dan kali ini ia menggunakan Foto-foto tersebut sebagai senjata, untuk menyerang Siska.
"Tapi Ayah...." Anita masih belum percaya dengan semua ini.
"Tidak ada tapi-tapian, pokoknya kita batalkan pernikahan ini, dia sudah mempermalukan keluarga kita"
"Ayo kita pulang sekarang" Ayah Siska membawa putrinya pergi dari tempat tersebut, untuk menghindari keributan para tamu yang pasti akan menjadikan mereka sebagai bahan gunjingan.
__ADS_1
Dan benar saja, tak perlu waktu lama, kabar tersebut langsung terdengar oleh para tamu dan menimbulkan keributan.